Dinner For One: Film Komedi Tradisi Tahun Baru di Jerman
Elshinta
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:56 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Dinner For One: Film Komedi Tradisi Tahun Baru di Jerman
DW.com - Dinner For One: Film Komedi Tradisi Tahun Baru di Jerman

Miss Sophie yang jelita (diperankan oleh aktris May Warden) sedang merayakan ulang tahun yang ke-90. Seperti biasa setiap tahunnya, Miss Sophie mengundang teman-teman terdekatnya: Sir Toby, Admiral von Schneider, Tuan Pommeroy, dan Tuan Winterbottom.

Sayangnya, semua orang yang diundang telah meninggal dunia. Tapi untung ada kepala pelayan rumah tangga yang setia, James, diperankan oleh Freddie Frinton. James yang juga telah berusia lanjut ini tidak hanya menyajikan makan malam dan minuman beralkohol, tetapi juga berperan sebagai para tamu. Peran inilah yang diinginkan Miss Sophie setiap tahunnya, seperti yang berulang kali James tanyakan kepadanya.

“Prosedur yang sama seperti tahun lalu, Miss Sophie?” kata James memastikan.

Jawaban yang dia dapatkan selalu: “Prosedur yang sama seperti setiap tahun, James,” jawab Miss Sophie.

Demikianlah, sebelum tiap makanan disajikan, James yang berperan sebagai setiap tamumenyampaikan ucapan selamat dan bersulang untuk Miss Sophie. Tiap kali pula, James menenggak habis minuman di setiap gelas tamu-tamu yang ia perankan. Setiap gelas minuman habis, James semakin mabuk. Sketsa adegan sekitar 18 menit ini dibumbui lelucon dan James yang berulang kali tersandung karpet kulit harimau yang terhampar di lantai.

Masuk catatan rekor Guinness

Bagi jutaan pemirsa televisi di Jerman, menonton Dinner for One sudah menjadi tradisi di setiap malam tahun baru. Sama seperti tradisi memakan hidangan fondue, raclette, mencairkan timah atau, sebelum pandemi, menyalakan petasan atau kembang api.

Sejak 1972, sketsa yang difilmkan oleh lembaga penyiaran Norddeutscher Rundfunk (NDR) pada tahun 1963 ini selalu disiarkan pada tanggal 31 Desember setiap tahun. Saking seringnya film itu diputar ulang, Guinness Book of Records mencatanya sebagai pertunjukan yang paling sering diputar ulang di seluruh dunia. Dan rating-nya masih tinggi. Sebagai contoh, pada malam tahun baru 2017, lebih dari 12 juta orang Jerman, tua maupun muda, duduk manis menonton Dinner for One.

Dinner for One kini bisa disebut sebagai kultus. Kenapa? Di satu sisi, tentu saja, karena dimainkan dengan sangat baik oleh Frinton dan Warden. Ide cerita ini sebenarnya telah ada sejak tahun 1950-an, namun baru bisa direalisasikan tahun 1963. Dialognya mengena, tiap gestur dan mimik para pemainnya juga tepat.

Populer di berbagai negara

Alasan lain di balik suksesnya komedi ini adalah lanskap pertelevisian Jerman di tahun 1970-an. “Saat itu jumlah program televisi jauh lebih sedikit, jadi lebih mudah untuk menetapkan sebuah acara sebagai tradisi. Tiap tahunnya Dinner for One dapat dikaitkan dengan perayaan malam tahun baru,” Christina Bartz, ilmuwan media di Universitas Paderborn, Jerman, menjelaskan fenomena tersebut. “Dari sana, tradisi kemudian berubah menjadi pengalaman media yang umum.”

Tidak hanya di Jerman, tradisi menonton Dinner for One juga banyak dilakukan di negara seperti Swiss, Austria, Swedia, Denmark, Luksemburg, Belgia, Estonia, bahkan Australia. Tapi lucunya di Inggris Raya sendiri, negara asal Freddie Frinton dan May Warden, komedi ini baru pertama kali diputar pada tahun 2018 di saluran TV berbayar, Sky Arts.

Pada tahun yang sama di Jerman, pasangan yang menawan hati jutaan pemirsa ini menerima penghargaan istimewa: bulan Oktober, Deutsche Post mengeluarkan seri perangko khusus Dinner for One bergambar adegan film itu.

Sempat beredar rumor bahwa lembaga penyiaran ARD akan berhenti menayangkannya. ARD menyangkal rumor ini dan mengatakan akan tetap menayangkannya, juga untuk tahun-tahun mendatang. Sama seperti yang dikatakan Miss Sophie: “Prosedur yang sama seperti setiap tahun, James." (ae/hp)



Di saat pandemi, banyak orang terpaksa merayakan tahun baru tanpa keramaian. Film "Dinner for One" yang jadi tontonan tradisi Jerman pada malam tahun baru mungkin bisa jadi hiburan, atau bahkan inspirasi.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dipimpin Perempuan, Misi Luar Angkasa Emirat Sukses Masuki Orbit Mars
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
Misi pertama ke Mars yang diluncurkan oleh Uni Emirat Arab (UEA) memasuki orbit planet itu pada hari...
Tianwen-1 Sukses Mengorbit, Cina Siap Ungkap Kondisi Bawah Permukaan Mars
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
Misi luar angkasa tidak pernah mudah, baik ketika Anda mengirim astronot yang hanya berjarak 400 kil...
Toilet Ekologis Solusi bagi Kawasan Kurang Air Bersih
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
Buruknya sanitasi di kalangan penduduk miskin seringkali berkaitan dengan minimnya akses air bersih ...
Teknologi Pendeteksi Wajah dan Kaitannya dengan Evolusi
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
Hampir tidak ada lagi gedung atau ruang publik yang tidak diawasi oleh kamera pengawas. Namun teknol...
Mencegah Pemborosan dengan Konsep Makanan
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
Ketika industri makanan membuang jutaan ton bahan pangan setiap tahunnya, sejumlah restoran mulai me...
Jerman Rayakan 1.700 Tahun Sejarah Kehidupan Yahudi
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
Pada tahun 321, Kaisar Romawi, Konstantin, akhirnya mengizinkan kaum Yahudi bekerja untuk pemerintah...
Bagaimana Kehidupan Komunitas Yahudi di Jerman Setelah Holocaust?
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
Sudah ada lebih dari 200.000 orang dan terus bertambah, komunitas Yahudi Jerman adalah satu-satunya ...
Galeri Foto: Alih Profesi Akibat Pandemi
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
COVID-19 meninggalkan sejumlah kisah duka. Selain kehilangan anggota keluarga, ada pula yang kehilan...
Penenun India Beralih ke Alat Tenun Tradisional untuk Lindungi Lingkungan
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
Di desa Chithode di wilayah Tamil Nadu, India, udara dipenuhi cericit nyanyian burung dan bunyi klik...
Seni Memupus Takut: Kisah Transpuan Migran Berkulit Hitam di Portugal
Rabu, 24 Februari 2021 - 08:27 WIB
Aquila Correia merasa selangkah lebih dekat mewujudkan mimpinya ketika dinyatakan lolos di beberapa ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV