Utusan AS: Serangan China terhadap Kekuatan Asing Ancam Kebebasan di Hong Kong
Elshinta
Minggu, 13 Juni 2021 - 02:07 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Utusan AS: Serangan China terhadap Kekuatan Asing Ancam Kebebasan di Hong Kong
VOA Indonesia - Utusan AS: Serangan China terhadap Kekuatan Asing Ancam Kebebasan di Hong Kong
Diplomat senior AS di Hong Kong mengatakan pemberlakuan undang-undang keamanan nasional baru telah menciptakan "suasana pemaksaan" yang mengancam kebebasan kota dan posisinya sebagai pusat bisnis internasional. Dalam komentarnya yang keras kepada Reuters minggu ini, Konsul Jenderal AS Hanscom Smith menyebut "mengejutkan" bahwa pengaruh Beijing telah "memfitnah" kegiatan diplomatik rutin, seperti bertemu dengan aktivis lokal, sebagai bagian dari tindakan keras pemerintah terhadap kekuatan asing yang menciptakan situasi tidak menyenangkan. Pernyataan Smith menyoroti keprihatinan mendalam banyak pejabat dalam pemerintahan Presiden Joe Biden atas kebebasan yang memburuk secara drastis di Hong Kong, satu tahun setelah parlemen China memberlakukan undang-undang tersebut. Para pengecam undang-undang tersebut mengatakan undang-undang tersebut telah menghancurkan oposisi demokratis kota, masyarakat sipil dan kebebasan gaya Barat. Para pakar mengatakan, masalah kekuatan asing adalah inti dari kejahatan "kolusi" dengan negara asing atau "elemen eksternal" yang dirinci dalam Pasal 29 undang-undang keamanan. Pasal 29 melarang serangkaian hubungan langsung atau tidak langsung dengan "negara asing atau lembaga, organisasi, atau individu" di luar China yang mencakup pelanggaran mulai dari mencuri rahasia dan mengobarkan perang hingga terlibat dalam "kegiatan permusuhan" dan "memprovokasi kebencian." Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut bisa dihukum hingga penjara seumur hidup. "Rakyat tidak tahu di mana batasannya, dan itu menciptakan suasana yang tidak hanya buruk bagi kebebasan mendasar, tetapi juga buruk bagi bisnis," kata Smith. [my/pp]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Banjir di Bangladesh, Ribuan Orang di Kamp Rohingya Kehilangan Tempat Tinggal
Jumat, 30 Juli 2021 - 08:45 WIB
Hujan lebat berhari-hari mengguyur kamp-kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh Selatan, menghancurkan...
Raja Malaysia Kecam Pemerintah karena Sesatkan Parlemen
Jumat, 30 Juli 2021 - 08:45 WIB
Raja Malaysia, Kamis (29/7), menegur pemerintah Perdana Menteri Muhyiddin Yassin karena menyesatkan ...
Menlu AS Kunjung Kuwait untuk Perkokoh Hubungan
Jumat, 30 Juli 2021 - 08:45 WIB
Diplomat tinggi Amerika Serikat, Kamis (29/7), memulai kunjungan ke Kuwait, di mana ia melangsungkan...
Boneka “Amal Kecil” Mulai Misinya, Bangkitkan Kesadaran Nasib Pengungsi 
Jumat, 30 Juli 2021 - 08:45 WIB
Boneka raksasa bocah perempuan Suriah telah memulai perjalanan lintas benuanya. yang diharapkan akan...
Perawatan di ICU Bisa Sadarkan Warga Yang Belum Divaksinasi
Jumat, 30 Juli 2021 - 08:45 WIB
Satu pasangan suami istri di Arkansas menunda-nunda untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19. Mereka akh...
Tambahkan 33 Lokasi Warisan Dunia Baru
Jumat, 30 Juli 2021 - 08:45 WIB
Badan kebudayaan PBB (UNESCO) menambahkan 33 lokasi warisan baru ke dalam daftar. Lanskap Slate di b...
Dirjen WHO: China Harus Berikan Data Mentah tentang Asal-Usul Pandemi
Jumat, 30 Juli 2021 - 08:45 WIB
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus hari Kamis (29/7) mengatakan bahwa penyelidikan asa...
Tokyo Alami Rekor Lonjakan Infeksi COVID-19 selama Olimpiade
Jumat, 30 Juli 2021 - 08:45 WIB
Para pejabat Tokyo melaporkan jumlah kasus virus corona tertinggi pada Kamis (29/7) untuk hari ketig...
Menlu AS di Kuwait, Bahas Isu Afghanistan dan Iran
Jumat, 30 Juli 2021 - 08:45 WIB
Menteri Luar Negeri AS Kamis (29/7) mengatakan bahwa AS sedang bernegosiasi dengan Kuwait dan negara...
Pakar: Vaksin Selamatkan 50 Juta Nyawa, Tapi COVID Ancam Kemajuan pada Masa Depan
Jumat, 30 Juli 2021 - 08:45 WIB
Program vaksinasi terhadap beberapa penyakit paling mematikan di dunia telah menyelamatkan puluhan j...
Live Streaming Radio Network