Biden: Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan Mulai 1 Mei
Elshinta
Kamis, 15 April 2021 - 12:26 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Biden: Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan Mulai 1 Mei
VOA Indonesia - Biden: Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan Mulai 1 Mei
Presiden Amerika Joe Biden hari Rabu (14/4) mengumumkan rencananya menarik sisa pasukan Amerika dari Afghanistan, dan menyatakan bahwa serangan teroris 11 September “tidak dapat menjelaskan” mengapa pasukan Amerika masih harus berada di sana dua puluh tahun setelah serangan teror yang paling banyak menelan korban jiwa di Amerika. Rencana Biden adalah menarik seluruh sisa pasukan Amerika – yang kini berjumlah 2.500 personil – selambat-lambatnya pada 11 September, ketika Amerika memperingati dua puluh tahun serangan teroris yang dikoordinasi dari Afghanistan. “Amerika tidak dapat secara terus menerus mengalirkan sumber daya pada perang yang sulit diselesaikan dan mengharapkan hasil yang berbeda,” tambahnya. Keputusan ini mungkin merupakan keputusan kebijakan luar negeri yang paling signifikan yang diambil Biden pada awal masa kepresidenannya. “Kita tidak dapat terus melanjutkan siklus meneruskan atau memperluas keberadaan militer kita di Afghanistan dengan harapan akan menciptakan kondisi yang ideal untuk menarik pasukan kita, dan mengharapkan hasil yang berbeda,” ujar Biden. “Saya kini merupakan presiden keempat yang mengawasi kehadiran pasukan Amerika di Afghanistan – dua presiden berasal dari Partai Republik dan dua lainnya dari Partai Demokrat. Saya tidak akan meneruskan tanggung jawab itu kepada presiden kelima,” tegasnya. Penarikan mundur pasukan itu akan dimulai – bukan akan berakhir – pada 1 Mei, yang merupakan tenggat bagi penarikan penuh seluruh pasukan berdasarkan perjanjian perdamaian antara pemerintah Trump dengan Taliban tahun lalu. Biden menggarisbawahi bahwa pemerintahnya akan tetap mendukung perundingan perdamaian antara pemerintah Afghanistan dan Taliban, dan membantu upaya internasional untuk melatih militer Afghanistan. Penarikan mundur seluruh personil pasukan Amerika jelas menimbulkan risiko. Hal itu dapat mendorong upaya Taliban merebut kembali kekuasaan dan menyudahi manfaat yang selama ini ada menuju demokrasi, termasuk kemajuan hak-hak perempuan yang dicapai dalam dua puluh tahun terakhir ini. Hal ini juga akan memicu kritik terhadap Biden, terutama dari Partai Republik dan sebagian anggota Partai Demokrat, meskipun mantan presiden Donald Trump sebenarnya juga menginginkan penarikan penuh. Setelah pidatonya, Biden bermaksud mengunjungi Taman Makam Pahlawan Arlington, Seksi 60, untuk menghormati mereka yang meninggal dalam konflik-konflik di Amerika baru-baru ini. Blinken Bahas Rencana Penarikan Mundur Pasukan AS dengan Sekutu Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken, yang sedang berada di Brussel, Belgia Rabu lalu (13/4) guna membahas rencana penarikan mundur pasukan itu dengan sekutu-sekutu NATO, mengatakan Amerika tetap berkomitmen pada masa depan Afghanistan. “Secara bersama-sama, kita telah mencapai tujuan-tujuan yang kita tetapkan untuk diraih, dan kini saatnya memulangkan pasukan kami,” ujar Blinken. Keputusan Biden ini akan membuat 2.500 personil pasukan Amerika tetap berada di Afghanistan setelah 1 Mei, tenggat yang telah disepakati Amerika dan Taliban di Doha tahun lalu, semasa pemerintahan Donald Trump. Taliban Ingatkan agar AS Patuhi Kesepakatan Taliban hari Rabu (14/4) mengatakan pihaknya menginginkan agar seluruh pasukan asing keluar dari Afghanistan “pada tanggal yang telah disepakati dalam Perjanjian Doha,” dan bahwa “jika perjanjian ini ditaati maka kelak akan ditemukan cara untuk mengasi masalah yang tersisa.” Juru bicara Taliban Zahibullah Mujahid mencuit di Twitter, “Jika perjajian ini dilanggar dan pasukan asing tidak keluar dari negara kami pada tanggal yang telah disepakati, pastinya masalah akan bertambah dan mereka yang gagal mematuhi perjanjian itu akan dimintai pertanggungjawaban.” Kabar rencana penarikan mundur pasukan Amerika itu telah mendorong Taliban membatalkan keikusertaannya dalam konferensi perdamaian selama 10 hari antara pihak-pihak yang bertikai di Afgahnistan, yang sedianya dilangsungkan akhir April ini di Turki. [em/jm]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Program Restorasi Sepeda Bantu Anak-Anak Bermasalah di Australia
Jumat, 07 Mei 2021 - 16:32 WIB
Sebuah program restorasi sepeda, The Bike Collective, di Tasmania, tidak saja memperbaiki sepeda-sep...
Program Restorasi Sepeda Bantu Anak-Anak Bermasalah di Australia
Jumat, 07 Mei 2021 - 16:32 WIB
Sebuah program restorasi sepeda, The Bike Collective, di Tasmania, tidak saja memperbaiki sepeda-sep...
Alya Lawindo, Remaja Minang yang Jadi Guru Ngaji di AS
Jumat, 07 Mei 2021 - 16:32 WIB
Lahir dan besar di AS tidak membuat sebagian diaspora Indonesia generasi kedua terlepas dari nilai-n...
Alya Lawindo, Remaja Minang yang Jadi Guru Ngaji di AS
Jumat, 07 Mei 2021 - 16:32 WIB
Lahir dan besar di AS tidak membuat sebagian diaspora Indonesia generasi kedua terlepas dari nilai-n...
Hadapi Jam Malam di Amman, Musisi Tampil Online Selama Ramadan
Jumat, 07 Mei 2021 - 16:32 WIB
Sebuah kelompok musik Suriah di Yordania tampil online untuk menghibur penggemar mereka selama Ramad...
Australia Tawarkan ‘Tempat Berlindung’ Bagi Warga Negara Myanmar
Jumat, 07 Mei 2021 - 16:32 WIB
Australia menawarkan tempat berlindung yang aman bagi warga negara Myanmar yang saat ini berada di n...
Pfizer, BioNTech akan Sumbang Vaksin COVID-19 untuk Olimpiade
Jumat, 07 Mei 2021 - 16:32 WIB
Pfizer dan BioNTech akan menyumbangkan vaksin COVID-19 produksi mereka untuk atlet-atlet yang sedang...
Maroko Tuduh Jerman Lakukan Tindakan Bermusuhan
Jumat, 07 Mei 2021 - 16:32 WIB
Maroko, Kamis (6/5), menarik duta besarnya di Jerman untuk konsultasi. Kerajaan di Afrika Utara itu ...
Muslim di Berlin Ikuti Tes COVID Sebelum Salat Jumat
Jumat, 07 Mei 2021 - 16:32 WIB
Di luar masjid "House of Wisdom" di Berlin, satu tim medis yang terdiri dari warga asal Libya, Suria...
Uni Eropa akan Izinkan AS, Kanada, Norwegia dalam Proyek Militer
Jumat, 07 Mei 2021 - 16:32 WIB
Uni Eropa hari Kamis, (6/5) mengumumkan rencana akan mengizinkan Amerika, Kanada dan Norwegia untuk ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV