Dikirimi Balon Api, Israel Luncurkan Serangan Udara ke Jalur Gaza
Elshinta
Kamis, 17 Juni 2021 - 09:11 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Dikirimi Balon Api, Israel Luncurkan Serangan Udara ke Jalur Gaza
DW.com - Dikirimi Balon Api, Israel Luncurkan Serangan Udara ke Jalur Gaza

Serangan udara Israel ke Jalur Gaza pada Rabu (16/06), menjadi aksi balasan pertama di bawah pemerintahan koalisi baru yang dipimpin Naftali Bennett. Insiden itu juga menandai gejolak besar pertama antara Israel dan Palestina sejak gencatan senjata diberlakukan pada 21 Mei lalu, mengakhiri 11 hari pertempuran sengit.

Angkatan udara Israel menargetkan setidaknya satu situs di timur Khan Yunis di selatan Jalur Gaza, yang merupakan kawasan pemukiman sekitar dua juta warga Palestina.

Pejabat di Tel Aviv mengatakan, dalam membalas aksi "balon pembakaran" Palestina, jet tempur Israel menyerang kompleks militer milik Hamas. Serangan udara Israel menargetkan "fasilitas dan tempat pertemuan untuk operasi teror" di Khan Yunis. Belum ada laporan korban jiwa akibat serangan tersebut.

Petugas pemadam kebakaran setempat mengatakan balon api yang dikirim militan Palestina menyebabkan sekitar 20 titik kebakaran di Israel selatan.

Parade Yahudi ekstrem kanan

Di Yerusalem timur, lebih dari seribu orang turun ke jalan dalam pawai aktivis nasionalis dan sayap kanan yang tertunda dan kontroversial. Kepolisian Israel mengerahkan banyak aparat, memblokir jalan, dan menembakkan granat kejut untuk menyingkirkan warga Palestina dari rute utama long march.

Demonstrasi tersebut memicu protes di Tepi Barat dan Jalur Gaza, serta memicu teguran dan peringatan dari sekutu Israel.

Demonstrasi kelompok ultranasionalis Yahudi kemarin (15/06) awalnya dijadwalkan pada Mei lalu, tetapi dibatalkan karena ditentang oleh polisi dan mendapat ancaman dari Hamas. Dalam aksi long march itu, beberapa orang meneriakkan "Matilah orang Arab" sebelum yang lain menenangkan mereka.

Provokasi yang seharusnya dibatalkan

Pawai itu dilakukan hanya dua hari setelah Benjamin Netanyahu digulingkan koalisi yang terbagi secara ideologis, termasuk partai Arab.

Bennett sendiri adalah seorang tokoh nasionalis Yahudi, tetapi sekutu Netanyahu menuduh perdana menteri baru itu berkhianat karena bersekutu dengan orang-orang Arab dan kaum kiri.

Beberapa demonstran pada Selasa (15/06) membawa spanduk bertuliskan "Bennett si pembohong".

Yair Lapid, sang arsitek pemerintahan baru, mencuitkan "tidak dapat dibayangkan bagaimana Anda dapat memegang bendera Israel dan berteriak, 'Matilah orang Arab' pada saat yang sama."

Mansour Abbas, pemimpin Partai Raam Islam, juga menyebut pawai kemarin (15/06) sebagai "provokasi" yang seharusnya dibatalkan.

ha/as (AFP)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Klaim Vaksin Johnson & Johnson Efektif Melawan Varian Delta
Senin, 26 Juli 2021 - 08:48 WIB
Perusahaan farmasi yang berbasis di Amerika Serikat (AS), Johnson & Johnson, mengungkapkan bahwa...
Usai Pecahkan Rekor Suhu Terpanas, Desa Kanada Hangus Dilalap Api
Senin, 26 Juli 2021 - 08:48 WIB
Setelah didera gelombang panas mematikan selama tiga hari berturut-turut, warga Lytton di Kanada seb...
Pemain Game Profesional: Kaya Tapi Hadapi Risiko
Senin, 26 Juli 2021 - 08:48 WIB
Main game semakin disukai untuk rileks, untuk bersosialisasi dan untuk beralih dari kesibukan sehari...
Membujur di Tepian Laut, Kota-kota Pesisir Hadapi Ancaman Mematikan
Senin, 26 Juli 2021 - 08:48 WIB
Pesisir laut selama berabad-abad jadi pusat lalu lintas perdagangan antar negara, pembangunan, dan p...
Uni Eropa Bersiap Akhiri Produksi Kendaraan Berbahan Bakar Fosil
Senin, 26 Juli 2021 - 08:48 WIB
Masa operasional mobil bermesin bahan bakar minyak bumi di Eropa sepertinya tinggal menghitung hari....
Mahasiswa Indonesia Teliti Pengolahan Air di Jerman
Senin, 26 Juli 2021 - 08:48 WIB
Sebenarnya Eliezer Justinus Kurnia tidak punya rencana untuk berkuliah di Jerman, setelah tamat S1 d...
PBB Desak Negara-negara Serius Tangani Isu Perbudakan dan Rasisme Masa Lalu
Senin, 26 Juli 2021 - 08:48 WIB
Komisaris Tinggi Hak Asasi Mansuia PBB Michelle Bachelet mendesak negara-negara untuk mengambil &quo...
Jangan Menyerah, Ayo Berbagi Cerita Perjuangan Hadapi Pandemi
Senin, 26 Juli 2021 - 08:48 WIB
Di masa-masa awal pandemi COVID-19, Harpini Winastuti, 85, duduk diam termenung di rumahnya. Saat it...
Membaca Kembali Kemerdekaan Timor Leste
Senin, 26 Juli 2021 - 08:48 WIB
Dari pembicaraan di dataran tinggi Dieng yang beriklim sejuk dan rumah bagi sekian banyak candi-cand...
Berkisah Tentang Anne Frank, Debut Film Animasi di Festival Film Cannes
Senin, 26 Juli 2021 - 08:48 WIB
Buku Harian Anne Frank, kisah pencurahan harapan dan impian seorang gadis muda Yahudi ketika bersemb...
Live Streaming Radio Network