Cuci Tangan Sebagai Ritual Keagamaan
Elshinta
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:19 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Cuci Tangan Sebagai Ritual Keagamaan
DW.com - Cuci Tangan Sebagai Ritual Keagamaan

Dalam masa pandemi Covid-19, mencuci tangan secara teratur dan menyeluruh merupakan salah satu langkah terpenting untuk meredam penyebaran virus SARS-Cov2. Tetapi bukan hanya dari sudut pandang higienis, bagaimana teknik mencuci tangan yang benar, perlu diperhatikan. Dikutip dari kantor berita KNA, menjaga kebersihan tubuh dengan mencuci tangan, juga sangat penting sebagai bagian dari tindakan ritual dalam agama.

Dalam Yudaisme, mencuci tangan awalnya memiliki makna ritual, seperti yang dikatakan Rabi Zsolt Balla. "Mencuci tangan telah menjadi topik dalam Yudaisme selama 3.000 tahun."

"Pagi hari dimulai dengan mencuci tangan," Balla menjelaskan. "Siapapun yang makan roti juga harus membersihkan diri dengan cara ini sebelumnya. Selain itu, pengunjung sinagoge dan kuburan juga harus mencuci tangan.”

Rabi itu menekankan bahwa ketika mencuci tangan, perlu dibedakan antara ritual dan kebersihan, karena kebersihan bukanlah tujuan awal dari mencuci tangan. Tujuan awal mencuci tangan murni merupakan aksi spiritual. Namun ritual sering mencuci tangan itu kini juga merupakan "bagian praktis" terkait kebersihan.

Wajib melindungi tubuh dan mental

Dengan mencuci tangan, kaum Yahudi dapat melindungi diri mereka dari penyakit serius di masa lalu. Dalam kitab keempat Musa, orang Yahudi diperintahkan untuk melindungi kesehatan fisik dan mental mereka. Oleh karena itu, menurut Balla, bahkan di saat krisis corona menyergap, bagi umat Yahudi sudah menjadi kewajiban untuk melindungi kesehatan sendiri – yaitu dengan menggunakan sabun dan desinfektan dalam mencuci tangan, selain dengan air.

Dalam Islam, berwudu sebelum salat lima waktu adalah kewajiban bagi umat. Alquran mengatur pembersihan tangan sebagai "wudu kecil", juga dalam membersihkan wajah, kepala dan lengan sampai ke siku dan kaki. Para ulama bahkan menambahkan bagian tubuh lain seperti mulut, hidung dan telinga, berdasarkan banyak tradisi kenabian. Penyimpanan air menjadi bagian sentral dari setiap masjid. Namun dalam keadaan darurat, pencucian organ tubuh juga bisa dilakukan dengan pasir.

Wudu menghapuskan “cemaran kecil" yang muncul dari menyentuh kulit lawan jenis, tidur atau buang air. Selain itu, juga untuk membersihkan diri dari “najis besar", misalnya setelah berhubungan seksual, yang membutuhkan "pembasuhan secara menyeluruh" pada seluruh tubuh, atau mandi junub. Peraturan membersihkan tubuh ini berkontribusi secara signifikan terhadap meluasnya penggunaan tempat pemandian umum di dunia Islam.

Untuk sakramen ekaristi

Di sisi lain, dalam agama Kristen, mencuci tangan memiliki makna khusus terutama bagi imam. "Pada awal Abad Pertengahan, motif kesucian kultus ditekankan kembali, terutama untuk imam: Dia harus menyentuh “tubuh Kristus” dengan tangan yang bersih," jelas pakar liturgi Bonn, Andreas Odenthal. Oleh karena itu, pada zaman dulu, ada beberapa ritual mencuci tangan, misalnya sebelum jubah dipakai dan saat memasuki mimbar ibadah.

Sejak reformasi liturgi setelah Konsili Vatikan II (1962-1965), hanya ritual membersihkan tangan setelah persiapan perjamuan Ekaristi yang diwajibkan, di mana imam berdoa, sebagaimaná termaktub dalam Mazmur 51, ayat 4: "Tuhan, bersihkan kesalahanku, bersihkan aku dari dosa-dosaku."

Tetapi mengapa mencuci tangan dianggap kurang penting bagi umat Kristen ketimbang bagi para imam? "Pertama-tama, sejak Abad Pertengahan tidak lagi dimaksudkan bagi orang yang menganut keparcayaan itu untuk menyentuh hosti (roti yang melambangkan tubuh Kristus) sendiri – diskusi ini berlanjut hingga saat ini dalam tata cara komuni," kata Odenthal.

Dikutip dari KNA, tetapi Alkitab juga memberikan penjelasan mengapa mencuci tangan kurang menjadi perhatian. "Ketika Yesus disentuh pada jubahnya oleh seorang perempuan yang berlumuran darah, dia kehilangan kesucian ritualnya, jika menurut hukum Yahudi," jelas Odenthal. "Alih-alih berpaling atau mandi, dia menyembuhkan perempuan tersebut."

Odenthal melihat peristiwa itu sebagai adegan kunci bagi pemahaman Kristiani tentang kemurnian. "Yesus tidak berbagi gagasan tentang kesucian kultus yang tersebar luas pada saat itu. Karenanya, apa yang pada akhirnya membuat kita, kristiani dianggap murni, bukanlah lewat pembasuhan, melainkan melalui perayaan ekaristi,“ pungkasnya.

Forum Antaragama G20 di Riyadh, Arab Saudi, yang berlangsung dari tanggal 13 hingga 17 dibahas pula upaya mengatasi pandemi COVID-19, karena komunitas-komunitas agama diyakini sama-sama terpengaruh oleh pandemi tersebut.

ap/as(kna)



Akibat pandemi  virus corona, cuci tangan kini menjadi hal penting dalam keseharian. Pembersihan tubuh secara baik juga bagian dari ritualitas agama.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tren Virus Corona: Pandemi Belum Berakhir
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Apa tren global saat ini? Target semua negara adalah masuk bagian biru dari peringkat dan tetap ber...
World Cities Day: Upaya Kota-kota Dunia Atasi Perubahan Iklim
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Jumlah orang yang tinggal di perkotaan diperkirakan akan membengkak pada dekade mendatang, menambah ...
Bernyanyi Jadi Berbahaya di Zaman COVID-19?
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Di sebuah studio di kota München, sebuah tim melakukan penelitian terhadap kandungan virus COVID-19...
Amsterdam Ingin Wujudkan Ekonomi Sirkuler
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Ibukota Belanda, Amsterdam berusaha mewujudkan ekonomi sirkuler hingga tahun 2050. Jadi upaya pengur...
Surga Unik di Siprus
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Bangunan mewah dan berwarna-warni di dekat Limassol, Siprus ini adalah karya seorang seniman lokal b...
Perempuan Diimbau Aktif Redakan Kebencian Lewat Dialog 
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Dialog menutup pintu kebencian, begitulah salah satu kesimpulan akhir yang dibahas selama konferensi...
Hegel, Filsuf Jerman Sumber Inspirasi Karl Marx
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Georg Wilhelm Friedrich Hegel, adalah salah satu pemikir paling terkenal dari Jerman Ia percaya bahw...
Irak: Tatkala Upacara Pemakaman Dipindahkan ke Facebook Selama Pandemi Corona 
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Ketika infeksi COVID-19 meningkat ke level yang mengkhawatirkan di Irak, komunitas-komunitas muslim ...
Ini Yang Dikatakan Obama Tentang Angela Merkel Dalam Buku Terbarunya
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Dalam buku memoar terbarunya yang dirilis Selasa (17/11),mantan presiden AS Barack Obama menyebut An...
“Universitas Jihad“ Pakistan Berbangga atas Alumninya
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Maulana Yousaf Shah tersenyum lebar saat dia menyebutkan daftar mantan siswa yang kini telah menjadi...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV