Castillo Mendekati Kursi Kepresidenan Peru Setelah Perselisihan Suara
Elshinta
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:07 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Castillo Mendekati Kursi Kepresidenan Peru Setelah Perselisihan Suara
VOA Indonesia - Castillo Mendekati Kursi Kepresidenan Peru Setelah Perselisihan Suara
Calon unggul dalam Pemilu Presiden Peru, Pedro Castillo, Jumat (11/6) malam, bersiap-siap untuk meraih kemenangan meskipun perselisihan hukum atas penghitungan suara yang sangat ketat telah memicu ketegangan di negara Andes itu.  Menurut media lokal, otoritas pemilihan telah mempertimbangkan untuk mengubah aturan guna memungkinkan saingannya yang beraliran kanan,  Keiko Fujimori menantang keabsahan sekitar 200.000 suara. Otoritas pemilu akhirnya menolak untuk membuat perubahan setelah tekanan kuat dari kubu Castillo.  Castillo unggul 60.000 suara dari Fujimori dengan  99,6% suara telah terhitung.  Castillo mendapatkan dukungan dari masyarakat pedesaan Peru yang lebih miskin. Castillo yang juga seorang guru sekolah dasar itu sebelumnya menyuarakan keprihatinan tentang rencana oposisi untuk membatalkan suara di daerah-daerah yang kurang terlayani di mana ia mendapat dukungan mayoritas dan menginginkan kejelasan mengenai proses tersebut dari badan pemilihan.  Komentar tersebut menggarisbawahi meningkatnya ketegangan di negara kaya tembaga yang sudah panas sejak pemungutan suara hari pada Minggu. Castillo mengantongi 50,2% suara, unggul tipis  dari Fujimori, yang telah membuat tuduhan-tuduhan kecurangan yang tidak berdasar.  Otoritas pemilihan negara belum mengkonfirmasi pemenang pemilu, tetapi sebagian besar pengamat dan beberapa pemimpin kiri regional, termasuk dari Argentina dan Bolivia, telah memberi selamat kepada Castillo sebagai pemenang, yang memicu protes dari pemerintah Peru.  Fujimori belum mengaku kalah dan para pendukungnya telah menyerukan protes menentang hasil tersebut. [my/ah]  
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Banjir di Bangladesh, Ribuan Orang di Kamp Rohingya Kehilangan Tempat Tinggal
Jumat, 30 Juli 2021 - 08:45 WIB
Hujan lebat berhari-hari mengguyur kamp-kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh Selatan, menghancurkan...
Raja Malaysia Kecam Pemerintah karena Sesatkan Parlemen
Jumat, 30 Juli 2021 - 08:45 WIB
Raja Malaysia, Kamis (29/7), menegur pemerintah Perdana Menteri Muhyiddin Yassin karena menyesatkan ...
Menlu AS Kunjung Kuwait untuk Perkokoh Hubungan
Jumat, 30 Juli 2021 - 08:45 WIB
Diplomat tinggi Amerika Serikat, Kamis (29/7), memulai kunjungan ke Kuwait, di mana ia melangsungkan...
Boneka “Amal Kecil” Mulai Misinya, Bangkitkan Kesadaran Nasib Pengungsi 
Jumat, 30 Juli 2021 - 08:45 WIB
Boneka raksasa bocah perempuan Suriah telah memulai perjalanan lintas benuanya. yang diharapkan akan...
Perawatan di ICU Bisa Sadarkan Warga Yang Belum Divaksinasi
Jumat, 30 Juli 2021 - 08:45 WIB
Satu pasangan suami istri di Arkansas menunda-nunda untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19. Mereka akh...
Tambahkan 33 Lokasi Warisan Dunia Baru
Jumat, 30 Juli 2021 - 08:45 WIB
Badan kebudayaan PBB (UNESCO) menambahkan 33 lokasi warisan baru ke dalam daftar. Lanskap Slate di b...
Dirjen WHO: China Harus Berikan Data Mentah tentang Asal-Usul Pandemi
Jumat, 30 Juli 2021 - 08:45 WIB
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus hari Kamis (29/7) mengatakan bahwa penyelidikan asa...
Tokyo Alami Rekor Lonjakan Infeksi COVID-19 selama Olimpiade
Jumat, 30 Juli 2021 - 08:45 WIB
Para pejabat Tokyo melaporkan jumlah kasus virus corona tertinggi pada Kamis (29/7) untuk hari ketig...
Menlu AS di Kuwait, Bahas Isu Afghanistan dan Iran
Jumat, 30 Juli 2021 - 08:45 WIB
Menteri Luar Negeri AS Kamis (29/7) mengatakan bahwa AS sedang bernegosiasi dengan Kuwait dan negara...
Pakar: Vaksin Selamatkan 50 Juta Nyawa, Tapi COVID Ancam Kemajuan pada Masa Depan
Jumat, 30 Juli 2021 - 08:45 WIB
Program vaksinasi terhadap beberapa penyakit paling mematikan di dunia telah menyelamatkan puluhan j...
Live Streaming Radio Network