Akui Hak Berkeluarga Pasangan LGBT, Paus Fransiskus Imbau Dibuat UU Ikatan Sipil
Elshinta
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:27 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Akui Hak Berkeluarga Pasangan LGBT, Paus Fransiskus Imbau Dibuat UU Ikatan Sipil
DW.com - Akui Hak Berkeluarga Pasangan LGBT, Paus Fransiskus Imbau Dibuat UU Ikatan Sipil

Paus Fransiskus mengeluarkan pernyataan dukungan paling eksplisit kepada pasangan homoseksual sejak menjadi pemimpin Gereja Katolik. Pernyataan itu ditampilkan dalam film dokumenter baru yang ditayangkan perdana hari Rabu (22/10).

Dalam film itu, Paus Fransiskus mendesak penerapan "hukum persekutuan sipil" yang akan memungkinkan pasangan LGBT untuk "berada dalam sebuah keluarga."

"Mereka adalah anak-anak Tuhan dan memiliki hak untuk berkeluarga," katanya dalam film dokumenter berjudul "Francesco" yang ditayangkan perdana di Festival Film Roma.

"Tidak ada yang harus dikucilkan atau dibuat sengsara karenanya. Saya berdiri untuk itu," kata Paus Fransiskus.

Paus Fransiskus sebelumnya sudah pernah suarakan dukungan atas ikatan sipil bagi pasangan sesama jenis ketika menjadi Uskup Agung di Buenos Aires. Dia memuji kemitraan semacam itu sebagai alternatif dari pernikahan homoseksual, tetapi menentang pernikahan sesama jenis itu sendiri.

Namun ini adalah pertama kalinya sejak menjabat sebagai pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus secara terbuka mendukung ikatan sipil bagi pasangan homoseksual.

"Apa yang harus kita buat adalah undang-undang persatuan sipil. Dengan cara itu persekutuan tersebut dilindungi oleh undang-undang. Saya mendukung itu," kata Paus Fransiskus.

Sejak memimpin Gereja Katolik tahun 2013, Paus Fransiskus menyatakan dia secara pribadi menentang pernikahan homoseksual, namun membuat beberapa beberapa pernyataan untuk tidak mengucilkan komunitas LGBT.

Terima LGBT, Paus Fransiskus dipuji dan dikritik

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Stephane Dujarric yang beragama Katolik, menyambut pernyataan Paus Fransiskus sebagai "langkah yang sangat positif."

"Sekretaris Jenderal PBB telah berbicara dengan sangat tegas menentang homofobia dan mendukung hak LGBTQ, bahwa orang tidak boleh dianiaya atau didiskriminasi hanya karena orang yang mereka cintai," kata Stephane Dujarric.

Penulis Yesuit James Martin, yang bekerja sebagai konsultan di Sekretariat Komunikasi Vatikan, memuji pernyataan Paus Fransiskus sebagai "langkah maju yang besar".

"Ini sesuai dengan pendekatan pastoralnya terhadap orang-orang LGBT, termasuk LGBT Katolik, dan mengirimkan sinyal kuat ke negara-negara, di mana gereja telah menentang undang-undang tersebut," tulisnya di Twitter.

Namun banyak juga kritik dari kalangan konservatif Katolik yang menuntut klarifikasi.

"Pernyataan Paus jelas-jelas bertentangan dengan apa yang telah lama diajarkan gereja tentang persatuan sesama jenis," kata Thomas Tobin, seorang uskup konservatif di negara bagian Rhode Island, AS , dalam sebuah pernyataan. "Gereja tidak dapat mendukung pengakuan hubungan yang secara obyektif tidak bermoral," tegasnya.

Telepon dari Paus Fransiskus

Film dokumenter itu disutradarai oleh Evgeny Afineevsky, seorang warga negara AS kelahiran Rusia berlatar belakang Yahudi. Selain Paus Fransiskus, film itu juga menampilkan pendeta senior lainnya serta penyintas pelecehan dan penindasan homoseksual.

Film dokumenter itu juga menayangkan komunikasi antara Paus Fransiskus dan seorang lelaki homoseksual, yang bersama dengan pasangannya telah mengadopsi tiga anak. Pria itu menceritakan bahwa dia menyurati Paus Fransiskus dan menjelaskan situasinya, dengan mengatakan bahwa dia dan pasangannya ingin membesarkan anak-anak mereka sebagai umat Katolik, tetapi tidak tahu bagaimana mereka akan diterima.

Paus kemudian menelepon pria itu dan mengatakan dia tergerak oleh surat itu dan memintanya untuk memperkenalkan anak-anak itu ke paroki setempat, meskipun kemungkinan ada penentangan.

"Benang merah film ini lebih banyak tentang kita sebagai manusia, yang menciptakan bencana setiap hari. Dan dalam film ini, dia (Paus Fransiskus) yang menghubungkan kita melalui benang-benang itu," kata Evgeny Afineevsky dalam sebuah wawancara.

hp/gtp (rtr, ap)



Paus Fransiskus mendesak dibuatnya UU Ikatan Sipil, untuk mengakui status pasangan homoseksual sebagai keluarga. "Semua anak Tuhan punya hak membentuk keluarga", kata pemimpin Gereja Katolik itu.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sinar X: Penemuan Tidak Sengaja Röntgen yang Merevolusi Dunia Pengobatan
Selasa, 01 Desember 2020 - 09:29 WIB
Semuanya terjadi secara kebetulan - seperti banyak hal lainnya dalam temuan di bidang sains. Wilhel...
Perusahaan Jerman BioNTech: Vaksin Corona Kami Efektif 90 Persen
Selasa, 01 Desember 2020 - 09:29 WIB
Perusahaan Jerman BioNTech dan mitranya di Amerika Serikat, Pfizer, mengumumkan pada hari Senin (09/...
Cina Laporkan Lebih 6.000 Orang Terinfeksi Brucelliosis
Selasa, 01 Desember 2020 - 09:29 WIB
Lebih dari 6.600 orang di kota Lanzhou, provinsi Gansu di barat laut Cina belum lama ini didiagnosa ...
BioNtech: Dengan Kecepatan Cahaya Ciptakan Vaksin Corona Pertama
Selasa, 01 Desember 2020 - 09:29 WIB
"Lightspeed", alias kecepatan cahaya, demikian nama proyek perusahaan Jerman BioNtech yang...
Banyak Mantan Pasien Covid-19 Derita Efek Masalah Psikis
Selasa, 01 Desember 2020 - 09:29 WIB
Virus corona SARS-CoV-2 diketahui sangat agresif dan menyerang serta merusak jaringan paru-paru dan ...
Meme: Sekadar Lelucon Atau Gerbang Digital untuk Manipulasi Media Sosial?
Selasa, 01 Desember 2020 - 09:29 WIB
Tahun 2020 memang tahun yang penuh tantangan. Tidak heran jika kemudian banyak orang beralih ke humo...
Peluang Transaksi Syariah dengan Dinar dan Dirham
Selasa, 01 Desember 2020 - 09:29 WIB
Mengembangkan dan mendorong implementasi ekonomi syariah adalah salah satu mantra ekonomi dari pemer...
Jerman Waspadai Penyebaran Ideologi Islamisme
Selasa, 01 Desember 2020 - 09:29 WIB
Organisasi bantuan Islamic Relief Deutschland (IRD) di Jerman saat ini sedang tersudut. Pernyataan s...
Kegiatan Rohani di Tengah Pandemi COVID-19: Tak Bisa Lagi Patuh?
Selasa, 01 Desember 2020 - 09:28 WIB
Sebuah sinagoge Yahudi Ortodoks telah didenda oleh otoritas New York setelah ribuan orang berkumpul ...
Lembaga HAM Laporkan Gelombang Pembunuhan Warga Ahmadiyah di Pakistan 
Selasa, 01 Desember 2020 - 09:28 WIB
Tiga organisasi hak asasi manusia internasional meminta pemerintah Pakistan lebih giat melindungi ko...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV