Korban Jiwa Akibat COVID-19 di AS Tembus 600 Ribu Orang
Elshinta
Kamis, 17 Juni 2021 - 09:11 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Korban Jiwa Akibat COVID-19 di AS Tembus 600 Ribu Orang
VOA Indonesia - Korban Jiwa Akibat COVID-19 di AS Tembus 600 Ribu Orang
Jumlah kematian akibat virus corona di Amerika Serikat (AS), Selasa (15/6), menembus angka 600 ribu orang, meskipun upaya vaksinasi telah menurunkan secara drastis jumlah kasus baru harian dan kematian, serta membuat Amerika dapat kembali bangkit dari masa suram dan menuju musim panas. Menurut catatan John Hopkins University, jumlah orang yang meninggal lebih besar dari jumlah penduduk Baltimore atau Milwaukee. Jumlah itu juga hampir setara dengan jumlah orang Amerika yang meninggal karena kanker pada 2019. Di seluruh dunia, jumlah orang yang meninggal karena COVID-19 mencapai 3,8 juta orang. Pencapaian ini terjadi pada hari yang sama ketika California dan New York mencabut sebagian besar pembatasan yang tersisa. Kedua negara bagian itu mengikuti langkah negara-negara bagian lain yang telah melonggarkan kebijakan, selangkah demi selangkah, menuju atau mendekati musim panas yang normal dan menyenangkan bagi banyak warga Amerika. “Jauh di lubuk hati saya ingin bersuka cita,” ujar Rita Torres, pensiunan administrator sebuah universitas di Oakland, California. Namun, ia berencana untuk menikmatinya secara perlahan-lahan karena “itu seperti, apakah ini terlalu cepat? Apakah kita akan menyesalinya nanti?” Kehadiran vaksin pada pertengahan Desember membuat jumlah orang yang meninggal akibat COVID-19 di Amerika turun drastis, dari 3.400 orang per hari pada pertengahan Januari menjadi rata-rata sekitar 340 orang Juni ini. Kasus baru per hari rata-rata mencapai 14.000, turun dibanding 250.000 kasus per hari pada musim dingin lalu. Jumlah kematian di AS dan seluruh dunia diperkirakan secara signifikan jauh lebih besar lagi, di mana banyak kasus di beberapa negara mungkin telah diabaikan atau disembunyikan. Presiden AS Joe Biden mengakui bahwa AS akan mendekati angka kematian itu saat berkunjung ke Eropa, dengan mengatakan meskipun kasus baru dan kematian di Amerika telah turun secara dramatis, “masih terlalu banyak nyawa yang hilang” dan “sekarang bukan saatnya untuk lengah.” Jumlah korban meninggal baru-baru ini dinilai tragis mengingat vaksin telah tersedia luas. Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Centers for Disease Control/CDC), lebih dari 50 persen warga Amerika telah mendapatkan setidaknya satu dosis vaksin, sementara lebih dari 40 persen telah divaksinasi penuh. Namun, tingkat vaksinasi di AS telah anjlok sehingga membuat banyak tempat kelebihan dosis vaksin dan memicu kekhawatiran apakah akan dapat mencapai target Presiden Biden untuk memvaksinasi 70 persen orang dewasa sedikitnya satu dosis vaksin pada 4 Juli nanti. Saat ini jumlahnya baru mencapai 65 persen. Hingga minggu lalu ada sekitar satu juta vaksinasi per hari, turun dari 3,3 juta vaksinasi per hari pada pertengahan April lalu. [em/jm]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Waspadai Long COVID, Meski Sembuh Tetap Belum Fit
Senin, 26 Juli 2021 - 08:47 WIB
Mayoritas pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19, dapat sembuh setelah perawatan selama dua peka...
Jokowi Perpanjang PPKM Level 4 Sampai 2 Agustus
Senin, 26 Juli 2021 - 08:47 WIB
Pemerintah memutuskan untuk melanjutkan kebijakan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Le...
WHO: Sebagian Besar Kematian akibat Tenggelam sebenarnya Bisa Dicegah
Senin, 26 Juli 2021 - 08:47 WIB
Pada Hari Pencegahan Kematian karena Tenggelam Sedunia yang pertama tahun ini, Organisasi Kesehatan ...
Pakar Penyakit Menular AS Ingatkan Bahaya Varian Delta
Senin, 26 Juli 2021 - 08:47 WIB
Pakar penyakit menular terkemuka di Amerika, Dr. Anthony Fauci, hari Minggu (25/7) menyampaikan peri...
Tim Senam Putri Rusia Ungguli AS di Babak Kualifikasi Olimpiade
Senin, 26 Juli 2021 - 08:47 WIB
Upaya tim senam perempuan Amerika untuk meraih gelar Olimpiade ketiga berturut-turut menghadapi awal...
Presiden Venezuela Siap Dialog dengan Oposisi Bulan Depan
Senin, 26 Juli 2021 - 08:47 WIB
Presiden Venezuela Nicolas Maduro hari Sabtu (24/7) mengatakan akan memulai dialog dengan kelompok o...
Konflik Meluas, Negara Bagian Amhara Galang Pemuda Lawan Pemberontak Tigray
Senin, 26 Juli 2021 - 08:47 WIB
Negara bagian Amhara di Ethiopia hari Minggu (25/7) menyerukan “semua anak muda” untuk mengangka...
COVID-19 Melonjak, Libya Gencarkan Vaksinasi
Senin, 26 Juli 2021 - 08:47 WIB
Warga ibu kota Tripoli, Libya, hari Minggu (25/7) divaksinasi vaksin COVID-19 dalam upaya luar biasa...
Diaspora Jawa di Washington Ikut Prihatin dengan Kondisi Perebakan COVID di Tanah Air
Senin, 26 Juli 2021 - 08:47 WIB
Diaspora Jawa merupakan salah satu kelompok etnis asal Indonesia yang tinggal di Amerika Serikat. Di...
Meski Berat, Warga Pahami Alasan Perpanjangan PPKM
Senin, 26 Juli 2021 - 08:47 WIB
Sebagian besar warga Indonesia memahami alasan perpanjangan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyaraka...
Live Streaming Radio Network