Bentrokan Demonstran dan Pasukan Irak, Sedikitnya 39 Luka
Elshinta
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Bentrokan Demonstran dan Pasukan Irak, Sedikitnya 39 Luka
VOA Indonesia - Bentrokan Demonstran dan Pasukan Irak, Sedikitnya 39 Luka
Sedikitnya 39 orang luka-luka ketika pasukan keamanan Irak bentrok dengan demonstran anti-pemerintah di Baghdad, Irak, Minggu (25/10). Pejabat keamanan mengatakan sebagian besar korban luka adalah polisi yang terkena proyektil yang diluncurkan kedua pihak. Sumber-sumber polisi mengatakan tabung gas air mata yang digunakan aparat keamanan melukai sedikitnya tujuh demonstran. Pernyataan terpisah dari juru bicara militer mengatakan sedikitya 32 anggota aparat keamanan luka-luka terkena granat tangan yang dilemparkan sekelompok yang diduga bersembunyi di antara demonstrasi yang damai. Namun tidak ada informasi lebih jauh. Sejumlah politisi telah menyampaikan keprihatinan tentang kemungkinan disanderanya demonstrasi-demonstrasi damai oleh para parusuh, yang dapat memicu aksi kekerasan seperti yang terjadi tahun lalu. Demonstrasi anti-pemerintah pada Minggu (25/10) juga untuk memperingati satu tahun kerusuhan massal terkait korupsi dan meluasnya perampasan di wilayah yang kaya minyak itu. Lebih dari 500 orang tewas dalam kerusuhan tersebut. Ancaman, pembunuhan dan penculikan aktivis, ditambah rasa letih dan pembatasan gerak dan penutupan wilayah atau lockdown untuk mencegah perebakan virus corona, telah mengurangi jumlah orang yang turun ke jalan. Demonstrasi pada Minggu hanya diikuti oleh ratusan, bukan ribuan orang seperti yang kerap terjadi. [em/jm]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Beijing: Washington Harus ‘Bayar Mahal’ Jika Dubes AS untuk PBB ke Taiwan
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
China pada hari Kamis (7/1) mengancam bahwa Amerika Serikat akan “membayar mahal” jika duta bes...
Australia Kurangi Setengah Jumlah Pelancong Internasional Lewat Udara
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Pemerintah Australia. Jumat (8/1), mengatakan akan segera mengurangi hampir separuh jumlah pelancong...
Perempuan Tewas Akibat Serangan Hiu di Selandia Baru
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Seorang perempuan tewas akibat serangan hiu di Selandia Baru. Pihak berwenang setempat mengatakan, ...
PM Jadi Orang Pertama yang Disuntik Vaksin COVID-19 di Singapura
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong menerima dosis pertama vaksin COVID-19, Jumat (8/1), sewak...
Gelombang Dingin Selimuti Banyak Wilayah China
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Gelombang udara dingin masih menyelimuti banyak wilayah di China, Jumat (8/1). Beberapa kawasan mel...
Pemimpin Agung Iran Larang Vaksin dari AS, Inggris
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Pemimpin Agung Iran Ayatollah Ali Khamenei, Jumat (8/1), melarang Iran mengimpor vaksin COVID-19 bu...
AS, Keluarga Korban Pesawat Ukraina Inginkan Pemimpin Iran Hadapi Pengadilan Internasional
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Keluarga korban yang tewas setelah Iran menembak jatuh pesawat penumpang Ukraina Januari tahun lalu ...
Uni Eropa Lipat Gandakan Pembelian Dosis Vaksin COVID-10 Buatan Pfizer-BioNTech
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Uni Eropa telah mencapai kesepakatan dengan Pfizer-BioNTech untuk mendapatkan tambahan 300 juta dosi...
Lubang Besar Menganga di Halaman Parkir di Rumah Sakit Napoli
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Para pejabat di Napoli, Italia, hari Jumat melaporkan lubang besar seluas 2.000 meter persegi terbuk...
WHO: Negara-negara Miskin Tak Mendapatkan Vaksin COVID-19 
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan negara-negara kaya telah membeli sebagian besar pasokan ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV