Brasil Menyatakan Tingkat Kemanjuran Vaksin COVID-19 Sinovac Mencapai 78 Persen
Elshinta
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Brasil Menyatakan Tingkat Kemanjuran Vaksin COVID-19 Sinovac Mencapai 78 Persen
ABC.net.au - Brasil Menyatakan Tingkat Kemanjuran Vaksin COVID-19 Sinovac Mencapai 78 Persen

Vaksin virus corona buatan China yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech China telah dinyatakan 78 persen efektif dalam uji coba tahap akhir di Brasil.

Para peneliti mengatakan uji coba tersebut juga tidak menemukan kasus COVID-19 yang menjadi parah, meskipun rincian data masih kurang sehingga ada seruan agar lebih transparan.

Direktur Butantan, pusat biomedis Brasil yang juga mitra penelitian dan produksi Sinovac, mengatakan hasil uji coba telah diserahkan ke regulator kesehatan Anvisa sebagai bagian dari permintaan penggunaan darurat vaksin.

"Mendapatkan data dan menganalisisnya akan dilakukan Anvisa," kata Cristina Bonorino, yang juga komite ilmiah Masyarakat Imunologi Brasil.

"Jika [hasil] itu juga yang akan mereka katakan, akan jadi hasil yang luar biasa," tambahnya.

Brasil dan Indonesia, yang masing-masing memiliki kasus COVID-19 terbanyak di Amerika Latin dan Asia Tenggara, sedang bersiap untuk meluncurkan vaksin yang disebut CoronaVac, bulan ini.

Presiden Joko Widodo dan para menteri Kabinet Indonesia Maju akan disuntik vaksin Covid-19 pada Rabu pekan depan (13/01) menggunakan vaksin buatan Sinovac, namun Wakil Presiden tidak akan ikut vaksinasi tahap awal ini.

Pemerintah Indonesia mengatakan fase pertama vaksinasi akan dilakukan dari Januari hingga April 2021 dengan memprioritaskan 1,3 juta tenaga kesehatan dan 17,4 juta pegawai negeri sipil di 34 provinsi.

Berbeda dengan negara lain yang memprioritaskan vaksinasi pada kelompok lanjut usia, prioritas penerima vaksin virus corona di Indonesia adalah kelompok usia produktif, yakni 18-59 tahun.

Epidemiolog Griffith University di Australia, dr Dicky Budiman mengatakan dari awal ia melihat jika Pemerintah sudah mengatur agar usia produktif yang lebih didahulukan.

"Walaupun dari awal tidak ada juga penjelasan resminya, tapi secara asumsi menunjukkan bahwa memang akan mengarah pada kelompok yang memiliki produktivitas secara ekonomi, produktivitas secara kehidupan sosial," ujarnya kepada Hellena Souisa dari ABC Indonesia.

"Kalau yang kita lihat yang Brasil, dia memasukan usia lanjut dalam metodologi. Artinya penyusunan ini, metodologi ini, dipengaruhi oleh tujuan," jelasnya.

[foto dicky]

Menurutnya setiap negara "sah-sah saja" memiliki perbedaan soal target penerima vaksin, namun jika ingin merujuk kepada hasil di Brasil, maka target kelompoknya juga harus sama.

Karenanya jika kemudian Indonesia merujuk pada hasil di Brasil, tapi tidak melibatkan warga lanjut usia, maka Indonesia akan menjadi "kontradiktif", ujarnya.

"Kalau misalnya merujuk ke Brasil, rujuk itu semuanya, enggak boleh mana yang menguntungkan," kata dr Dicky.

"Namanya riset harus murni atau bebas dari kepentingan dalam hal ini politik, ekonomi, dan sebagainya, sains seharusnya begitu."

Turki, Chili, Singapura, Ukraina, dan Thailand juga telah mencapai kesepakatan dengan Sinovac.

Di Turki data sementara untuk uji klinis Fase Ketiga, yang dirilis pada 24 Desember 2020 lalu, vaksin Sinovac ditemukan "91,25 persen efektif melawan virus corona" dengan relawan tidak menunjukkan efek samping yang signifikan.

Meskipun kemanjuran CoronaVac kurang dibawah tingkat keberhasilan vaksin dari Moderna Inc atau Pfizer Inc-BioNTech SE yang mencapai 95 persen, vaksin buatan China ini dilaporkan lebih mudah untuk diangkut dan dapat disimpan pada suhu lemari es normal.

Tingkat kemanjuran 78 persen juga jauh di atas patokan 50 hingga 60 persen.

Patokan ini ditetapkan oleh otoritas kesehatan global untuk vaksin yang dikembangkan pada awal pandemi COVID, dengan alasan kebutuhan yang mendesak.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Seperti Medan Perang: 18  Pengunjuk Rasa di Myanmar Tewas Tertembak Polisi
Selasa, 02 Maret 2021 - 12:42 WIB
Polisi Myanmar melepaskan tembakan langsung ke arah para pengunjuk rasa menewaskan belasan orang dal...
Di Tengah Pandemi Permintaan Rumah di Australia Melonjak, Harganya Jadi Naik
Selasa, 02 Maret 2021 - 12:42 WIB
Harga rumah di Australia mengalami kenaikan bulanan tertinggi sejak Agustus 2003, karena jumlah calo...
Lama-lama kadang ya capek juga: Tantangan Ilmuwan Indonesia Menghadapi Hoaks
Selasa, 02 Maret 2021 - 12:42 WIB
Tugas ilmuwan di masa pandemi semakin berat, karena harus berhadapan dengan hoaks, disinformasi, ata...
Ratusan Siswi di Nigeria Diculik, Keluarga Cemas Menunggu Kabar Mereka
Selasa, 02 Maret 2021 - 12:41 WIB
Keluarga lebih dari 300 siswi yang diculik dari sekolahnya oleh orang-orang bersenjata minggu lalu t...
Vaksin COVID-19 Buatan Johnson & Johnson Cukup Satu Dosis. Apa Perbedaannya?
Selasa, 02 Maret 2021 - 12:41 WIB
Amerika Serikat sudah menyetujui penggunaan vaksin ketiga untuk menangani penularan virus COVID-19, ...
 Sudah Kangen Aku Belum?: Pidato Pertama Trump Sejak Tak Lagi Jadi Presiden
Selasa, 02 Maret 2021 - 12:41 WIB
"Jadi, kalian sudah kangen aku belum?"Begitulah cara mantan presiden AS Donald Trump membuka pidato ...
Twitter Akan Hapus Akun yang Terus Sebarkan Informasi Palsu Soal COVID-19
Selasa, 02 Maret 2021 - 12:41 WIB
Usaha jaringan media sosial untuk memerangi berbagai informasi palsu atau yang sengaja menyesatkan m...
Protes di Myanmar Terus Berlanjut, Sudah Ribuan Warga Ditangkap Hingga Saat Ini
Selasa, 02 Maret 2021 - 12:41 WIB
Pemimpin Myanmar yang digulingkan Aung San Suu Kyi muncul di pengadilan ketika pada saat yang bersam...
Kopi Asal Indonesia Disukai di Australia, Tapi Volume Ekspornya Masih Rendah
Selasa, 02 Maret 2021 - 12:41 WIB
Warga Australia dikenal terobsesi dengan kopi, namun tidak sampai satu persen biji kopinya diproduks...
Di Tengah Pandemi COVID-19, Penghasilan Petani Australia Justru Meningkat
Selasa, 02 Maret 2021 - 12:40 WIB
Di tengah ketegangan hubungan dagang dengan China serta pandemi COVID-19, sektor pertanian Australia...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV