Di Tengah Pandemi Permintaan Rumah di Australia Melonjak, Harganya Jadi Naik
Elshinta
Selasa, 02 Maret 2021 - 12:42 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Di Tengah Pandemi Permintaan Rumah di Australia Melonjak, Harganya Jadi Naik
ABC.net.au - Di Tengah Pandemi Permintaan Rumah di Australia Melonjak, Harganya Jadi Naik

Harga rumah di Australia mengalami kenaikan bulanan tertinggi sejak Agustus 2003, karena jumlah calon pembeli justru bertambah.

  • Selama Februari 2021, harga rumah di kota-kota besar Australia naik 2 persen sementara di wilayah pedalaman naik 2,1 persen
  • Kota Sydney dan Hobart mengalami kenaikan tertinggi yakni sekitar 2,5 persen
  • Analis CoreLogic menjelaskan kenaikan rata-rata harga rumah saat ini baru terjadi lagi sejak krisis keuangan global tahun 2009

Indeks harga rumah bulanan yang dirilis analis properti CoreLogic mengungkapkan adanya kenaikan rata-rata 2 persen pada Februari 2021, yang menyebar di seluruh ibukota negara bagian.

Kenaikan rata-rata harga rumah di wilayah regional, atau di luar kota-kota besar, malah lebih tinggi lagi, yaitu sekitar 2,1 persen.

Dua kota mencatatkan kenaikan tertinggi 2,5 persen yaitu Sydney dan Hobart.

Kepala riset CoreLogic Eliza Owen menjelaskan, saat ini sangat sedikit orang yang menjual rumahnya sedangkan jumlah calon pembeli semakin bertambah.

"Hal ini merupakan dampak dari suku bunga kredit rumah yang sangat rendah, pemulihan ekonomi yang sangat kuat dan kondisi permintaan yang tinggi di saat stok sedang rendah," jelasnya.

Kalangan perbankan Australia juga memperkirakan kenaikan harga rumah dalam dua tahun ke depan.

Bank Westpac, misalnya, memperkirakan keuntungan 10 persen tahun ini dan tahun depan sebelum kenaikan suku bunga jangka berlaku pada paruh kedua tahun 2022.

Kepala ekonom Westpack Bill Evans dan ekonom senior Matthew Hassan menyatakan permintaan pembeli jauh lebih banyak daripada pasokan.

Namun, menurut Eliza Owen, pihaknya melihat agen-agen properti kini banyak melakukan pendaftaran properti yang akan ditawarkan ke pasar, sehingga hal ini mungkin bisa mengurangi kenaikan harga ekstrem yang terjadi bulan lalu.

"Mungkin akan lebih banyak stok rumah yang ditawarkan di pasar karena para pemilik ingin memanfaatkan harga yang lebih tinggi," jelasnya.

Kenaikan harga rumah di kawasan regional lebih tinggi

Pasar rumah di kawasan regional terus mengungguli harga di perkotaan, namun Eliza memperkirakan pasar properti di perkotaan akan mengejar ketertinggalannya.

"Prospek pertumbuhan harga rumah masih cukup kuat di kawasan regional," katanya.

"Namun yang terjadi saat ini adalah menipisnya perbedaan kenaikan harga di kawasan perkotaan dan kawasan regional. Saat pasar di perkotaan mulai berakselerasi lagi, kondisi ekonomi akan membaik," jelas Eliza.

Para ekonom Westpac mengamati penurunan tajam harga apartemen di gedung bertingkat tinggi di Sydney dan Melbourne tampaknya telah stabil.

"Kinerja pasar di Sydney dan Melbourne menunjukkan hambatan akibat dari penurunan migrasi dan kelebihan pasokan apartemen mungkin sangat terbatas," kata mereka.

"Kota-kota lebih kecil dan wilayah regional berada pada posisi unggul pada 2021 tapi pertumbuhan akan mengarah ke Sydney, Melbourne dan Brisbane pada 2022, karena akhir pandemi memungkinkan perbatasan internasional dibuka kembali," jelasnya.

Eliza menjelaskan, pasar sewa yang paling terpukul oleh pandemi COVID-19 sudah mulai bangkit kembali.

"Kondisi penyewaan rumah cukup lambat di Sydney dan Melbourne, tapi mulai sedikit pulih," katanya.

Kenaikan harga sewa rumah di Sydney meningkat dalam dua bulan berturut-turut sedangkan di Melbourne kenaikan sewa mulai terjadi setelah 9 dari 10 bulan terakhir mengalami penurunan.

"Hal ini menunjukkan bahwa diskon sewa rumah akibat pandemi COVID-19 tidak akan bertahan lama," jelasnya.

Suku bunga perbankan tetap rendah

Suku bunga perbankan yang rendah telah mendorong ledakan harga properti.

Lantas apakah bank sentral Australia RBA akan tetap mempertahankan tingkat suku bunga pada level saat ini untuk beberapa tahun mendatang?

Menurut ekonom Westpac, RBA dan Dewan Regulator Keuangan bersama regulator perbankan APRA, akan semakin tidak nyaman seiring terjadinya ledakan harga properti.

"Kami merasa dewan tetap mempertahankan keuntungan harga 10 persen pada 2021, tapi akan merasa tidak nyaman dengan keuntungan serupa pada 2022," jelasnya.

Eliza dari CoreLogic menambahkan pengaturan tingkat suku bunga bukan hanya terkait dengan investor properti namun juga peminjaman kredit lainnya.

"Mungkin lebih pada tingkat hutang rumah tangga dibandingkan tingkat pendapatan mereka, untuk memastikan bahwa hutang ini terbayar secara berkelanjutan," katanya.

"Suku bunga pada akhirnya akan naik. Kami perlu memastikan bahwa para kreditur dapat membayar hutang rumah tangga yang tinggi di Australia," jelasnya.

Diproduksi oleh Farid M. Ibrahim dari artikel ABC News

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jumlah Penduduk Australia Berkurang Pertama Kalinya Sejak Perang Dunia Pertama
Kamis, 15 April 2021 - 12:24 WIB
Jumlah pendatang ke Australia berkurang karena perbatasan Australia yang ditutup. Jika masalah ini t...
Peserta WHV Asal Indonesia Tewas dalam Kecelakaan Lalu Lintas di Australia
Kamis, 15 April 2021 - 12:24 WIB
Dikenal sebagai pekerja keras, Arie Putra ingin membahagiakan orangtuanya dengan bekerja di Australi...
Novel Intan Paramaditha Masuk Nominasi Penghargaan Buku Terbaik di Australia
Kamis, 15 April 2021 - 12:24 WIB
Kisahnya bermula dari sepasang sepatu merah dan persekutuan dengan jin. Tapi akhir ceritanya tergant...
Ikan Mas: Disantap di Indonesia, Dianggap Hama di Australia
Kamis, 15 April 2021 - 12:24 WIB
Sebuah penelitian di Australia menemukan 360 juta ikan mas tinggal di saluran air saat musim hujan. ...
Mayoritas Pekerja di Australia Ingin Tetap Bisa Bekerja dari Rumah
Kamis, 15 April 2021 - 12:24 WIB
Survei terbaru menunjukkan lingkungan kerja yang ideal bagi warga Australia adalah campuran bekerja ...
Apakah Vaksinasi Akan Membantu Pemulihan Pasien Long COVID?
Kamis, 15 April 2021 - 12:24 WIB
Beberapa orang yang telah sembuh dari COVID merasakan gejala berkepanjangan. Tapi sebagian mengaku k...
Penerbangan Internasional ke Melbourne Dibuka Kembali Setelah Paskah
Kamis, 15 April 2021 - 12:24 WIB
Penerbangan internasional ke Bandara Melbourne akan dibuka kembali. Apakah perbaikan sudah dilakukan...
Kisah Perempuan Diminta Kerja di Pertanian Australia Hanya Menggunakan Pakaian Dalam
Kamis, 15 April 2021 - 12:24 WIB
Sejumlah perempuan backpacker yang bekerja di pertanian Australia mengaku telah mengalami pelecehan ...
Why cant I have sex?: Tantangan Orangtua Indonesia di Australia Ajarkan Seks
Kamis, 15 April 2021 - 12:24 WIB
Bagi orang tua asal Indonesia ada tantangan ekstra yang harus dihadapi saat membicarakan topik seks ...
Setidaknya 200 Ekor Sapi di Australia Hanyut Akibat Banjir New South Wales
Kamis, 15 April 2021 - 12:24 WIB
Pasangan suami istri masih dalam misi menyelamatkan sapi-sapi mereka yang terbawa arus sungai akibat...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV