Tajuk: Dialog Antaragama Semakin Relevan
Elshinta
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:19 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Tajuk: Dialog Antaragama Semakin Relevan
DW.com - Tajuk: Dialog Antaragama Semakin Relevan

Ironisnya justru Arab Saudi, negeri yang mengabaikan hak sipil, membatasi kebebasan beragama dan bersikap cuci tangan terhadap pembunuhan barbarik Jamal Kashoggi dua tahun silam, yang kini menjadi tuan rumah pertemuan perwakilan umat beragama di dunia.

Riyadh saat ini menjabat presiden G20 dan akan menggelar konferensi tingkat tinggi November mendatang. Dan sejak beberapa tahun terakhir, pertemuan politis itu selalu diiringi "KTT agama," atau disebut juga "Forum Antaragama G20".

Secara umum, masukan dari perwakilan agama yang nanti akan dibawa ke dalam agenda KTT G20, menyusul masalah seperti perubahan iklim, keadilan sosial, pencegahan konflik atau wabah corona, bisa dianggap relevan. Jadi: Bicara lah satu sama lain!

Agama memainkan peran kunci

Dialog antaragama punya peran yang penting dan menjadi lebih relevan sejak beberapa tahun terakhir. Karena hanya yang mampu membuka pintu dialog, mendengar pihak lain dan mencari celah masuk buat memahami agama, atau menjauhkan diri dari agama, yang sudah berpisah dari klaim atas kebenaran hakiki milik agamanya dan belajar hal baru.

Hal itu tidak merendahkan keyakinan sendiri, melainkan mengangkat derajatnya untuk bertahan di dalam dunia multireliji dan era pos-agama. Sikap ini menjadi lebih penting terutama pada masa, di mana semakin banyak perwakilan politik yang menjual diri seperti pemimpin sebuah gerakan kebangkitan agama, yang karismatis namun otoriter. Itu adalah penyalahgunaan agama.

Politik agama semakin penting

Agama dan politik agama juga relevan secara politis. Pada 2017, beberapa bulan sebelum lengser, bekas Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel mengundang perwakilan agama ke Berlin dan menegaskan "tanggungjawab agama terhadap perdamaian." Dia saat itu tidak bermanis kata. Agama mempolarisasi, tidak semua berharap ia mendapat peran yang lebih penting.

Agama sering dijadikan alat mobilisasi untuk melawan musuh, terutama ketika motif bisnis atau politik bercampur dengan aspek-aspek keagamaan ke dalam racikan yang eksplosif. Tapi justru sebab itu pula agama harus membuka dialog atau mencari penjelasan atau pencerahan.

Aktor-aktor agama, kata Menlu Gabriel, "juga merupakan aktor politis di lingkup masyarakatnya masing-masing. Mereka yang di negerinya aktif dalam agama, secara bersamaan juga bagian dari masyarakat dan kehidupan politik," kata dia merujuk pada tanggungjawab agama.

Ucapan itu mengingatkan perwakilan agama tentang tanggungjawab yang mereka miliki dan sebabnya harus dicamkan. Contoh yang paling segar adalah upaya seorang kardinal dan seorang imam di Republik Afrika Tengah yang menolak agama dijadikan dagangan politik. Hal ini mudah ditulis, tapi bagi keduanya, sikap tersebut menyimpan bahaya yang mengancam nyawa.

Tapi siapapun yang mencari ruang dialog (virtual atau nyata) di Arab Saudi, dia harus mengingat hak-hak sipil dan kebebasan dasar. Memang jelas, tatap muka secara langsung akan membuka lebih banyak kesempatan untuk perbincangan informal di sela-sela acara. Tapi elemen paling penting dari "bicara lah satu sama lain!" harus lah "dengarkan satu sama lain," juga.

Berbagi gagasan, dan tindakan

Kebebasan beragama bukan berarti penolakan terhadap agama. Istilah itu memisahkan agama dari politik, dan politik dari agama. Karena saat ini ada terlalu banyak penguasa dunia yang mencari legitimasi politik dari agama, mulai dari Trump, Bolsanoro atau Erdogan, maka perwakilan agama harus menghargai nilai kebebasan beragama.

Sebab itu pula dialog antaragama yang digelar sepanjang tahun di berbagai benua tanpa mendapat banyak perhatian media itu, kini justru semakin penting di masa yang penuh ketidakpastian. Jadi: Bicara lah satu sama lain dan berlaku lah sepadan!

rzn/as



Agama tidak hanya saling bertikai, tetapi juga berdialog antara satu sama lain. Sebab itu forum antaragama di Arab Saudi menjadi relevan secara politis, terutama di masa yang penuh ketidakpastian, tulis Christoph Strack
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tren Virus Corona: Pandemi Belum Berakhir
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Apa tren global saat ini? Target semua negara adalah masuk bagian biru dari peringkat dan tetap ber...
World Cities Day: Upaya Kota-kota Dunia Atasi Perubahan Iklim
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Jumlah orang yang tinggal di perkotaan diperkirakan akan membengkak pada dekade mendatang, menambah ...
Bernyanyi Jadi Berbahaya di Zaman COVID-19?
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Di sebuah studio di kota München, sebuah tim melakukan penelitian terhadap kandungan virus COVID-19...
Amsterdam Ingin Wujudkan Ekonomi Sirkuler
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Ibukota Belanda, Amsterdam berusaha mewujudkan ekonomi sirkuler hingga tahun 2050. Jadi upaya pengur...
Surga Unik di Siprus
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Bangunan mewah dan berwarna-warni di dekat Limassol, Siprus ini adalah karya seorang seniman lokal b...
Perempuan Diimbau Aktif Redakan Kebencian Lewat Dialog 
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Dialog menutup pintu kebencian, begitulah salah satu kesimpulan akhir yang dibahas selama konferensi...
Hegel, Filsuf Jerman Sumber Inspirasi Karl Marx
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Georg Wilhelm Friedrich Hegel, adalah salah satu pemikir paling terkenal dari Jerman Ia percaya bahw...
Irak: Tatkala Upacara Pemakaman Dipindahkan ke Facebook Selama Pandemi Corona 
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Ketika infeksi COVID-19 meningkat ke level yang mengkhawatirkan di Irak, komunitas-komunitas muslim ...
Ini Yang Dikatakan Obama Tentang Angela Merkel Dalam Buku Terbarunya
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Dalam buku memoar terbarunya yang dirilis Selasa (17/11),mantan presiden AS Barack Obama menyebut An...
“Universitas Jihad“ Pakistan Berbangga atas Alumninya
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Maulana Yousaf Shah tersenyum lebar saat dia menyebutkan daftar mantan siswa yang kini telah menjadi...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV