Ilmuwan Australia Menciptakan Lemak Buatan yang Lebih Enak dari Daging
Elshinta
Kamis, 22 Juli 2021 - 08:59 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Ilmuwan Australia Menciptakan Lemak Buatan yang Lebih Enak dari Daging
ABC.net.au - Ilmuwan Australia Menciptakan Lemak Buatan yang Lebih Enak dari Daging

Lemak adalah salah satu bagian terpenting dari diet yang sehat dan seimbang, selain juga menambah rasa, tekstur, dan aroma pada makanan.

Lemak biasanya ditemukan pada produk hewani, seperti daging-dagingan, tapi kini makin banyak orang yang menjadi vegetarian, atau hanya mengonsumsi produk nabati.

Karenanya pakar berlomba untuk menciptakan alternatif dari lemak yang sifatnya 'sustainable' atau berkelanjutan.

"Kini semakin banyak bermunculan produk pengganti daging," ujar Ruth Purcell, seorang ilmuwan biologi sintetis.

"Ada burger, sosis, dan daging babi suwir sintetis, namun rasanya masih jauh dari daging sungguhan, apalagi dari sisi rasa, kualitas, serta cara memasaknya."

Menurut Ruth, sosis atau burger yang dibuat dari bahan nabati, rasanya tidak seperti daging, dan tidak memiliki kegurihan yang ditemukan pada daging.

Lemak daging sapi berasal dari mikroorganisme

Ruth merupakan salah satu dari 20 ilmuwan dan insinyur di CSIRO, lembaga nasional untuk bidang penelitian dan sains di Australia.

CSIRO tengah mencari alternatif pembuatan lemak tanpa menggunakan hewan atau tanaman untuk industri makanan nabati.

Di laboratorium Australian National University, tim Ruth meniru ragi dan menggunakan mikroorganisme untuk mendapatkan lemak dari proses fermentasi.

Lemak ini dibuat sedemikian rupa sehingga memiliki rasa daging, ayam, babi, seafood, dan produk susu.

"Banyak lemak organisme dalam sapi atau dalam makanannya, yang dimakan oleh sapi kemudian disimpan dalam lemaknya."

Ruth mengatakan banyak orang mengira lemak tersebut adalah bagian dari sapi, padahal berasal dari mikroorganisme.

"Kami mencoba melewati perantaranya [sapi] dan langsung memanfaatkan mikroorganismenya," ujarnya.

Alternatif lemak dari kelapa atau minyak sawit

Untuk menciptakan sensasi mengonsumsi lemak hewani, kelapa dan minyak sawit biasanya ditambahkan ke dalam produk nabati.

"[Tapi] lemak kelapa dan kelapa sawit tidak berperan seperti lemak hewani," kata Ruth.

"Suhu lelehnya tidak sama. Ini berarti keduanya tidak bisa sematang daging ketika dimasak di wajan, dan ada rasanya yang tidak enak."

Kepala Teknisi Biokimia dan Bahan Bergizi, Anna El-Tahchy mengatakan lemak yang mereka buat di laboratorium tidak hanya lebih mirip dengan lemak hewani, tetapi juga bisa menjadi pengganti yang sifatnya ramah lingkungan.

Dr Anna mengatakan mereka bisa mendapatkan minyak tanaman di lahan seluas satu hektar hanya dari "satu sel" di laboratorium.

"Teknologi fermentasi itu sendiri memiliki potensi keberlanjutan yang sangat besar," katanya.

'Lebih enak dari daging'

Keinginan perusahaan itu untuk "merevolusi rasa dan melestarikan keberlanjutan makanan nabati" tidak hanya mengundang ketertarikan bisnis makanan, tetapi juga menganugerahkan Dr Anna sebuah penghargaan tahunan 'ACM Agrifood Award' dari Australian Academy of Technology and Engineering bulan lalu.

Sementara masih dalam tahap penelitian dan pengembangan, para ilmuwan makanan sedang mencari cara terbaik untuk menambahkan lemak buatan laboratorium ke dalam makanan nabati, "sehingga terlihat seperti daging berlemak yang biasa kita makan."

Menurutnya, penemuan ini juga akan mendorong pencinta daging untuk mulai mengonsumsi lebih banyak makanan nabati.

"Kita bisa membuat makanan yang rasanya sama, malah lebih enak dari daging dari sumber protein alternatif," katanya.

"Ini akan membantu mereka yang peduli lingkungan dan binatang namun tidak bisa melepas daging. Mereka bisa memilih protein alternatif untuk keperluan makanan mereka."

Diproduksi oleh Natasya Salim dari artikel ABC News dalam bahasa Inggris

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bulan Depan Australia Mulai Bagikan Visa Kerja Sektor Pertanian untuk Orang Asing
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Sebuah visa baru di Australia yang bisa memberi jalan untuk mendapatkan status penduduk tetap akan m...
Australia Tolak Berikan Visa Kepada Mantan Satpam Kedutaannya di Afghanistan
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Australia telah mengevakuasi lebih dari 800 orang termasuk warga Afghanistan yang pernah membantu pa...
PM Morrison Desak Australia Hentikan Lockdown Jika Vaksinasi Sudah Cukup
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan supaya para menteri utama negara bagian untuk t...
Terbukti Korupsi Bansos, Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara Divonis 12 Tahun Penjara
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Mantan Menteri Sosial Juliari P. Batubara dijatuhi hukuman pidana penjara selama 12 tahun dengan den...
Sebentar Lagi Musim Panen Gandum, Australia Butuh Ribuan Pekerja
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Setiap musim semi di Australia berarti masa panen raya gandum, dan pada tahun 2021 dibutuhkan ribuan...
Lockdown Semakin Memperjelas Adanya Kesenjangan Hidup di Sydney
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Elena Bermeister, seorang 'single mother' baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-40. ...
Kematian di Bawah 1.000 Orang, Indonesia Longgarkan PPKM di Beberapa Wilayah
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Indonesia mulai mengizinkan berbagai sarana publik seperti rumah ibadah dibuka kembali di beberapa k...
Sekelompok Murid Berupaya Memulihkan Nama Perempuan yang Dituduh Penyihir
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Senator Amerika Serikat, Diana DiZoglio, telah memperkenalkan undang-undang untuk membersihkan nama ...
Akan Lebih Banyak Orang yang Meninggal di Rumah: Relawan COVID-19 di Thailand Khawatir Pandemi Akan Terus Memburuk
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Meningkatnya kasus COVID-19 akibat varian Delta di Thailand membuat sistem layanan kesehatan negeri ...
Daripada Tidak Terlindungi Sama Sekali: Warga Australia Ini Akhirnya Mau Divaksinasi AstraZeneca
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Di tengah persediaan Pfizer yang terbatas di Australia, banyak yang memilih untuk divaksinasi dengan...
Live Streaming Radio Network