Awak Kapal Asal Indonesia yang Ditahan di Iran Dikatakan Dalam Kondisi Baik
Elshinta
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:55 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Awak Kapal Asal Indonesia yang Ditahan di Iran Dikatakan Dalam Kondisi Baik
ABC.net.au - Awak Kapal Asal Indonesia yang Ditahan di Iran Dikatakan Dalam Kondisi Baik

Kedutaan Besar RI di Tehran, Iran, mengatakan terus melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk memastikan keberadaan dan kondisi dua warga Indonesia yang menjadi anak buah kapal yang ditahan Iran.

Dalam laporan sebelumnya diketahui ada dua awak kapal asal Indonesia di kapal Hankook Chemi, sebuah kapal tanker kimia berbendera Korea Selatan yang ditahan pihak otoritas Iran, Senin kemarin.

Dalam pernyataannya, KBRI Tehran mengatakan sudah mengeluarkan nota diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri Iran untuk meminta klarifikasi keberadaan dan meminta akses untuk melakukan komunikasi dengan kedua warga Indonesia tersebut.

Disebutkan jika pihak dari Kementerian Luar Negeri Iran telah mengunjungi kapal Hankook Chemi.

"[Kemenlu Iran menyatakan] seluruh kru termasuk kedua WNI ABK saat ini berada dalam kondisi baik dan sehat," demikian pernyataan KBRI Tehran yang diunggah Rabu kemarin (06/01).

Diketahui kapal tanker kimia tersebut ditahan Pengawal Revolusi Iran di Teluk Persia.

Para awak dalam kapal tersebut diketahui berasal dari Indonesia, Korea Selatan, Vietnam, dan Myanmar.

Penahanan kapal terjadi di tengah ketegangan antara Iran dan Korea Selatan terkait dengan pembekuan dana Iran di bank-bank Korea Selatan akibat sanksi dari Amerika Serikat.

Namun, beberapa media di Iran, termasuk kantor berita Tasnim, melaporkan alasan Pengawal Revolusi Iran menahan kapal karena dianggap telah mencemarkan kawasan Teluk dengan bahan kimia.

Kapal ditahan karena mengulangi pelanggaran lingkungan

Rabu kemarin, Kementerian Luar Negeri Iran menyerukan agar Korea Selatan bertindak logis dan bertanggung jawab dalam menangani penahanan kapal tersebut.

"Seperti yang diumumkan sebelumnya, masalah dengan kapal Korea Selatan itu sepenuhnya teknis," ujar juru bicara Menlu Iran, Saeed Khatibzadeh, seperti yang dikutip ABC Indonesia dari situs Tasnim.

"Seperti semua negara, Republik Islam Iran sangat sensitif dalam melindungi lingkungan perairannya dan menangani setiap pelanggaran sesuai dengan hukum," kata Menlu Saeed.

"Sebagai otoritas yang bertanggung jawab atas masalah ini, Pelabuhan dan Organisasi Maritim Iran secara profesional mencoba menawarkan bantuan yang diperlukan kepada kapal dan awaknya, dan akan menginformasikan kepada publik tentang hal itu," katanya.

Media tersebut juga melaporkan kapal tanker tersebut membawa 7.200 ton bahan kimia dan penahanan dilakukan karena "mengulangi pelanggaran peraturan lingkungan."

Sementara itu Korea Selatan mengatakan akan mengirimkan delegasi untuk membebaskan kapal yang ditahan bersama 20 awak kapalnya.

Kapal Hankook Chemi sedang berlayar dari Jubail, Arab Saudi menuju Fujairah di Uni Emirat Arab, saat didekati oleh Pengawal Revolusi, menurut Ri Il-su, pihak dari perusahaan DM Shipping Co., yang memiliki kapal tersebut.

Kemudian mereka memaksa kapal untuk mengubah arah dan berlayar ke Iran, seperti yang dilaporkan New York Times.

"Pasukan Iran mengatakan mereka datang untuk penyelidikan, tetapi tidak menjawab pertanyaan tentang apa penyelidikan itu," kata Ri kepada New York Times.

Pemilik kapal juga mengaku jika komunikasi kapal dengan pihaknya telah diputus, namun mereka tetap menerima pemberitahuan keamanan anti pembajakan kapal yang dikirim kapten ke markas kapal.

Penahanan kapal tanker juga terjadi di hari yang sama ketika Iran mengumumkan kembali melakukan pengayaan uranium 20 persen di fasilitas nuklir bawah tanah.

Artinya, Iran telah melanggar kesepakatan nuklir tahun 2015 dengan negara-negara adidaya dan kemungkinan mempersulit usaha yang akan dilakukan Presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden untuk kembali berunding dengan Iran.

Artikel ini diproduksi oleh Erwin Renaldi

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Seperti Medan Perang: 18  Pengunjuk Rasa di Myanmar Tewas Tertembak Polisi
Selasa, 02 Maret 2021 - 12:42 WIB
Polisi Myanmar melepaskan tembakan langsung ke arah para pengunjuk rasa menewaskan belasan orang dal...
Di Tengah Pandemi Permintaan Rumah di Australia Melonjak, Harganya Jadi Naik
Selasa, 02 Maret 2021 - 12:42 WIB
Harga rumah di Australia mengalami kenaikan bulanan tertinggi sejak Agustus 2003, karena jumlah calo...
Lama-lama kadang ya capek juga: Tantangan Ilmuwan Indonesia Menghadapi Hoaks
Selasa, 02 Maret 2021 - 12:42 WIB
Tugas ilmuwan di masa pandemi semakin berat, karena harus berhadapan dengan hoaks, disinformasi, ata...
Ratusan Siswi di Nigeria Diculik, Keluarga Cemas Menunggu Kabar Mereka
Selasa, 02 Maret 2021 - 12:41 WIB
Keluarga lebih dari 300 siswi yang diculik dari sekolahnya oleh orang-orang bersenjata minggu lalu t...
Vaksin COVID-19 Buatan Johnson & Johnson Cukup Satu Dosis. Apa Perbedaannya?
Selasa, 02 Maret 2021 - 12:41 WIB
Amerika Serikat sudah menyetujui penggunaan vaksin ketiga untuk menangani penularan virus COVID-19, ...
 Sudah Kangen Aku Belum?: Pidato Pertama Trump Sejak Tak Lagi Jadi Presiden
Selasa, 02 Maret 2021 - 12:41 WIB
"Jadi, kalian sudah kangen aku belum?"Begitulah cara mantan presiden AS Donald Trump membuka pidato ...
Twitter Akan Hapus Akun yang Terus Sebarkan Informasi Palsu Soal COVID-19
Selasa, 02 Maret 2021 - 12:41 WIB
Usaha jaringan media sosial untuk memerangi berbagai informasi palsu atau yang sengaja menyesatkan m...
Protes di Myanmar Terus Berlanjut, Sudah Ribuan Warga Ditangkap Hingga Saat Ini
Selasa, 02 Maret 2021 - 12:41 WIB
Pemimpin Myanmar yang digulingkan Aung San Suu Kyi muncul di pengadilan ketika pada saat yang bersam...
Kopi Asal Indonesia Disukai di Australia, Tapi Volume Ekspornya Masih Rendah
Selasa, 02 Maret 2021 - 12:41 WIB
Warga Australia dikenal terobsesi dengan kopi, namun tidak sampai satu persen biji kopinya diproduks...
Di Tengah Pandemi COVID-19, Penghasilan Petani Australia Justru Meningkat
Selasa, 02 Maret 2021 - 12:40 WIB
Di tengah ketegangan hubungan dagang dengan China serta pandemi COVID-19, sektor pertanian Australia...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV