Mantan Presiden Kolombia Minta Ampunan Atas Pembunuhan yang Dilakukan Militer
Elshinta
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:07 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Mantan Presiden Kolombia Minta Ampunan Atas Pembunuhan yang Dilakukan Militer
VOA Indonesia - Mantan Presiden Kolombia Minta Ampunan Atas Pembunuhan yang Dilakukan Militer
Dalam kesaksian publik kepada komisi kebenaran Kolombia, Jumat (11 Juni), mantan Presiden Juan Manuel Santos, meminta pengampunan atas pembunuhan terhadap ribuan orang yang dilakukan militer di luar proses hukum. Sebagian aksi itu dilakukan ketika ia menjabat sebagai menteri pertahanan.   Santos, yang pada tahun 2016 menandatangani kesepakatan damai dan mengarah pada pembentukan komisi tersebut, bersaksi tentang apa yang disebutnya skandal situasi yang tidak mencerminkan keadaan sesungguhnya. Saat itu tentara membunuh warga sipil dan memasukkan mereka dalam daftar pejuang gerilya yang tewas dalam pertempuran untuk menerima tunjangan.   Kantor berita Reuters melaporkan pengadilan transisi negara itu mengatakan sedikitnya 6.402 orang tewas dan secara keliru dinyatakan sebagai pemberontak antara tahun 2002 dan 2008, selama masa jabatan mantan Presiden Alvaro Uribe. Beberapa kelompok korban menuduh angkanya bisa lebih tinggi.  Santos menjabat sebagai menteri pertahanan di bawah pemerintahan Uribe selama hampir tiga tahun antara 2006 dan 2009 dan masih menjabat ketika pembunuhan itu terungkap.  "Bab tentang situasi yang tidak mencerminkan  keadaan sesungguhnya itu adalah salah satu momen paling menyakitkan yang saya alami dalam kehidupan publik saya dan merupakan noda yang tak terhapuskan pada kehormatan militer," kata Santos seraya menambahkan bahwa ia menyesalkan para ibu yang kehilangan anak-anak karena praktik itu ketika ia menjabat sebagai menteri.  Tekanan untuk menunjukkan jumlah pembunuhan dalam  jumlah besar, didukung oleh Uribe, yang harus disalahkan dan ia mengatakan militer harus meminta maaf.  "Ini seharusnya tidak pernah terjadi," kata Santos. "Saya menyadari itu dan meminta pengampunan dari semua ibu dan keluarga mereka, korban kengerian ini, dari lubuk hati saya."  Santos mengatakan ketika  pertama kali mendengar desas-desus tentang pembunuhan itu, ia tidak mempercayainya.  Setelah jelas bahwa desas-desus itu benar, Santos mengatakan ia mengeluarkan perintah yang mengutamakan demobilisasi dan melakukan penangkapan daripada pembunuhan, mengubah protokol untuk menangani kematian akibat pertempuran dan memodifikasi kriteria pemberian medali.  Hasil penyelidikan internal membuatnya tercengang, kata Santos.  Puluhan pejabat militer yang melanggar semua doktrin yang berlaku dicopot dari jabatan mereka, katanya, dan perubahan protokol telah menyebabkan penurunan tajam dalam pembunuhan yang dilakukan oleh militer. [my/ah]  
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Banjir di Bangladesh, Ribuan Orang di Kamp Rohingya Kehilangan Tempat Tinggal
Jumat, 30 Juli 2021 - 08:45 WIB
Hujan lebat berhari-hari mengguyur kamp-kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh Selatan, menghancurkan...
Raja Malaysia Kecam Pemerintah karena Sesatkan Parlemen
Jumat, 30 Juli 2021 - 08:45 WIB
Raja Malaysia, Kamis (29/7), menegur pemerintah Perdana Menteri Muhyiddin Yassin karena menyesatkan ...
Menlu AS Kunjung Kuwait untuk Perkokoh Hubungan
Jumat, 30 Juli 2021 - 08:45 WIB
Diplomat tinggi Amerika Serikat, Kamis (29/7), memulai kunjungan ke Kuwait, di mana ia melangsungkan...
Boneka “Amal Kecil” Mulai Misinya, Bangkitkan Kesadaran Nasib Pengungsi 
Jumat, 30 Juli 2021 - 08:45 WIB
Boneka raksasa bocah perempuan Suriah telah memulai perjalanan lintas benuanya. yang diharapkan akan...
Perawatan di ICU Bisa Sadarkan Warga Yang Belum Divaksinasi
Jumat, 30 Juli 2021 - 08:45 WIB
Satu pasangan suami istri di Arkansas menunda-nunda untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19. Mereka akh...
Tambahkan 33 Lokasi Warisan Dunia Baru
Jumat, 30 Juli 2021 - 08:45 WIB
Badan kebudayaan PBB (UNESCO) menambahkan 33 lokasi warisan baru ke dalam daftar. Lanskap Slate di b...
Dirjen WHO: China Harus Berikan Data Mentah tentang Asal-Usul Pandemi
Jumat, 30 Juli 2021 - 08:45 WIB
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus hari Kamis (29/7) mengatakan bahwa penyelidikan asa...
Tokyo Alami Rekor Lonjakan Infeksi COVID-19 selama Olimpiade
Jumat, 30 Juli 2021 - 08:45 WIB
Para pejabat Tokyo melaporkan jumlah kasus virus corona tertinggi pada Kamis (29/7) untuk hari ketig...
Menlu AS di Kuwait, Bahas Isu Afghanistan dan Iran
Jumat, 30 Juli 2021 - 08:45 WIB
Menteri Luar Negeri AS Kamis (29/7) mengatakan bahwa AS sedang bernegosiasi dengan Kuwait dan negara...
Pakar: Vaksin Selamatkan 50 Juta Nyawa, Tapi COVID Ancam Kemajuan pada Masa Depan
Jumat, 30 Juli 2021 - 08:45 WIB
Program vaksinasi terhadap beberapa penyakit paling mematikan di dunia telah menyelamatkan puluhan j...
Live Streaming Radio Network