Australia Batasi Jumlah Kedatangan Luar Negeri untuk Hindari COVID Jenis Baru
Elshinta
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Australia Batasi Jumlah Kedatangan Luar Negeri untuk Hindari COVID Jenis Baru
ABC.net.au - Australia Batasi Jumlah Kedatangan Luar Negeri untuk Hindari COVID Jenis Baru

Di tengah meningkatnya penyebaran varian baru virus COVID-19 asal Inggris, hari ini (8/01), Pemerintah Australia memutuskan untuk mengurangi jumlah kedatangan penumpang internasional dan mewajibkan penggunaan masker dalam pesawat.

  • Masker harus dipakai oleh penumpang internasional dan domestik
  • Pembatasan jumlah kedatangan internasional akan berlaku sampai 15 Februari
  • Penumpang asal Inggris harus memiliki hasil tes negatif sebelum naik pesawat ke Australia

Sebelum naik ke pesawat, para penumpang dari Inggris juga harus menjalani rapid tes untuk mengetahui apakah mereka mengidap virus varian baru tersebut.

Hingga saat ini hanya mereka yang berstatus warga negara, penduduk tetap, atau yang sudah mendapatkan izin yang bisa masuk untuk pulang ke Australia.

Keputusan tersebut disetujui oleh Kabinet Nasional dalam rapatnya, setelah Kepala Bidang Medis Australia, Profesor Paul Kelly menggambarkan varian baru virus "lebih cepat menular dan lebih sulit dikendalikan".

Selain untuk seluruh penumpang pesawat dari Inggris, tes juga diwajibkan bagi penumpang pesawat internasional asal dari negara lain, sebelum dan sesudah melakukan perjalanan ke atau dari Australia.

Mereka harus memiliki hasil tes negatif sebelum bisa menaiki pesawat ke Australia dengan beberapa pengecualian bagi para pekerja musiman.

Jika memiliki hasil tes positif, mereka dan orang serumahnya akan dilarang untuk kembali ke Australia.

Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan ketentuan baru ini sebenarnya sudah berlaku "sebagaimana mestinya", namun kini ditegaskan.

Dia mengatakan pengurangan jumlah kedatangan internasional sebanyak 50 persen akan diberlakukan sampai paling tidak 15 Februari.

"Ini dilakukan untuk mengurangi jumlah kedatangan dan kerumunan yang mungkin bisa terkena virus jenis baru ini," kata PM Morrison.

Dengan berlakunya keputusan tersebut, negara bagian New South Wales hanya akan menerima 1.500 penumpang per minggu, sementara Australia Barat dan Queensland masing-masing menerima 500 orang.

Tidak ada perubahan untuk Victoria dan Australia Selatan yang jumlah penerimaannya selama ini masih rendah.

"Untuk negara bagian yang lebih kecil, Kawasan Ibukota Australia, Kawasan Australia Utara, dan Tasmania, sudah memiliki pengaturan sendiri untuk bandara mereka dan pemerintah pusat akan berhubungan langsung dengan mereka," kata PM Morrison.

Tes untuk petugas kebersihan dan juga sopir dari bandara

Selain itu PM Morrison juga mengumumkan perubahan aturan lain bagi para pekerja di hotel karantina seperti petugas kebersihan dan sopir bus yang membawa penumpang dari bandara, untuk menjalani tes setiap hari.

PM Morrison menyatakan dukungannya terhadap keputusan Pemerintah Queensland yang memberlakukan pembatasan sosial selama tiga hari untuk daerah Brisbane dan sekitarnya.

Lockdown dilakukan setelah seorang petugas kebersihan di hotel karantina mengembalikan hasil tes positif varian virus corona dari Inggris.

Pemerintah pusat telah menetapkan Brisbane sebagai zona berbahaya atau hotspot, menyusul keputusan beberapa negara bagian di Australia.

PM Morrison menganjurkan warga Brisbane untuk menetap di mana mereka berada.

"Jangan kembali ke rumah di negara bagian lain atau di bagian lain di negara bagian Anda," katanya.

Ia juga menyarankan warga yang ingin ke Brisbane untuk menunda rencana mereka.

Kepala Bidang Medis Profesor Paul Kelly yang juga mendukung keputusan lockdown di Brisbane, dengan mengatakan penting sekali mengambil tindakan yang "tegas dan cepat".

"Apa yang sudah kita lakukan di masa lalu, seluruh usaha mengontrol, tes, pelacakan dan isolasi, seluruh kesadaran pribadi yang kita lakukan menjadi tidak efektif bila virus ini menyebar di Australia."

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dan lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini

Ikuti berita seputar pandemi Australia dan lainnya di ABC Indonesia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Di Tengah Pandemi Permintaan Rumah di Australia Melonjak, Harganya Jadi Naik
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:31 WIB
Harga rumah di Australia mengalami kenaikan bulanan tertinggi sejak Agustus 2003, karena jumlah calo...
Lama-lama kadang ya capek juga: Tantangan Ilmuwan Indonesia Menghadapi Hoaks
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:31 WIB
Tugas ilmuwan di masa pandemi semakin berat, karena harus berhadapan dengan hoaks, disinformasi, ata...
Ratusan Siswi di Nigeria Diculik, Keluarga Cemas Menunggu Kabar Mereka
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Keluarga lebih dari 300 siswi yang diculik dari sekolahnya oleh orang-orang bersenjata minggu lalu t...
Vaksin COVID-19 Buatan Johnson & Johnson Cukup Satu Dosis. Apa Perbedaannya?
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Amerika Serikat sudah menyetujui penggunaan vaksin ketiga untuk menangani penularan virus COVID-19, ...
 Sudah Kangen Aku Belum?: Pidato Pertama Trump Sejak Tak Lagi Jadi Presiden
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
"Jadi, kalian sudah kangen aku belum?"Begitulah cara mantan presiden AS Donald Trump membuka pidato ...
Twitter Akan Hapus Akun yang Terus Sebarkan Informasi Palsu Soal COVID-19
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Usaha jaringan media sosial untuk memerangi berbagai informasi palsu atau yang sengaja menyesatkan m...
Protes di Myanmar Terus Berlanjut, Sudah Ribuan Warga Ditangkap Hingga Saat Ini
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Pemimpin Myanmar yang digulingkan Aung San Suu Kyi muncul di pengadilan ketika pada saat yang bersam...
Kopi Asal Indonesia Disukai di Australia, Tapi Volume Ekspornya Masih Rendah
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Warga Australia dikenal terobsesi dengan kopi, namun tidak sampai satu persen biji kopinya diproduks...
Di Tengah Pandemi COVID-19, Penghasilan Petani Australia Justru Meningkat
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Di tengah ketegangan hubungan dagang dengan China serta pandemi COVID-19, sektor pertanian Australia...
Revolusi Daur Ulang: Perempuan Australia Ubah Baju Bekas Jadi Bahan Marmer
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Veena Sahajwalla selalu melihat dengan seksama apa yang ada dalam kotak sampah di rumahnya, setiap k...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV