Brisbane Lockdown Tiga Hari Untuk Hentikan Penularan Jenis Baru Virus Corona
Elshinta
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Brisbane Lockdown Tiga Hari Untuk Hentikan Penularan Jenis Baru Virus Corona
ABC.net.au - Brisbane Lockdown Tiga Hari Untuk Hentikan Penularan Jenis Baru Virus Corona

Terhitung pukul 18:00 malam ini waktu setempat, warga di Brisbane, Logan, Ipswich, Moreton dan Redlands harus diam di rumah sampai pukul 18:00 hari Senin.

Keputusan tersebut diambil setelah seorang petugas kebersihan di hotel karantina Brisbane mengembalikan hasil tes positif tertular jenis baru virus corona asal Inggris dan sudah beraktivitas selama lima hari.

Semua warga di daerah di kawasan tersebut hanya bisa keluar jika harus melakukan pekerjaan esensial, membantu merawat orang rentan, atau harus berbelanja atau olahraga di sekitar rumah.

Masker wajib digunakan warga yang harus keluar rumah, dengan pengecualian bagi anak-anak di bawah usia 12 tahun.

Restoran dan kafe akan dipaksa untuk hanya menyediakan layanan takeaway, sementara bioskop, gereja, tempat hiburan dan rekreasi, termasuk pusat olahraga dan kebugaran tutup.

Pemakaman hanya boleh dihadiri 20 orang, sementara pernikahan 10 orang dan semua bisnis harus menerapkan aturan satu orang per 4 meter persegi.

Premier Queensland, Annastacia Palaszczuk mengatakan keputusan lockdown tersebut memang keras, namun penting untuk diberlakukan.

"Anggap saja ini adalah waktunya berlibur panjang di rumah, ini harus dilakukan," katanya.

"Kalau kita tidak melakukannya, kita mungkin saja harus menjalankan lockdown 30 hari."

Warga yang tinggal di daerah lockdown hanya boleh menerima dua orang pengunjung di rumah mereka, yang datang karena "alasan penting".

Dr Jeannette Young, Chief Health Officer di Queensland mendukung aksi tanggap tersebut.

"Sudah terlambat seandainya saya berdiri di sini dan memberitahu kalian semua jika kita punya 10 kasus dan mereka semua sudah menularkannya pada warga," katanya.

"Kita harus bergerak cepat sebelum ada kasus baru."

Tempat yang sudah dikunjungi oleh kasus positif:

  • Kereta dari Altadi Station ke Roma Street pukul 7:00 Sabtu, 2 Januari
  • Kereta dari Central Station ke Altandi Station pukul 16:00 Sabtu, 2 Januari
  • Woolworths di Calamvale Central Shopping Centre antara pukul 11:00 dan tengah hari, Minggu 3 Januari
  • Coles di Sunnybank Hills antara pukul 07:30 sampai 08:00 Selasa, 5 Januari
  • Newsagency di Sunnybank Hills, sudut Compton Road, antara pukul 8:00 dan 8:15 Selasa, 5 Januari

Komisaris Polisi Katarina Carroll mengatakan warga harus menaati aturan yang ada "dengan sangat serius", dan menambahkan pihaknya akan mengerahkan polisi untuk mengawasi lockdown.

Warga yang tidak mengenakan masker juga akan dikenakan denda A$200 (Rp2,1 juta).

"Kami akan melakukan patroli tambahan, pencegatan acak, dan memastikan semua warga menaati aturan yang ada."

Queensland mencatat sembilan tambahan kasus baru sejak kemarin malam, setelah 13.000 tes dilakukan. Seluruh kasus penularan ada dalam hotel karantina.

Tasmania dan Australia Utara menyebut Brisbane daerah berisiko tinggi

Tasmania telah menyebut daerah Brisbane dan sekitarnya yang mengalami lockdown sebagai daerah dengan risiko tinggi dan melarang pelaku perjalanan dari daerah tersebut untuk masuk ke sana.

Perjalanan ke Tasmania tanpa izin dari tempat berisiko tinggi di Brisbane tidak boleh dilakukan.

"Pelaku perjalanan yang sempat pergi ke daerah Brisbane dan sekitarnya sejak 2 Januari dan tiba di Tasmania dari hari ini harus melakukan karantina 14 hari," ujar Premier Tasmania, Peter Gutwein.

Sementara itu, Pemerintah Australia Utara juga menyebut daerah Brisbane dan sekitarnya sebagai hotspot COVID-19.

Premier Michael Gunner mengatakan "berarti siapapun yang tiba di Australia Utara hari ini dan pernah ke daerah tersebut harus melakukan karantina wajib selama dua minggu".

"Sayangnya, saat ini ada pesawat dari Brisbane yang akan mendarat di Yulara dan Darwin," kata Michael.

"Penumpang penerbangan ini akan diberikan pilihan untuk kembali ke Brisbane atau melakukan karantina wajib."

Pemerintah New South Wales (NSW) juga mewajibkan warganya yang pernah mengunjungi daerah di Brisbane sejak tanggal 2 Januari untuk melakukan isolasi hingga 11 Januari pukul 19:00.

Australia Barat meragukan aturan bebas karantina

Di sisi lain, Australia Barat meragukan aturan bebas karantina bagi warga Queensland yang masih berlaku dan masih menunggu nasihat kesehatan terkait kondisi Queensland.

Premier Australia Barat, Mark McGowan akan membicarakan hal ini lebih lanjut hari ini, setelah rapat Kabinet Nasional.

"Dengan aturan ketat di perbatasan, perubahan yang mungkin akan terjadi dapat diimplementasikan dengan cepat jika itu yang harus dilakukan," katanya dalam pernyataan resmi.

Dua bulan terakhir, Australia Barat telah menerapkan aturan ketat terkait [erbatasan kepada Australia Selatan, Victoria, dan New South Wales karena adanya penularan baru di ketiga negara bagian tersebut.

Warga yang tiba dari Victoria dan Australia Selatan, misalnya, diwajibkan untuk melakukan karantina 14 hari terhitung hari ketibaan.

Diproduksi oleh Natasya Salim dari beberapa artikel ABC News.

Ikuti berita seputar pandemi Australia dan lainnya di ABC Indonesia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Di Tengah Pandemi Permintaan Rumah di Australia Melonjak, Harganya Jadi Naik
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:31 WIB
Harga rumah di Australia mengalami kenaikan bulanan tertinggi sejak Agustus 2003, karena jumlah calo...
Lama-lama kadang ya capek juga: Tantangan Ilmuwan Indonesia Menghadapi Hoaks
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:31 WIB
Tugas ilmuwan di masa pandemi semakin berat, karena harus berhadapan dengan hoaks, disinformasi, ata...
Ratusan Siswi di Nigeria Diculik, Keluarga Cemas Menunggu Kabar Mereka
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Keluarga lebih dari 300 siswi yang diculik dari sekolahnya oleh orang-orang bersenjata minggu lalu t...
Vaksin COVID-19 Buatan Johnson & Johnson Cukup Satu Dosis. Apa Perbedaannya?
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Amerika Serikat sudah menyetujui penggunaan vaksin ketiga untuk menangani penularan virus COVID-19, ...
 Sudah Kangen Aku Belum?: Pidato Pertama Trump Sejak Tak Lagi Jadi Presiden
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
"Jadi, kalian sudah kangen aku belum?"Begitulah cara mantan presiden AS Donald Trump membuka pidato ...
Twitter Akan Hapus Akun yang Terus Sebarkan Informasi Palsu Soal COVID-19
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Usaha jaringan media sosial untuk memerangi berbagai informasi palsu atau yang sengaja menyesatkan m...
Protes di Myanmar Terus Berlanjut, Sudah Ribuan Warga Ditangkap Hingga Saat Ini
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Pemimpin Myanmar yang digulingkan Aung San Suu Kyi muncul di pengadilan ketika pada saat yang bersam...
Kopi Asal Indonesia Disukai di Australia, Tapi Volume Ekspornya Masih Rendah
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Warga Australia dikenal terobsesi dengan kopi, namun tidak sampai satu persen biji kopinya diproduks...
Di Tengah Pandemi COVID-19, Penghasilan Petani Australia Justru Meningkat
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Di tengah ketegangan hubungan dagang dengan China serta pandemi COVID-19, sektor pertanian Australia...
Revolusi Daur Ulang: Perempuan Australia Ubah Baju Bekas Jadi Bahan Marmer
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:30 WIB
Veena Sahajwalla selalu melihat dengan seksama apa yang ada dalam kotak sampah di rumahnya, setiap k...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV