Jenis Baru Virus Corona Ditemukan di Perth, Mampukah Rumah Sakit Mengatasinya?
Elshinta
Rabu, 06 Januari 2021 - 21:07 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Jenis Baru Virus Corona Ditemukan di Perth, Mampukah Rumah Sakit Mengatasinya?
ABC.net.au - Jenis Baru Virus Corona Ditemukan di Perth, Mampukah Rumah Sakit Mengatasinya?

Ketika jenis baru virus corona ditemukan di hotel tempat karantina di Australia Barat, ada banyak pertanyaan seputar apakah negara bagian ini mampu menanganinya.

Virus corona, yang bermutasi dan diyakini menyebar dengan cepat asal Inggris, telah ditemukan pada tiga orang di sistem karantina hotel di Perth.

Menteri Utama (Premier) Australia Barat, Mark McGowan, mengemukakan laporan ini Selasa kemarin (6/01).

"Ini berbahaya, sudah ada di luar sana, menyebabkan kekacauan di seluruh dunia," kata Premier McGowan.

Hingga kini, masih terus ada pertanyaan dan kekhawatiran soal apakah sistem kesehatan di Australia Barat, atau Western Australia (WA) akan siap untuk mengatasi potensi wabah, dengan tingkat ramping ambulans yang terus meningkat.

Di Australia, istilah ramping adalah ketika ambulans diparkir di luar rumah sakit sementara petugas ambulans menangani pasien, sebelum dibawa ke pusat kesehatan atau rumah sakit.

Pemerintah mengakui COVID-19 ditangani dengan baik

Premier McGowan tetap bersikeras jika sektor kesehatan di Australia Barat telah "dipersiapkan dengan baik" untuk menangani wabah COVID-19.

"Kami telah menghabiskan tahun lalu dengan menyiapkan sistem rumah sakit untuk berjaga-jaga," katanya.

McGowan menghubungkan peningkatan tajam tingkat ramping ambulans dengan hal lain yang terdampak pandemi, termasuk melakukan operasi elektif, sterilisasi rumah sakit yang ditingkatkan, serta pembagian departemen gawat darurat menjadi dua, yakni untuk yang terkait sistem pernapasan dan tidak, serta peningkatan layanan kesehatan mental.

Premier McGowan mengatakan Pemerintah Australia Barat melakukan "segala hal yang bisa dilakukan" untuk meningkatkan jam kerja, termasuk menambah hingga 77 tempat tidur di unit gawat darurat baru di seluruh negara bagian.

Seorang juru bicara Departemen Kesehatan mengatakan sistem kesehatan mereka menyediakan "perawatan kesehatan kelas dunia" dan "penyakit yang mengancam jiwa dan trauma besar selalu ditangani dengan segera".

Berada di situasi yang sulit

Sementara itu, mereka yang berada di garda terdepan memiliki sikap berbeda tentang kesiapan sistem kesehatan di tengah pandemi COVID-19.

"Kami tidak dapat mengatasi wabah COVID, kami tidak memiliki kapasitas dalam sistem rumah sakit kami untuk bisa mengatasinya," kata presiden Asosiasi Medis Australia (AMA) Australia Barat, Dr Andrew Miller.

"Kami berada di masa yang sulit. Kami tidak memiliki kemampuan jika COVID menyerang warga dan dari sana menghantam rumah sakit kami. Kami tidak yakin jika dapat mengatasinya karena memang tidak bisa mengatasinya saat ini."

Dr Miller mengatakan saat ini terdapat kebutuhan mendesak atas 400 lebih tempat tidur di seluruh sektor kesehatan publik.

Dr Paul Bailey, direktur medis St John WA, penyedia ambulans negara bagian Australia Barat, mengatakan paramedis biasanya membawa dan merawat pasien di koridor rumah sakit sambil menunggu masuk ke rumah sakit.

"Paramedis kami tidak terlatih atau dilengkapi untuk memberikan pelayanan berkualitas tinggi kepada pasien saat menunggu di koridor rumah sakit," kata Dr Bailey.

Dr Bailey percaya "banyak hal akan berubah secara dramatis" dalam sistem kesehatan jika wabah penularan terjadi, mirip dengan jumlah panggilan ambulans pada April lalu.

"Tapi saya terganggu dengan kondisi ramping ambulans saat ini dan bagaimana kami menyediakan pelayanan setiap hari," jelasnya.

Pihak oposisi di Australia Barat juga menyuarakan keprihatinan mereka soal waktu tunggu di rumah sakit yang meningkat dalam beberapa bulan terakhir, dengan mengatakan Pemerintah tidak bisa begitu saja menyalahkan pandemi karena jam kerja sudah meningkat sejak 2017.

"Ramping ambulans menunjukkan masalah yang jauh lebih besar dalam sistem kesehatan negara bagian kita," kata pemimpin dari partai Liberal Australia Barat, Zak Kirkup.

"Kami perlu melihat tanggapan yang jauh lebih cepat, karena nyawa orang Australia Barat sedang dalam bahaya."

Artikel ini diproduksi oleh Erwin Renaldi dengan merangkum dari laporan aslinya dalam bahasa Inggris yang bisa dibaca di sini

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Di Tengah Pandemi Permintaan Rumah di Australia Melonjak, Harganya Jadi Naik
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:31 WIB
Harga rumah di Australia mengalami kenaikan bulanan tertinggi sejak Agustus 2003, karena jumlah calo...
Lama-lama kadang ya capek juga: Tantangan Ilmuwan Indonesia Menghadapi Hoaks
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:31 WIB
Tugas ilmuwan di masa pandemi semakin berat, karena harus berhadapan dengan hoaks, disinformasi, ata...
Ratusan Siswi di Nigeria Diculik, Keluarga Cemas Menunggu Kabar Mereka
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Keluarga lebih dari 300 siswi yang diculik dari sekolahnya oleh orang-orang bersenjata minggu lalu t...
Vaksin COVID-19 Buatan Johnson & Johnson Cukup Satu Dosis. Apa Perbedaannya?
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Amerika Serikat sudah menyetujui penggunaan vaksin ketiga untuk menangani penularan virus COVID-19, ...
 Sudah Kangen Aku Belum?: Pidato Pertama Trump Sejak Tak Lagi Jadi Presiden
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
"Jadi, kalian sudah kangen aku belum?"Begitulah cara mantan presiden AS Donald Trump membuka pidato ...
Twitter Akan Hapus Akun yang Terus Sebarkan Informasi Palsu Soal COVID-19
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Usaha jaringan media sosial untuk memerangi berbagai informasi palsu atau yang sengaja menyesatkan m...
Protes di Myanmar Terus Berlanjut, Sudah Ribuan Warga Ditangkap Hingga Saat Ini
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Pemimpin Myanmar yang digulingkan Aung San Suu Kyi muncul di pengadilan ketika pada saat yang bersam...
Kopi Asal Indonesia Disukai di Australia, Tapi Volume Ekspornya Masih Rendah
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Warga Australia dikenal terobsesi dengan kopi, namun tidak sampai satu persen biji kopinya diproduks...
Di Tengah Pandemi COVID-19, Penghasilan Petani Australia Justru Meningkat
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Di tengah ketegangan hubungan dagang dengan China serta pandemi COVID-19, sektor pertanian Australia...
Revolusi Daur Ulang: Perempuan Australia Ubah Baju Bekas Jadi Bahan Marmer
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Veena Sahajwalla selalu melihat dengan seksama apa yang ada dalam kotak sampah di rumahnya, setiap k...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV