Perusahaan Merck Bersedia Bantu Produksi Vaksin Johnson & Johnson
Elshinta
Rabu, 03 Maret 2021 - 08:28 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Perusahaan Merck Bersedia Bantu Produksi Vaksin Johnson & Johnson
VOA Indonesia - Perusahaan Merck Bersedia Bantu Produksi Vaksin Johnson & Johnson
Raksasa perusahaan farmasi AS, Merck bersedia membantu pesaingnya Johnson & Johnson dalam pembuatan vaksin virus corona agar dapat mempercepat produksi jutaan vaksin baru dengan dosis tunggal untuk disuntikkan kepada lebih banyak warga Amerika dalam beberapa bulan mendatang. Demikian seperti dinyatakan oleh pejabat Gedung Putih hari Selasa (2/3). Johnson & Johnson mengalami masalah produksi yang tak terduga, bahkan ketika vaksin itu mendapat persetujuan untuk penggunaan darurat pada akhir pekan lalu. Sejauh ini perusahaan farmasi itu memproduksi 3,9 juta dosis, namun mengungkapkan sedang dalam jadwal untuk memproduksi 100 juta dosis pada akhir Juni 2021. Presiden Joe Biden akan menjelaskan rincian kesepakatan antara kedua perusahaan farmasi itu pada Selasa malam. Akan tetapi para pejabat yang mengetahui kesepakatan tersebut menyampaikan bahwa Merck akan menggunakan dua lokasi produksi di AS, satu untuk membantu membuat vaksin dan yang lainnya untuk menyediakan layanan "pengemasan akhir," yakni tahap akhir dalam proses produksi ketika vaksin dimasukkan ke dalam botol dan dikemas untuk distribusi. Kesepakatan Merck dengan perusahaan farmasi saingannya itu secara tajam dapat meningkatkan jumlah dosis yang dapat diproduksi sendiri oleh Johnson & Johnson, kata para pejabat. Dengan persetujuan vaksin Johnson & Johnson berdosis tunggal, AS kini memiliki tiga vaksin untuk melawan penyebaran COVID-19, termasuk dua vaksin yang diproduksi oleh Pfizer-BioNTech dan Moderna. [mg/lt]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
200 Warga Indonesia Telah Tinggalkan Myanmar
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Dua ratus warga negara Indonesia di Myanmar telah meninggalkan negara itu. Hingga kini KBRI di Yango...
Free Burma Rangers Bantu Etnis Tertindas di Myanmar
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Sebuah kelompok kemanusiaan multi-etnis, The Free Burma Rangers (FBR), membantu kelompok etnis yang ...
Uni Eropa Menaruh Harapan pada Vaksin Pfizer
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Dalam beberapa bulan terakhir ada kekhawatiran tentang penguatan pemulihan global mendatang akan men...
Kuba Longgarkan Larangan Penjualan Daging Sapi dan Produk Susu
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Kuba mengumumkan pihaknya akan melonggarkan larangan yang sudah diberlakukan selama puluhan tahun te...
Pejabat AS Prihatin atas Penempatan Militer Rusia di Krimea
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Pengerahan besar-besaran pasukan militer Rusia ke Krimea memprihatinkan Amerika. Direktur Badan Inte...
Biden: Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan Mulai 1 Mei
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Presiden Amerika Joe Biden hari Rabu (14/4) mengumumkan rencananya menarik sisa pasukan Amerika dari...
Menteri-Menteri Inggris Tolak Permohonan KTT Darurat soal Irlandia Utara
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Menteri Luar Negeri Irlandia Simon Coveney diperkirakan akan menekan Menteri Luar Negeri Inggris Dom...
Perancis Akan Sikapi Vaksin J&J Sama Seperti AstraZeneca
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Juru bicara pemerintah Perancis Gabriel Attal mengatakan Perancis akan memberikan vaksin Johnson&Joh...
Ikuti Langkah AS, NATO akan Kurangi Pasukan di Afghanistan
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Alliance Treaty Organization/NATO) mengatakan akan menarik se...
Pejabat Kurdi: Roket Mendarat Dekat Pangkalan AS di Bandara Irbil
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB
Pejabat keamanan Kurdi dalam sebuah pernyataan mengatakan sebuah roket mendarat di dekat pangkalan A...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV