Kisah Cinta Pemuda Antarsuku Rwanda Hapus Luka Masa Lalu
Elshinta
Jumat, 07 Mei 2021 - 16:17 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Kisah Cinta Pemuda Antarsuku Rwanda Hapus Luka Masa Lalu
DW.com - Kisah Cinta Pemuda Antarsuku Rwanda Hapus Luka Masa Lalu

Sepasang kekasih Stanislas Niyomwungeri dan Jacinta Murayire lahir dan dibesarkan di desa yang sama di provinsi selatan Rwanda. Stanislas berasal dari suku Hutu, sedangkan Jacinta adalah seorang Tutsi.

Sejarah kelam Rwanda tahun 1994, ekstremis Hutu membantai sekitar satu juta warga etnis Tutsi. Ayah Stanislas, Silas Bihiza, membunuh paman dari pihak ayah Jacinta. Bihiza kemudian dihukum atas pembunuhan tersebut dan menjalani hukuman lebih dari 10 tahun penjara.

Seiring berjalannya waktu, kondisi mulai membaik. Namun, kemarahan itu kembali muncul tatkala Jacinta memberitahu keluarganya bahwa dia jatuh cinta pada Stanislas.

"Ketika saya memutuskan untuk tinggal bersamanya, kebencian keluarga semakin kuat," kata Jacinta kepada DW. "Keluarga saya tidak ingin berurusan dengan saya," katanya. "Setiap kali saya mengunjungi salah satu anggota keluarga saya, mereka akan memukuli atau meludahi wajah saya."

"Setiap kali saya mengunjungi ayah saya, dia akan sangat marah dan meludahi saya," kata Jacinta. "Saya mulai berharap bahwa saya tidak perlu melihatnya lagi. Jadi kami memutuskan untuk pindah dari lingkungan keluarga saya."

Cinta mengalahkan kebencian

Meski keluarga Jacinta menolak mentah-mentah hubungan mereka, Stanislas mengatakan itu tidak akan mempengaruhi rasa cintanya terhadap sang kekasih. "Konflik antara ayah kami tidak ada habisnya, dan karena kami pikir konflik ini tidak akan ada akhirnya, kami memutuskan untuk menciptakan kehidupan bahagia kami sendiri sebagai pasangan," kata Stanislas kepada DW.

Setelah ayah Stanislas dibebaskan dari penjara, dia bertekad untuk berdamai dengan ayah Jacinta, Valence Rukiriza. Secara bertahap, mereka mulai menebus kesalahan.

"Saya mulai mendekatinya perlahan dan hati-hati. Saya berusaha hari demi hari dan akhirnya kemarahan dan kebencian itu mulai berkurang," ucap Silas.

"Orang-orang di komunitas senang dengan kenyataan ini," kata Silas.

Perubahan sikap

Rukiriza mengaku sudah lama menentang hubungan anaknya, tetapi saat ini dia mulai menerimanya. "Aku tidak mengakuinya. Ibunya tidak sependapat denganku tentang itu, aku tidak ingin mendengar apapun tentang hubungan itu," kata Rukiriza.

"Namun, akhirnya aku sadar. Kami menyelenggarakan upacara pernikahan secara tradisional dan itu berlangsung dengan sangat baik."

Kisah Stanislas dan Jacinta mewujudkan ungkapan bahwa "cinta mengalahkan segalanya."

Ketika Rwanda memperingati 30 tahun genosida pada tahun 2024 mendatang, generasi muda negara itu tampaknya akan memainkan peranan besar dalam proses "penyembuhan luka konflik masa lalu."

(ha/gtp)



Pada 1994, etnis Hutu Rwanda membantai sekitar satu juta warga etnis Tutsi. Generasi muda negara itu kini sedang berupaya menyembuhkan luka dari konflik yang terjadi di masa lalu.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dikirimi Balon Api, Israel Luncurkan Serangan Udara ke Jalur Gaza
Kamis, 17 Juni 2021 - 09:11 WIB
Serangan udara Israel ke Jalur Gaza pada Rabu (16/06), menjadi aksi balasan pertama di bawah pemerin...
Gelombang Pembatalan Hantui Proyek Batu Bara Cina di Luar Negeri
Kamis, 17 Juni 2021 - 09:11 WIB
Satu per satu proyek pembangunan pembangkit listrik batu bara yang dibiayai Cina di luar negeri berg...
Kim Jong Un Akui Korea Utara Sedang Hadapi Ancaman Wabah Kelaparan
Kamis, 17 Juni 2021 - 09:11 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, dalam sebuah sidang Komite Sentral Partai Buruh Korut, mengimbau p...
Usai Pertemuan di Jenewa, Biden dan Putin Akan Gelar Konferensi Pers Terpisah
Kamis, 17 Juni 2021 - 09:11 WIB
Presiden AS Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin, keduanya disertai delegasi tingkat tinggi, ...
Uni Eropa Cabut Larangan Masuk Untuk Warga AS dan 7 Negara Lain
Kamis, 17 Juni 2021 - 09:11 WIB
Negara-negara anggota Uni Eropa telah sepakat untuk mencabut pembatasan perjalanan terkait pandemi c...
Kapan Vaksin Covid-19 Akan Tersedia?
Kamis, 17 Juni 2021 - 09:11 WIB
Di seluruh dunia saat ini tercatat ada 160 kandidat vaksin. 50 diantaranya sudah melakukan uji klini...
Jens Stoltenberg: NATO Harus Berdiri Melawan Rezim Otoriter Cina dan Rusia
Rabu, 16 Juni 2021 - 10:30 WIB
"Di era persaingan global, Eropa dan Amerika Utara harus melawan rezim otoriter seperti Rusia d...
Korean Wave: Dari Investasi Ekonomi Pemerintah Korea Selatan Jadi Gerakan Sosial Dunia
Rabu, 16 Juni 2021 - 10:28 WIB
Foto dan video ribuan ojek online (ojol) memadati gerai restoran McDonald's untuk membeli menu e...
Duterte Tolak Bekerja Sama dalam Penyelidikan ICC soal Perang Melawan Narkoba Filipina
Rabu, 16 Juni 2021 - 10:28 WIB
Jaksa Utama Mahkamah Pengadilan Internasional (ICC), Fatou Bensouda pada Senin (14/06) meminta dilak...
Ketegangan Memuncak Jelang Parade Yahudi Ekstrem Kanan di Yerusalem
Rabu, 16 Juni 2021 - 10:28 WIB
Demonstrasi kelompok ultranasionalis Yahudi siap digelar pada Selasa (15/6) sore waktu setempat. Aks...
Live Streaming Radio Network