“Gencatan Senjata” Kekal di Libia Beri Sinyal Positif
Elshinta
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:28 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
“Gencatan Senjata” Kekal di Libia Beri Sinyal Positif
CRI - “Gencatan Senjata” Kekal di Libia Beri Sinyal Positif

Hari Jum`at lalu (23/10) PBB mengumumkan, kedua belah pihak yang terlibat dalam bentrokan Libia menandatangani perjanjian gencatan senjata “yang menyeluruh dan kekal abadi” di seluruh wilayah Libia sejak tanggal 23 Oktober.

Analis menunjukkan, perjanjian gencatan senjata memiliki arti positif untuk mengakhiri peperangan yang sudah berlarut lama di Libia. Apakah di Libia dapat terwujud perdamaian kekal tergantung pada ketulusan kedua belah pihak yang terlibat dalam bentrokan Libia serta sikap kekuatan ekstern.

Duta Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Masalah Libia merangkap penanggung jawab Misi Khusus PBB untuk Menyokong Libia, Stephanie Williams hari Jum`at lalu menyatakan, berdasarkan perjanjian gencatan senjata tersebut, kedua pihak yang terlibat dalam bentrokan Libia sepakat membentuk sebuah lembaga gabungan untuk mengawasi pelaksanaan perjanjian gencatan senjata, dan segera melakukan identifikasi dan pengkategorian terhadap semua organisasi dan personil bersenjata di dalam wilayah Libia. Sementara itu, semua tentara bayaran dan personil bersenjata asing di wilayah Libia harus meninggalkan wilayah Libia dalam batas waktu 3 bulan.

Ini merupakan pertama kalinya kedua belah pihak yang terlibat dalam bentrokan Libia menyepakati gencatan senjata “abadi” dan secara resmi menandatangani perjanjian serupa sejak terjadinya pertempuran di Tripoli, ibu kota Libia yang dilancarkan oleh “Tentara Nasional” sebagai kekuatan bersenjata di Libia Timur April tahun lalu. Penandatanganan perjanjian tersebut disambut baik oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres serta Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Italia, Qatar dan Mesir. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kemenlu Tiongkok Bantah Tuduhan AS Soal Senjata Nuklir
Sabtu, 09 Januari 2021 - 12:01 WIB
Jubir Kemenlu Tiongkok Hua Chunying dalam jumpa pers mengatakan, komunitas internasional bisa member...
Kemenlu Tiongkok Tanggapi NYSE Cabut “Delist” Perusahaan Tiongkok
Sabtu, 09 Januari 2021 - 12:01 WIB
New York Stok Exchange (NYSE) menyatakan tidak lagi menuntut “delist” tiga perusahaan Ti...
Mengapa NYSE Cabut Keputusan “Delist” Perusahaan Tiongkok
Sabtu, 09 Januari 2021 - 12:01 WIB
New York Stock Exchange (NYSE) dalam pernyataannya yang diluncurkan hari Senin lalu (4/1) mengatakan...
MIIT Tiongkok: Memperluas Kapasitas Produksi untuk Menjamin Penyuplaian Vaksin Virus Corona
Sabtu, 09 Januari 2021 - 12:01 WIB
Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) Tiongkok hari Selasa mengumumkan, pihaknya ...
Iran Tidak Akan Merundingkan Kemampuan Pertahanannya
Sabtu, 09 Januari 2021 - 12:01 WIB
Kantor Berita Xinhua: Menurut kantor berita Republik Islam Iran (IRNA), juru bicara Kementerian Luar...
Bank Dunia Prediksi Ekonomi Dunia 2021 Tumbuh 4%
Sabtu, 09 Januari 2021 - 12:01 WIB
Menurut laporan “World Economic Outlook” terbaru dari Bank Dunia kemarin (5/1), Bank Dun...
Kuliner Guoguo yang Bawa Kemakmuran
Sabtu, 09 Januari 2021 - 12:01 WIB

Tata Tertib di Beijing Normal Seperti Sebelumnya
Sabtu, 09 Januari 2021 - 12:01 WIB

Kongres AS Menjadi Kacau Balau, Bagaimana Pandangan Netizen Mancanegara
Sabtu, 09 Januari 2021 - 12:01 WIB
Kekacauan terjadi di Gedung Capitol, Washington DC. antara massa pendukung Presiden Donald Trump den...
AS Yang Retak Kemungkinan Bakal Menjadi Resiko Yang Terbesar bagi Dunia
Sabtu, 09 Januari 2021 - 12:01 WIB
Grup Eurasia, perusahaan konsultasi politik terkenal belakangan ini mengumumkan laporan Sepuluh Resi...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV