Selesai Jalani Hukuman, Abu Bakar Bashir Akan Dibebaskan Hari Jumat Besok
Elshinta
Rabu, 06 Januari 2021 - 21:08 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Selesai Jalani Hukuman, Abu Bakar Bashir Akan Dibebaskan Hari Jumat Besok
ABC.net.au - Selesai Jalani Hukuman, Abu Bakar Bashir Akan Dibebaskan Hari Jumat Besok

Abu Bakar Bashir, yang dituduh menjadi dalang peristiwa ledakan bom Bali di tahun 2002 akan dibebaskan dari penjara hari Jumat mendatang (08/01), setelah selesai menjalani hukuman.

  • Abu Bakar Bashir dipenjara tahun 2012 karena mendukung pelatihan kelompok militan
  • Dia akan dibebaskan setelah selesai menjalani hukumannya
  • Presiden Jokowi pernah mempertimbangkan untuk membebaskan Bashir di tahun 2019 menjelang pilpres

Bashir yang sekarang berusia 82 tahun kerap kali disebut sebagai pemimpin spiritual jaringan Jemaah Islamiyah (JI) yang memiliki hubungan dengan Al Qaeda.

Bashir dipenjara di tahun 2011 dalam hubungannya dengan pusat pelatihan militan di provinsi Aceh.

Menurut keterangan dari juru bicara pemerintah Indonesia, Rika Aprianti, Bashir akan dibebaskan "karena masa penahanannya sudah berakhir".

JI banyak dituduh terlibat dalam serangan mematikan di Indonesia, dengan beberapa anggotanya disebutkan pernah menjalani latihan di Afghanistan, Pakistan dan di Filipina Selatan.

Anggota JI juga dituduh berperan besar dalam bom Bali di tahun 2002 yang menwaskan lebih dari 200 orang, 83 orang diantaranya adalah warga Australia.

Mereka juga dituduh menjadi dalang dalam serangan Hotel JW Marriot di Jakarta pada tahun 2003 yang menewaskan 12 orang.

Bulan lalu, salah seorang anggota JI senior yang diperkirakan membuat bom untuk kedua serangan tersebut Zulkarnaen ditangkap di Lampung, bersama 23 orang lainnya yang dicurigai juga menjadi anggota kelompok militan.

Bashir sebelumnya selalu menyangkal jika dirinya disebut terlibat dalam peristiwa bom Bali.

Belum ada keterangan dari pengacara Bashir mengenai pembebasan hari Jumat dan apa yang akan kemudian dilakukannya.

Ridwan Habib, seorang pengamat masalah keamanan di Indonesia mengatakan walau pengaruh Bashir sudah melemah, namun anggota militan mungkin akan menggunakan pengaruh Bashir untuk mendapat nama bagi mereka sendiri.

"Bashir adalah tokoh senior dalam gerakan jihadis di Indonesia dan tidak mustahil nama besarnya akan digunakan oleh yang lain," katanya.

Di tahun 2019 menjelang pemilihan presiden, Presiden Joko Widodo pernah mempertimbangkan untuk membebaskan Bashir lebih awal dengan alasan kesehatan, namun rencana itu dibatalkan ketika Bashir dilaporkan menolak menyampaikan pernyataan kesetiaan terhadap Pancasila.

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dan lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini

Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Di Tengah Pandemi Permintaan Rumah di Australia Melonjak, Harganya Jadi Naik
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:31 WIB
Harga rumah di Australia mengalami kenaikan bulanan tertinggi sejak Agustus 2003, karena jumlah calo...
Lama-lama kadang ya capek juga: Tantangan Ilmuwan Indonesia Menghadapi Hoaks
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:31 WIB
Tugas ilmuwan di masa pandemi semakin berat, karena harus berhadapan dengan hoaks, disinformasi, ata...
Ratusan Siswi di Nigeria Diculik, Keluarga Cemas Menunggu Kabar Mereka
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Keluarga lebih dari 300 siswi yang diculik dari sekolahnya oleh orang-orang bersenjata minggu lalu t...
Vaksin COVID-19 Buatan Johnson & Johnson Cukup Satu Dosis. Apa Perbedaannya?
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Amerika Serikat sudah menyetujui penggunaan vaksin ketiga untuk menangani penularan virus COVID-19, ...
 Sudah Kangen Aku Belum?: Pidato Pertama Trump Sejak Tak Lagi Jadi Presiden
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
"Jadi, kalian sudah kangen aku belum?"Begitulah cara mantan presiden AS Donald Trump membuka pidato ...
Twitter Akan Hapus Akun yang Terus Sebarkan Informasi Palsu Soal COVID-19
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Usaha jaringan media sosial untuk memerangi berbagai informasi palsu atau yang sengaja menyesatkan m...
Protes di Myanmar Terus Berlanjut, Sudah Ribuan Warga Ditangkap Hingga Saat Ini
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Pemimpin Myanmar yang digulingkan Aung San Suu Kyi muncul di pengadilan ketika pada saat yang bersam...
Kopi Asal Indonesia Disukai di Australia, Tapi Volume Ekspornya Masih Rendah
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Warga Australia dikenal terobsesi dengan kopi, namun tidak sampai satu persen biji kopinya diproduks...
Di Tengah Pandemi COVID-19, Penghasilan Petani Australia Justru Meningkat
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Di tengah ketegangan hubungan dagang dengan China serta pandemi COVID-19, sektor pertanian Australia...
Revolusi Daur Ulang: Perempuan Australia Ubah Baju Bekas Jadi Bahan Marmer
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Veena Sahajwalla selalu melihat dengan seksama apa yang ada dalam kotak sampah di rumahnya, setiap k...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV