Ketegangan di Irak Meningkat Usai Penangkapan Pimpinan Milisi 
Elshinta
Jumat, 28 Mei 2021 - 12:44 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Ketegangan di Irak Meningkat Usai Penangkapan Pimpinan Milisi 
VOA Indonesia - Ketegangan di Irak Meningkat Usai Penangkapan Pimpinan Milisi 
Ketegangan meningkat di ibu kota Irak, Baghdad, Rabu (26/5), setelah penangkapan seorang komandan milisi atas tuduhan terorisme, yang memicu pertikaian berbahaya oleh pendukung paramiliter tahanan dan pemerintah Irak. Langkah-langkah keamanan yang ditingkatkan diterapkan di Baghdad pada Rabu (26/5) malam dan tentara tampak berpatroli di berbagai bagian kota.  Konfrontasi dimulai setelah pasukan keamanan Irak menangkap pimpinan milisi Qassim Mahmoud Musleh pada dini hari berdasar penyelidikan yudisial dan surat perintah penangkapan atas tuduhan terorisme, kata militer Irak dalam pernyataan. Pernyataan menyebutkan ia sedang diinterogasi komite investigasi bersama.  Musleh adalah kepala Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) di Provinsi Anbar. PMF adalah kelompok yang direstui negara yang terdiri dari berbagai milisi yang dibentuk untuk mengalahkan kelompok ISIS pada tahun 2014. Di antara anggota kelompok yang paling kuat adalah milisi Syiah yang didukung Iran.  Tak lama setelah penangkapan, pasukan yang berafiliasi PMF, yang berkantor di dalam Zona Hijau yang dijaga ketat, dikerahkan ke sekitar markas Perdana Menteri Mustafa al-Kadhimi.  Ketegangan mencapai puncaknya ketika pasukan keamanan Irak dan Layanan Kontra-Terorisme elit dikerahkan untuk melindungi pemerintah dan misi diplomatik, yang memicu ketakutan akan kekerasan. Sebagian faksi PMF bersenjata berkumpul di sekitar gerbang masuk Zona Hijau.  Perdana menteri menilai unjuk kekuatan itu sebagai "pelanggaran serius terhadap konstitusi Irak dan hukum yang berlaku." Ia menambahkan dalam pernyataan "kami telah mengarahkan penyelidikan segera ke gerakan-gerakan ini." [ka/jm] 
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menhan AS Dukung Pencegahan Terintegrasi untuk Redam Agresi China di Asia Tengara
Kamis, 29 Juli 2021 - 09:20 WIB
Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin, Selasa (27/7) melakukan pembahasan untuk meredam agresi China di...
Pengasuhan Yatim Piatu akibat COVID Diupayakan Berbasis Keluarga
Kamis, 29 Juli 2021 - 09:20 WIB
Sejak pandemi merebak, banyak anak mendadak yatim piatu setelah orang tua mereka meninggal akibat CO...
Setidaknya 32 Wartawan Masih Ditahan di Myanmar
Kamis, 29 Juli 2021 - 09:20 WIB
Kudeta militer di Myanmar telah menghancurkan media di negara itu, dengan setidaknya 32 wartawan yan...
Perluas Kemitraan Indo-Amerika, Menlu AS Melawat ke New Delhi
Kamis, 29 Juli 2021 - 09:20 WIB
Amerika dan India menegaskan kembali komitmen untuk memperdalam kemitraan keamanan dalam lawatan Men...
Ribuan Warga Syiah Rayakan Hari Raya
Kamis, 29 Juli 2021 - 09:20 WIB
Ribuan warga Yaman hari Rabu (28/7) berpawai di Sanaa untuk merayakan Hari Raya "Idul Ghadir", hari ...
Kepala UNAMA: Tanpa Perundingan dengan Kabul, Taliban Kehilangan Legitimasi
Kamis, 29 Juli 2021 - 09:20 WIB
Kepala Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) Deborah Lyons mengatakan Taliban akan kehilangan legi...
Pegawai Pemerintah Federal AS Kembali Wajib Kenakan Masker
Kamis, 29 Juli 2021 - 09:20 WIB
Pegawai federal di Washington DC dan beberapa kota lain hari Rabu (28/7) mulai kembali mengenakan ma...
Polisi Rusia Geledah Rumah Wartawan Investigatif
Kamis, 29 Juli 2021 - 09:20 WIB
Polisi di Rusia hari Rabu (28/7) menggeledah rumah pemimpin redaksi kantor media investigasi yang ba...
Perancis: “Kajian Teknis” terhadap Spyware Masih Berlanjut
Kamis, 29 Juli 2021 - 09:20 WIB
Juru bicara pemerintah Perancis hari Rabu (28/7) mengatakan “kajian teknis masih berlangsung” te...
Israel Sambut Pembicaraan Damai dengan Palestina
Kamis, 29 Juli 2021 - 09:20 WIB
Duta Besar Israel untuk PBB Gilad Erdan mengatakan menyambut baik upaya melakukan perundingan damai ...
Live Streaming Radio Network