WHO Kecewa China Belum Keluarkan Izin Untuk Tim Pemeriksa Asal Usul COVID-19
Elshinta
Rabu, 06 Januari 2021 - 21:08 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
WHO  Kecewa China Belum Keluarkan Izin Untuk Tim Pemeriksa Asal Usul COVID-19
ABC.net.au - WHO Kecewa China Belum Keluarkan Izin Untuk Tim Pemeriksa Asal Usul COVID-19

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan ia "kecewa" karena pejabat China belum menyelesaikan izin untuk memperbolehkan tim ahli ke China untuk memeriksa asal-usul COVID-19.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan anggota tim sains internasional mulai berangkat dari negara asal mereka sejak Selasa kemarin (5/01), seperti yang sudah diatur oleh WHO dan Pemerintah China.

"Hari ini, kami mengetahui jika para pejabat China belum menyelesaikan izin yang diperlukan untuk kedatangan tim di China," kata Dr Tedros dalam konferensi pers di Jenewa.

"Saya sangat kecewa dengan berita ini," ujarnya.

"Mengingat dua anggota telah memulai perjalanan mereka dan yang lainnya tidak dapat melakukan perjalanan di saat-saat terakhir, tetapi sudah melakukan kontak dengan pejabat senior China," katanya.

Dr Tedros mengatakan ia "sudah membuat jelas" jika misi ke China adalah prioritas bagi badan kesehatan PBB.

Ia juga sebelumnya "yakin jika China mempercepat prosedur internal untuk melakukannya sesegera mungkin".

"Kami sangat ingin menjalankan misi ini secepat mungkin," katanya.

Para ahli yang berasal dari seluruh dunia tadinya berencana mengunjungi kota Wuhan, yang diduga sebagai tempat pertama kali munculnya virus corona, lebih dari setahun lalu.

Michael Ryan, kepala darurat WHO, mengatakan kunjungan diharapkan akan dimulai pada hari Selasa, tetapi persetujuan yang diperlukan, seperti visa, belum diberikan.

"Kami berharap ini hanya masalah logistik dan birokrasi yang bisa diselesaikan dengan sangat cepat," tambah Dr Ryan.

Australia memimpin seruan awal untuk penyelidikan asal-usul virus di China, sebuah langkah yang meningkatkan ketegangan dengan China.

Politik tak akan hentikan penyelidikan

Ilmuwan Australia Dominic Dwyer, yang akan bergabung dengan tim beranggotakan 10 orang ke China, mengatakan kepada ABC jika ia tidak akan membiarkan politik menghalangi penyelidikan.

"Sebagai seorang dokter dan ilmuwan, saya pikir politik memperumit mendapatkan jawaban," kata Profesor Dwyer.

"Jadi saya lebih suka mengesampingkannya dan membiarkan orang lain memperdebatkan hal itu."

Profesor Dwyer, seorang ahli mikrobiologi di Westmead Hospital di Sydney, mengatakan penyelidikan nantinya akan menemukan beberapa jawaban, meski tidak semuanya.

"Menemukan hewan asli atau pasien nol mungkin sangat sulit jika bukan tidak mungkin," katanya.

"Tapi saya yakin kita pasti akan menemukan jawaban untuk beberapa pertanyaan, dan pengalaman saya jika kita duduk dengan kolega kita di mana saja, dan kita menghormati kemampuan satu sama lain, kita benar-benar bisa mendapatkan jawabannya.

"Ilmuwan China, mereka ingin tahu jawabannya juga."

Profesor Dwyer mengatakan tim sains international ini nantinya akan mengumpulkan dan membangun pengetahuan yang sudah didapat oleh otoritas China sebelumnya.

"Jelas pihak China telah melakukan banyak pekerjaan untuk mencoba memahami apa yang terjadi," katanya.

"Jadi, ini masalah meninjau apa yang telah mereka lakukan sejauh ini, menanyakan pendapat mereka tentang apa yang mungkin terjadi sesuai pengetahuan mereka dan bekerja dengan mereka untuk membantu mengisi kekosongan dari yang belum diketahui."

Badan kesehatan PBB pernah menerima kritikan tajam dari Presiden Donald Trump dan pejabat di Amerika Serikat lainnya karena WHO dituduh telah memberikan penghormatan dan pujian berlebihan kepada China soal bagaimana menangani virus korona di awal pandemi.

Pihak WHO juga pernah melakukan pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping saat pandemi dimulai.

Virus corona telah dilaporkan melanda di lebih dari 210 negara sejak pertama kali dilaporkan di China pada Desember 2019.

Artikel ini diproduksi oleh Erwin Renaldi dari laporannya dalam bahasa Inggris

Ikuti perkembangan terkini soal pandemi virus corona di dunia hanya di ABC Indonesia

Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Di Tengah Pandemi Permintaan Rumah di Australia Melonjak, Harganya Jadi Naik
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:31 WIB
Harga rumah di Australia mengalami kenaikan bulanan tertinggi sejak Agustus 2003, karena jumlah calo...
Lama-lama kadang ya capek juga: Tantangan Ilmuwan Indonesia Menghadapi Hoaks
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:31 WIB
Tugas ilmuwan di masa pandemi semakin berat, karena harus berhadapan dengan hoaks, disinformasi, ata...
Ratusan Siswi di Nigeria Diculik, Keluarga Cemas Menunggu Kabar Mereka
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Keluarga lebih dari 300 siswi yang diculik dari sekolahnya oleh orang-orang bersenjata minggu lalu t...
Vaksin COVID-19 Buatan Johnson & Johnson Cukup Satu Dosis. Apa Perbedaannya?
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Amerika Serikat sudah menyetujui penggunaan vaksin ketiga untuk menangani penularan virus COVID-19, ...
 Sudah Kangen Aku Belum?: Pidato Pertama Trump Sejak Tak Lagi Jadi Presiden
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
"Jadi, kalian sudah kangen aku belum?"Begitulah cara mantan presiden AS Donald Trump membuka pidato ...
Twitter Akan Hapus Akun yang Terus Sebarkan Informasi Palsu Soal COVID-19
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Usaha jaringan media sosial untuk memerangi berbagai informasi palsu atau yang sengaja menyesatkan m...
Protes di Myanmar Terus Berlanjut, Sudah Ribuan Warga Ditangkap Hingga Saat Ini
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Pemimpin Myanmar yang digulingkan Aung San Suu Kyi muncul di pengadilan ketika pada saat yang bersam...
Kopi Asal Indonesia Disukai di Australia, Tapi Volume Ekspornya Masih Rendah
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Warga Australia dikenal terobsesi dengan kopi, namun tidak sampai satu persen biji kopinya diproduks...
Di Tengah Pandemi COVID-19, Penghasilan Petani Australia Justru Meningkat
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Di tengah ketegangan hubungan dagang dengan China serta pandemi COVID-19, sektor pertanian Australia...
Revolusi Daur Ulang: Perempuan Australia Ubah Baju Bekas Jadi Bahan Marmer
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Veena Sahajwalla selalu melihat dengan seksama apa yang ada dalam kotak sampah di rumahnya, setiap k...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV