Momok Kolonialisme Barat AS Masih Menghantui Dunia
Elshinta
Kamis, 15 April 2021 - 12:25 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Momok Kolonialisme Barat AS Masih Menghantui Dunia
CRI - Momok Kolonialisme Barat AS Masih Menghantui Dunia

Negara kaya yang populasinya menempati 16% dari populasi dunia memiliki 60% vaksin Covid-19 di dunia, jumlah penerima vaksin di negara-negara Afrika hanya 2% dari jumlah suntikan vaksin global, kesenjangan vaksin yang terlalu besar ini adalah manifestasi riil kepincangan antar negara sebagai akibat penjajahan dan perampokan Barat dan AS selama beberapa abad ini.
Mungkin ada orang yang berpendapat, seiring dengan bangkitnya perjuangan kemerdekaan nasional dan gerakan pembebasan di Asia dan Afrika sejak Perang Dunia II, kolonialisme telah sirna. Akan tetapi, lebih banyak orang mempunyai pandangan yang berbeda. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam sebuah kegiatan peringatan Mandela pada tahun lalu menunjukkan, “Jangan membohongi diri sendiri, hingga kini, kolonialisme masih tak berujung”.
Beberapa abad yang lalu, beberapa negara maju menjadi makmur dengan mengandalkan penjajahan dan perampokan. Misalnya, untuk merampok tanah dan sumber daya, AS pernah melakukan pengusiran dan pembunuhan secara sistematis terhadap suku Indian sehingga populasi suku Indian menurun drastis dari sekitar 5 juta pada akhir abad ke-15 hingga sekitar 250 ribu jiwa pada awal abad ke-20. Negara Barat besar yang pernah melakukan kejahatan genosida itu kini mencoba memonopoli penelitian, produksi dan penimbunan vaksin, tidak bersedia membantu negara berkembang, tidak aneh kan?
Kesenjangan perkembangan yang diakibatkan oleh kolonialisme Barat AS selama beberapa abad menyebabkan banyak negara terperosok dalam kemiskinan hingga kini. Karena dijajah, banyak negara berkembang yang tidak dapat menemukan jalan pembangunan yang sesuai dengan keadaan negaranya, negara yang terpaksa menerima demokrasi ala Barat itu tidak sesuai dengan keadaan dirinya, bahkan terperosok dalam kegoncangan politik berjangka panjang.
Kini, rasisme dan supremasi kulit putih yang telah berdaging-darah di komunitas AS adalah produk nyata kolonialisme. Sejumlah negara Barat mencoba mempengaruhi negara atau daerah yang pernah dijajah mereka, secara sengaja memprovokasi perselisihan dan bentrokan untuk memelihara kepentingannya sendiri dan keunggulannya.
Dilihat dari segi waktu, kolonialisme Barat AS yang berciri khas perampokan berdarah telah menjadi sejarah, tapi dilihat dari segi realitas, dengan mengandalkan hegemonisme, momok kolonialisme masih menghantui dunia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Diperkirakan 267 Juta Wisatawan Melakukan Perjalanan dengan Transportasi pada Liburan Hari Buruh Internasional
Jumat, 07 Mei 2021 - 16:15 WIB
Menurut informasi dari Kementerian Transportasi Tiongkok pada hari Rabu lalu (5/5), selama Liburan H...
Pameran Produk Konsumen Internasional Tiongkok Pertama Akan Digelar di Haikou
Jumat, 07 Mei 2021 - 16:15 WIB
Pameran Produk Konsumen Internasional Tiongkok Yang Pertama akan digelar di Pusat Pameran dan Konven...
Tiongkok Hentikan Segala Kegiatan dalam Mekanisme Dialog Ekonomi Strategis Tiongkok-Australia Tanpa Batas Waktu
Jumat, 07 Mei 2021 - 16:15 WIB
Menurut informasi dari website Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional Tiongkok, pihaknya mengelua...
Konsumsi pada Liburan Hari Buruh 1 Mei di Tiongkok Meledak
Jumat, 07 Mei 2021 - 16:15 WIB
Selama liburan Hari Buruh 1 Mei di Tiongkok, sebanyak 230 juta warga Tiongkok berwisata di berbagai ...
Tiongkok secara Resmi Menjadi Ketua Bergilir Dewan Keamanan PBB
Jumat, 07 Mei 2021 - 16:15 WIB
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin dalam konferensi pers Kamis (06/05) kemarin...
Kemlu: Zhang Xiangchen Diangkat sebagai Wakil Dirjen WTO
Jumat, 07 Mei 2021 - 16:15 WIB
Baru-baru ini, Dirjen WTO Ngozi Okonjo-Iweala mengumumkan, ia mengangkat empat orang sebagai Wakil D...
Xi Jinping Adakan Pembicaraan Telepon dengan Antonio Guterres
Jumat, 07 Mei 2021 - 16:15 WIB
Presiden Tiongkok Xi Jinping Kamis kemarin malam (6/5) mengadakan pembicaraan telepon dengan Sekreta...
Xi Jinping Sampaikan Surat Ucapan Selamat kepada Pameran Produk Konsumsi Internasional Tiongkok ke-1
Jumat, 07 Mei 2021 - 16:15 WIB
Hari Kamis kemarin (6/5), Presiden Tiongkok Xi Jinping menyampaikan surat ucapan selamat kepada Pame...
Li Keqiang Pimpin Sidang Dewan Negara
Jumat, 07 Mei 2021 - 16:15 WIB
PM Tiongkok Li Keqiang hari Kamis kemarin (6/5) memimpin sidang Dewan Negara, mengatur pekerjaan pen...
Kemlu Tiongkok Menyatakan Apresiasi terhadap Pernyataan Pemimpin Selandia Baru pada Kebijakan Satu Tiongkok
Jumat, 07 Mei 2021 - 16:15 WIB
Berkaitan dengan pernyataan pemimpin Selandia Baru belakangan ini yang mementingkan hubungan dengan ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV