Kongres AS Resmi Sahkan Kemenangan Biden, Ada Usulan Trump Segera Dilengserkan
Elshinta
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Kongres AS Resmi Sahkan Kemenangan Biden, Ada Usulan Trump Segera Dilengserkan
ABC.net.au - Kongres AS Resmi Sahkan Kemenangan Biden, Ada Usulan Trump Segera Dilengserkan

Setelah kerusuhan dengan massa menyerbu masuk ke gedung parlemen Amerika Serikat di Washington DC, Kongres yang bersidang sudah menetapkan dengan resmi jika Joe Biden adalah presiden terpilih Amerika Serikat.

  • Presiden Trump menyampaikan pidato berisi kecaman pada para perusuh
  • Ketua DPR Nancy Pelosi mendukung usaha pelengseran Donald Trump segera
  • Beberapa perusuh yang diketahui identitasnya sudah dipecat oleh tempat mereka bekerja

Dalam 24 jam terakhir sejak sekelompok orang masuk ke gedung Capitol tanpa izin untuk pertama kalinya, ratusan orang ditangkap dan empat orang sejauh ini dilaporkan tewas dalam insiden kerusuhan melibatkan pendukung Presiden Donald Trump.

Massa yang masuk sebelumnya mendengarkan pernyataan Presiden Trump yang mengatakan tidak akan mengakui kekalahan dalam pemilu di akun sosial media termasuk Twitter, Facebook dan Instagram.

Twitter sebelumnya mengunci akun Twitter Presiden Trump selama 12 jam, Facebook dan Instagram lebih lama lagi selama dua minggu sampai masa jabatannya berakhir 20 Januari dan mungkin juga akan selamanya.

Setelah kejadian yang disiarkan langsung ke seluruh dunia tersebut, beberapa pembantu dekat Presiden Trump menyampaikan pernyataan jika mereka mengundurkan diri dari jabatan masing-masing.

Penyerahan kekuasaan yang teratur

Sidang Kongres yang merupakan sidang gabungan antara anggota DPR dan Senat Amerika Serikat di Gedung Capitol sempat terhenti selama enam jam ketika massa masuk ke gedung dan bentrok dengan petugas keamaan.

Setelah keadaan terkendali, sidang dillanjutkan dengan pembahasan hasil dari semua negara bagian, dengan beberapa keberatan dari kalangan Partai Republik.

Sidang mengesahkan kemenangan Presiden terpilih Joe Biden dengan suara 306-232 suara elektoral dari semua negara bagian.

Walau sebelumnya Presiden Trump mengatakan tidak akan mengakui kekalahan, namun setelah kerusuhan, Gedung Putih mengeluarkan pernyataan jika penyerahan kekuasaan pada tanggal 20 Januari akan berlangsung teratur.

"Meski saya sepenuhnya tidak setuju dengan hasil pemilihan, akan ada penyerahan kekuasaan dengan baik tanggal 20 Januari," kata Presiden Trump yang disampaikan dalam pernyataan lewat seorang stafnya di Twitter.

Hari Kamis malam waktu setempat, Presiden Trump menyampaikan pernyataan langsung lewat rekaman video yang dimuat di Twitter, setelah penguncian akunnya habis masa berlakunya.

Presiden Trump mengatakan dia "marah dengan kekerasan, ketidakpatuhan hukum dan kekacauan yang terjadi" dan menambahkan "satu-satunya tujuan adalah untuk memastikan integritas pemilihan" dan "membela demokrasi Amerika".

"Amerika adalah dan harus selalu menjadi negara yang patuh hukum dan peraturan."

"Para pengunjuk rasa yang masuk ke gedung parlemen telah mencemarkan bangku demokrasi Amerika.

"Bagi kalian yang terlibat dalam tindak kekerasan dan penghancuran, kalian tidak mewakili negara ini."

"Dan bagi mereka yang melanggar hukum, Anda akan membayarnya." kata Trump.

Dampak dari kejadian kerusuhan di Gedung Capitol membuat Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi mendukung tokoh senior dari Partai Demokrat lainya menyerukan agar Presiden Trump segera dilengserkan.

Pelosi menggambarkan penyerbuan massa itu sebagai "pemberontakan bersenjata terhadap Amerika".

Ia juga mengatakan Presiden Trump berperan dalam menimbulkan kerusuhan, sebagai tindakan penghasutan dan Amandemen Nomor 25 harus digunakan untuk melengserkan Trump dari jabatannya.

"Dengan menlakukan tindakan penghasutan ini, Presiden sudah melakukan tindakan yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata terhadap bangsa dan rakyat kita," kata Pelosi.

"Bila Wakil Presiden (Mike Pence) dan Kabinet tidak bertindak, Kongres mungkin akan bersiap melangkah untuk pelengseran. Pendapat untuk melakukan ini kuat sekali di daerah pemilihan saya."

Beberapa perusuh sudah dipecat dari pekerjaan

Setelah kerusuhan di Gedung Capitol, polisi mengatakan telah menahan 68 orang dan 57 petugas polisi mengalami cedera.

Empat orang meninggal termasuk seorang perempuan yang tewas setelah mengalami luka tembakan yang berasal dari petugas keamanan.

Badan Penyelidik Federal (FBI) sudah menyebarkan gambar-gambar mereka yang berada di gedung parlemen dan meminta publik untuk memberikan informasi bila mereka mengetahui identitas.

Menurut kantor berita Reuters, beberapa dari para perusuh tersebut sekarang sudah dipecat dari pekerjaan mereka, setelah identitas mereka diungkapkan di media sosial.

Sementara itu seorang pejabat Departemen Kehakiman AS mengatakan para perusuh yang ditangkap bisa dikenai tuduhan penghasutan, selain juga tindak kerusuhan, dan pembangkangan.

Dalam penjelasan kepada pers, Pejabat Jaksa Agung AS Michael Sherwin mengatakan para anggota polisi yang menjaga Gedung Parlemen akan diwawancarai sebagai saksi.

Kepala Polisi Capitol yang bertanggung jawab atas keamanan Gedung Capitol, Steven Sund, mengumumkan pengunduran diri mulai tanggal 16 Januari.

Steven mengatakan polisi semula sudah mempersiapkan diri adanya unjuk rasa mengenai kebebasan berpendapat, namun tidak menduga adanya tindak kekerasan.

Dia mengatakan belum pernah melihat kejadian seperti ini selama 30 tahun kariernya di bidang penegakan hukum.

Steven Sund mengundurkan diri setelah Ketua DPR Nancy Pelosi memintanya untuk mundur.

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dengan rangkuman dari berbagai sumber kantor berita.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Di Tengah Pandemi Permintaan Rumah di Australia Melonjak, Harganya Jadi Naik
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:31 WIB
Harga rumah di Australia mengalami kenaikan bulanan tertinggi sejak Agustus 2003, karena jumlah calo...
Lama-lama kadang ya capek juga: Tantangan Ilmuwan Indonesia Menghadapi Hoaks
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:31 WIB
Tugas ilmuwan di masa pandemi semakin berat, karena harus berhadapan dengan hoaks, disinformasi, ata...
Ratusan Siswi di Nigeria Diculik, Keluarga Cemas Menunggu Kabar Mereka
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Keluarga lebih dari 300 siswi yang diculik dari sekolahnya oleh orang-orang bersenjata minggu lalu t...
Vaksin COVID-19 Buatan Johnson & Johnson Cukup Satu Dosis. Apa Perbedaannya?
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Amerika Serikat sudah menyetujui penggunaan vaksin ketiga untuk menangani penularan virus COVID-19, ...
 Sudah Kangen Aku Belum?: Pidato Pertama Trump Sejak Tak Lagi Jadi Presiden
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
"Jadi, kalian sudah kangen aku belum?"Begitulah cara mantan presiden AS Donald Trump membuka pidato ...
Twitter Akan Hapus Akun yang Terus Sebarkan Informasi Palsu Soal COVID-19
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Usaha jaringan media sosial untuk memerangi berbagai informasi palsu atau yang sengaja menyesatkan m...
Protes di Myanmar Terus Berlanjut, Sudah Ribuan Warga Ditangkap Hingga Saat Ini
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Pemimpin Myanmar yang digulingkan Aung San Suu Kyi muncul di pengadilan ketika pada saat yang bersam...
Kopi Asal Indonesia Disukai di Australia, Tapi Volume Ekspornya Masih Rendah
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Warga Australia dikenal terobsesi dengan kopi, namun tidak sampai satu persen biji kopinya diproduks...
Di Tengah Pandemi COVID-19, Penghasilan Petani Australia Justru Meningkat
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Di tengah ketegangan hubungan dagang dengan China serta pandemi COVID-19, sektor pertanian Australia...
Revolusi Daur Ulang: Perempuan Australia Ubah Baju Bekas Jadi Bahan Marmer
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Veena Sahajwalla selalu melihat dengan seksama apa yang ada dalam kotak sampah di rumahnya, setiap k...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV