Frustrasi dengan Kehidupan, Banyak Anak Muda China Pilih Mager
Elshinta
Kamis, 17 Juni 2021 - 09:11 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Frustrasi dengan Kehidupan, Banyak Anak Muda China Pilih Mager
VOA Indonesia - Frustrasi dengan Kehidupan, Banyak Anak Muda China Pilih Mager
Bosan dengan budaya kerja keras, harga rumah, dan biaya hidup yang menjulang tinggi, banyak warga muda China melakukan lying flat dan sehari-hari hanya berbaring saja. Mereka memilih "mager" (malas gerak) karena frustrasi dengan tidak adanya kesempatan untuk meraih kehidupan yang lebih baik.  Menurut kesimpulan diskusi online di forum Zhihu, konsep lying flat ini mencakup tidak berencana membentuk rumah tangga, membeli rumah, atau mobil, dan berusaha meraih pendapatan yang lebih besar. Muncul gerakan “tang-ping” yang merangkul bekerja pada tingkat yang minimum sekedar untuk mempertahankan standar hidup yang minimalis.  Mereka menolak budaya kerja keras dari pukul 09.00 sampai pukul 21.00, enam hari per minggu, yang acapkali gagal memberi mereka pendapatan cukup untuk mencapai kemajuan.  Hal ini mulai mengkhawatirkan pihak berwenang China, di mana pemerintah sejak lama menyamakan perolehan pekerjaan seorang lulusan universitas dengan stabilitas sosial atau kemapanan.  Koran South China Morning Post melaporkan kini, di dalam pasar pekerjaan di tengah-tengah pandemi COVID-19 ini, lulusan universitas dari 2021 harus bersaing dengan lulusan 2020 yang masih belum memperoleh pekerjaan. Dan karena pemulihan pasca pandemi ini lebih didorong oleh perluasan lapangan pekerjaan kerah biru, lying flat atau leyeh-leyeh saja merupakan penyelesaian yang logis untuk banyak warga muda.  Pada akhir Mei pemerintah China mulai berusaha mengurangi pengaruh konsep ini.  “China berada pada tahap terpenting dalam perjalanan panjang untuk pembaharuan nasional. Warga muda merupakan harapan dari negara ini, dan baik situasi pribadi maupun situasi negara tidak bisa membiarkan mereka secara kolektif lie flat atau berbaring saja,” menurut kolom opini pada 28 Mei di Global Times, sebuah penerbitan dari Partai Komunis China. Popularitas gerakan lying flat ini menimbulkan keprihatinan Beijing karena ini bertentangan dengan konsep cita-cita China yang dikumandangkan oleh Presiden Xi Jin-ping. Pada 2012, Xi menggunakan istilah itu ketika dia pertama kali meraih pos tertinggi di Partai Komunis. Katanya, China harus “berjuang untuk mencapai cita-cita China berupa pembaharuan besar dari negara China.”  Lin dari Academia Sinica, mengatakan, absennya mobilitas ekonomi, masyarakat, dan politik China telah mengarah pada macetnya seluruh sistem mobilitas nasional, dan tanpa disertai mobilitas sosial, maka tidak akan ada “cita-cita China.”  “Orang-orang kini berbaring saja, negeri ini bermimpi, dan itu sangat ironis,” katanya kepada VOA. [jm/em/ft]     
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Waspadai Long COVID, Meski Sembuh Tetap Belum Fit
Senin, 26 Juli 2021 - 08:47 WIB
Mayoritas pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19, dapat sembuh setelah perawatan selama dua peka...
Jokowi Perpanjang PPKM Level 4 Sampai 2 Agustus
Senin, 26 Juli 2021 - 08:47 WIB
Pemerintah memutuskan untuk melanjutkan kebijakan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Le...
WHO: Sebagian Besar Kematian akibat Tenggelam sebenarnya Bisa Dicegah
Senin, 26 Juli 2021 - 08:47 WIB
Pada Hari Pencegahan Kematian karena Tenggelam Sedunia yang pertama tahun ini, Organisasi Kesehatan ...
Pakar Penyakit Menular AS Ingatkan Bahaya Varian Delta
Senin, 26 Juli 2021 - 08:47 WIB
Pakar penyakit menular terkemuka di Amerika, Dr. Anthony Fauci, hari Minggu (25/7) menyampaikan peri...
Tim Senam Putri Rusia Ungguli AS di Babak Kualifikasi Olimpiade
Senin, 26 Juli 2021 - 08:47 WIB
Upaya tim senam perempuan Amerika untuk meraih gelar Olimpiade ketiga berturut-turut menghadapi awal...
Presiden Venezuela Siap Dialog dengan Oposisi Bulan Depan
Senin, 26 Juli 2021 - 08:47 WIB
Presiden Venezuela Nicolas Maduro hari Sabtu (24/7) mengatakan akan memulai dialog dengan kelompok o...
Konflik Meluas, Negara Bagian Amhara Galang Pemuda Lawan Pemberontak Tigray
Senin, 26 Juli 2021 - 08:47 WIB
Negara bagian Amhara di Ethiopia hari Minggu (25/7) menyerukan “semua anak muda” untuk mengangka...
COVID-19 Melonjak, Libya Gencarkan Vaksinasi
Senin, 26 Juli 2021 - 08:47 WIB
Warga ibu kota Tripoli, Libya, hari Minggu (25/7) divaksinasi vaksin COVID-19 dalam upaya luar biasa...
Diaspora Jawa di Washington Ikut Prihatin dengan Kondisi Perebakan COVID di Tanah Air
Senin, 26 Juli 2021 - 08:47 WIB
Diaspora Jawa merupakan salah satu kelompok etnis asal Indonesia yang tinggal di Amerika Serikat. Di...
Meski Berat, Warga Pahami Alasan Perpanjangan PPKM
Senin, 26 Juli 2021 - 08:47 WIB
Sebagian besar warga Indonesia memahami alasan perpanjangan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyaraka...
Live Streaming Radio Network