John Chardon, Terpidana Kematian Istri Asal Surabaya Meninggal di Penjara Brisbane
Elshinta
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
John Chardon, Terpidana Kematian Istri Asal Surabaya Meninggal di Penjara Brisbane
ABC.net.au - John Chardon, Terpidana Kematian Istri Asal Surabaya Meninggal di Penjara Brisbane

John William Chardon (73), terpidana kasus kematian wanita asal Indonesia Novy Chardon, meninggal dalam penjara di Brisbane, Rabu (21/10) malam, akibat serangan jantung.

Ia divonis hukuman 15 tahun penjara di tahun 2019, setelah terbukti bersalah atas kematian Novy setelah sebelumnya ia bersikeras jika istrinya sengaja menghilang.

Jutawan asal Brisbane ini berstatus duda saat menikahi Novy yang usianya berjarak hampir setengahnya.

Rumah tangga mereka mengalami masalah terkait urusan perceraian dan hak asuh kedua anak mereka dan pada Februari 2013, Novy dilaporkan hilang.

Meskipun jasad Novy tak pernah ditemukan, namun John divonis bersalah atas kematian istrinya itu pada 9 September 2019, setelah menjalani persidangan selama tiga minggu.

John sempat dibawa ke klinik penjara dan mendapatkan penanganan dari tenaga medis selama 30 menit sebelum akhirnya meninggal dunia.

Jurubicara Lembaga Pemasyarakatan Queensland menyatakan John meninggal setelah mengalami insiden medis.

"Pria ini dibawa ke klinik kesehatan dalam penjara dan mengalami kesulitan pernafasan sebelum kondisinya menurun drastis," kata jurubicara tersebut.

Novy berusia 34 tahun ketika menghilang dari rumah pasangan suami-istri ini di daerah Upper Coomera pada 6 Februari 2013, beberapa jam setelah John menerima surat dari pengacara Novy.

Dalam sidang pengadilan, John menyatakan tidak bersalah atas dakwaan pembunuhan.

Persidangan kasus ini melibatkan lebih dari 70 saksi dan mengungkap kisah keretakan rumah tangga pasangan John dan Novy.

Seorang rekan John dari Filipina, Marshall Aguilor, memberikan keterangan jika John telah memintanya mencari pembunuh bayaran untuk menyingkirkan Novy saat berada di luar negeri.

Marshall dalam keterangannya menyebutkan John mengirimkan uang untuk membeli senjata, namun ia tak pernah membelinya.

John membantah keterangan tersebut, dan mengklaim dirinya sebagai "dermawan" yang banyak membantu orang kurang mampu di Filipina dan mengakui berhubungan seks dengan beberapa orang yang dia bantu tersebut.

Dalam sidang terungkap bahwa pada malam ketika John telah menyebabkan kematian Novy, John pergi ke pabriknya di Loganholme.

Terungkap pula bahwa John meminta anak perempuannya dari istri pertama untuk mengamankan sebuah kotak dan belakangan menghilangkannya.

Kotak ini diperkirakan berisi borgol dan bagian-bagian senjata.

Jaksa Penuntut Umum Mark Green mengakui tidak diketahui persis bagaimana John membunuh Novy atau dimana dia melakukannya.

Namun bukti air kencing di karpet kamar tidur Novy menunjukkan betapa John telah berbuat sesuatu yang sangat mengerikan.

Tim pembela John berspekulasi bahwa Novy mungkin masih hidup, atau secara sengaja meninggalkan rumah pada malam itu dan meninggal karena sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan John.

Pada tahun 2016 John Chardon ditangkap polisi dan ditetapkan sebagai tersangka atas kematian Novy.

Meski pihak berwajib yang dibantu para relawan telah melakukan berbagai upaya pencarian, namun jasad wanita asal Surabaya itu tidak ditemukan sampai saat ini.

Artiikel ini diproduksi oleh Farid M. Ibrahim untuk ABC Indonesia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Operasi Media Sosial Kembali Terdeteksi Berusaha Mengalihkan Isu Papua Merdeka
Kamis, 19 November 2020 - 10:22 WIB
Ratusan akun media sosial terdeteksi menyerang wacana Papua Merdeka secara daring dengan modus mengg...
Selamatkan Janda: Upaya Mematahkan Anggapan Buruk Soal Perempuan Bercerai
Kamis, 19 November 2020 - 10:22 WIB
Bertin Tiara resmi bercerai di masa awal pandemi COVID-19 di Indonesia, Maret lalu.Setelah bercerai ...
Hati-hati, Mata-mata Asing Mencoba Memikat Pengguna Jejaring Sosial
Kamis, 19 November 2020 - 10:22 WIB
Badan Intelijen Keamanan Australia (ASIO) mengeluarkan peringatan adanya upaya dari mata-mata asing ...
Kegiatan Rizieq Shihab Membuat Protokol Kesehatan di Indonesia Membingungkan
Kamis, 19 November 2020 - 10:22 WIB
Di saat kasus penularan virus corona yang masih terus meningkat dengan rata-rata ribuan kasus baru s...
Dua Potensi Vaksin COVID-19 Miliki Efektivitas di Atas 90 Persen. Apa Selanjutnya?
Kamis, 19 November 2020 - 10:22 WIB
Produsen obat Amerika Serikat Moderna telah merilis data yang menunjukkan uji coba vaksin COVID-19 9...
Jumlah Politisi Perempuan Australia di Tingkat Pemerintahan Lokal Meningkat
Kamis, 19 November 2020 - 10:22 WIB
Perempuan menjadi politisi dalam tingkat pemerintahan lokal di Australia semakin meningkat, walau ma...
Orang Kaya Australia Habiskan Hartanya Mengatasi Perubahan Iklim
Kamis, 19 November 2020 - 10:22 WIB
Ketika Jeff Wicks pensiun, dia dan istrinya Julie memikirkan kehidupan mereka selanjutnya di Queensl...
Muslim Pro Bantah Menjual Data Pengguna Aplikasinya ke Militer Amerika Serikat
Kamis, 19 November 2020 - 10:22 WIB
Pengembang aplikasi Muslim Pro telah membantah laporan yang menyebutkan data personal pengguna aplik...
Positif COVID Marak di Penjara Indonesia, Epidemiolog Minta Pemerintah Lakukan Tes Massal
Kamis, 19 November 2020 - 10:22 WIB
Jumhur Hidayat, aktivis yang kerap dihubungkan dengan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), d...
Pemerintah Australia Memakai Google Translate untuk Menerjemahkan Informasi Pandemi
Kamis, 19 November 2020 - 10:22 WIB
ABC menemukan bahwa Pemerintah Australia menggunakan Google Translate ketika menerjemahkan informasi...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV