Pemimpin Agung Iran Larang Vaksin dari AS, Inggris
Elshinta
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Pemimpin Agung Iran Larang Vaksin dari AS, Inggris
VOA Indonesia - Pemimpin Agung Iran Larang Vaksin dari AS, Inggris
Pemimpin Agung Iran Ayatollah Ali Khamenei, Jumat (8/1), melarang Iran mengimpor vaksin COVID-19 buatan Pfizer-BioNTech dari Amerika dan AstraZeneca dari Inggris, sebuah sikap yang mencerminkan ketidakpercayaan negara itu terhadap Barat. Dalam pidato yang disiarkan televisi, ia mengatakan impor vaksin Amerika dan Inggris “dilarang setelah mempertimbangkan tingginya jumlah kematian akibat virus itu di kedua negara tersebut. "Saya benar-benar tidak mempercayai mereka," kata Khamenei tentang AS dan Inggris. “Kadang-kadang mereka ingin menguji vaksin mereka di negara-negara lain,” tambahnya. Khamenei juga mengatakan, ia tidak optimistis dengan vaksin buatan Perancis. Meski demikian, Khamenei menyetujui impor vaksin dari negara-negara lain yang dianggapnya "aman”, dan tetap mendukung upaya Iran untuk memproduksi vaksin buatan sendiri. Iran mulai menguji vaksin buatan dalam negerinya pada manusia Desember lalu. Produk tersebut diperkirakan akan memasuki pasar lokal pada musim semi mendatang Kelompok-kelompok garis keras di Iran telah lama menentang vaksin buatan AS. Garda Revolusi Iran, Desember lalu, menolak sama sekali penggunaan vaksin buatan luar negeri. Jenderal Mohammad Reza Naghdi mengatakan, Garda itu tidak merekomendasikan injeksi vaksin asing yang mengandung materi genetik yang disebut messenger RNA, yang menginstruksikan sel untuk membuat protein. Pernyataan pihak berwenang Iran ini muncul menyusul laporan-laporan yang menyebutkan bahwa sejumlah dermawan yang berbasis di AS berencana untuk mengirimkan ribuan dosis vaksin Pfizer-BioNTech ke Iran. Iran memiliki akses untuk mendapatkan vaksin meski dikenai banyak sanksi, termasuk melalui partisipasinya dalam skema pembiayaan COVAX yang dirancang untuk menjamin akses global yang cepat dan merata terhadap vaksin COVID-19. Meski demikian, bank-bank dan lembaga-lembaga keuangan internasional enggan berurusan dengan Iran karena takut akan mendapat hukuman dari AS. [ab/uh]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Perancis Suntik Vaksin AstraZeneca untuk Lansia Usia 65 Tahun
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:28 WIB
Perancis kini akan memvaksinasi warga berusia 65 tahun ke atas dengan vaksin COVID-19 yang dikembang...
Finlandia Kembali Berlakukan Keadaan Darurat karena Lonjakan Infeksi COVID-19
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:28 WIB
Pemerintah Finlandia kembali memberlakukan keadaan darurat, yang berdampak pada penutupan sejumlah r...
Ahli Epidemiologi Duga Varian Baru Virus Corona Sudah Banyak Tersebar di Indonesia
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:28 WIB
Pemerintah telah mendeteksi dua kasus varian baru virus corona B117 yang berasal dari Inggris. Namun...
Kawanan Pria Bersenjata Bunuh 3 Pekerja Media Perempuan Afghanistan
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:28 WIB
Sejumlah pejabat di Afghanistan, Selasa (2/3) menyatakan sekelompok pria bersenjata tak dikenal tela...
AS Umumkan Sejumlah Sanksi atas Peran Rusia dalam Serangan terhadap Navalny
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:28 WIB
Pemerintahan Biden, Selasa (2/3) mengumumkan sejumlah sanksi terhadap beberapa warga Rusia terkait p...
Nigeria Terima 4 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Melalui COVAX
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:28 WIB
Nigeria, Selasa (3/2) menerima hampir empat juta dosis vaksin COVID-19, gelombang pertama negara itu...
RSF Gugat Putra Mahkota Saudi terkait Pembunuhan Jurnalis Khashoggi
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:28 WIB
Kelompok pemantau media “Reporters Without Borders” hari Selasa (2/3) mengatakan mereka telah me...
Perancis dan Sekutu akan Ajukan Protes Aktivitas Nuklir Iran ke IAEA
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:28 WIB
Perancis dan negara-negara Barat mitranya berencana melanjutkan protes dalam beberapa hari mendatang...
Dubes AS untuk PBB Tuntut Informasi soal Tahanan Suriah
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:28 WIB
Duta Besar AS untuk PBB, Selasa (2/3) menuntut Suriah untuk mengumumkan status para tahanan dan meng...
Perusahaan Merck Bersedia Bantu Produksi Vaksin Johnson & Johnson
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:28 WIB
Raksasa perusahaan farmasi AS, Merck bersedia membantu pesaingnya Johnson & Johnson dalam pembuatan ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV