Setelah Berkeliling China 24 Tahun, Pria Ini Akhirnya Bertemu dengan Anaknya
Elshinta
Kamis, 22 Juli 2021 - 08:59 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Setelah Berkeliling China 24 Tahun, Pria Ini Akhirnya Bertemu dengan Anaknya
ABC.net.au - Setelah Berkeliling China 24 Tahun, Pria Ini Akhirnya Bertemu dengan Anaknya

Seorang bapak di China, berusia 51 tahun, bertemu kembali dengan putranya setelah sebelumnya selama 24 tahun dia berkeliling sejauh lebih dari 500 ribu kilometer ke seluruh China menggunakan sepeda motor mencari anaknya.

Pria bernama Guo Gangtang kehilangan bayinya yang ketika itu berusia dua tahun dan diambil paksa oleh kriminal perdagangan manusia di depan rumahnya di provinsi Shandong.

Guo, yang kerja sebagai petani, kemudian menghabiskan seluruh pendapatannya untuk menemukan kembali anaknya.

Ia bahkan menjadi anggota dari sebuah organisasi yang terkenal dengan usaha mereka untuk menemukan orang-orang yang hilang atau diculik.

Kisah pencarian Guo telah menarik perhatian warga di China, bahkan ceritanya sudah diangkat menjadi sebuah film enam tahun lalu.

Hari Minggu kemarin menjadi hari yang membahagiakan setelah Guo bertemu dengan Guo Xinzhen, anaknya yang dijual ke kawasan Henan di tahun 1997.

Pertemuan mereka diliput luas oleh media dan disebarkan di online, tak ketinggalan dengan ucapan selamat dari seluruh kawasan di China.

Hari Selasa Kementerian Keamanan Umum di China mengadakan jumpa pers menjelaskan rincian bagaimana mereka berhasil dipersatukan lewat penelusuran DNA.

Wakil Direktur Biro Penyelidikan Kriminal di Kementerian Keamanan Umum di China, Tong Bishan mengatakan sampel DNA diambil dari warga di kota Henan, setelah mereka mendapatkan "informasi" untuk memperkecil wilayah pencarian.

Menurut kementerian tersebut, seorang pria dan seorang perempuan di provinsi Shanxi sudah ditahan terkait dengan penculikan.

Di bulan September 1997, Gao Xinchen yang ketika itu berusia dua tahun diculik oleh seorang perempuan saat sedang bermain di dekat rumahnya.

Lebih dari 500 orang membantu usaha pencarian, bahkan hingga ke sejumlah terminal bus dan stasiun kereta, namun tidak ada tanda-tanda yang ditemukan.

Guo Gangtang tidak putus harapan.

Dia memperbesar foto anaknya dan mencetaknya ke dalam sebuah bendera dengan pesan "Dimana sekarang anakku? Ayah akan membawamu pulang ke rumah".

Dia kemudian berkeliling ke seluruh China mencari keberadaan anaknya.

"Penculiknya tidak mungkin akan mengembalikan anak saya. Jadi kalau saya hanya di rumah saja, tidak mungkin dia kembali. Sejak akhir tahun 1997, saya mulai melakukan pencarian anak saya."

Guo Gangtang sudah melakukan perjalanan ke seluruh China, dengan mendistribusikan selebaran dari sepeda motor yang dikendarainya.

Dia bahkan belajar menggunakan internet untuk mendapatkan informasi tambahan dan menulis puluhan ribu surat untuk meminta bantuan kepada teman, sanak keluarga, relawan dan polisi di seluruh China.

Tapi di tengah mencari anaknya sendiri, ia malah berhasil menemukan sejumlah anak lain yang hilang dari keluarganya, berkat informasi yang sedang ia kumpulkan.

Cerita perncarian yang dilakukan Guo Gantang dijadikan film berjudul 'Lost and Love' yang pertama kali ditayangkan di tahun 2015, dengan pemain aktor terkenal asal China, Andy Lau sebagai pemeran utama.

Setelah mendengarkan Guo Gangtang bertemu anaknya , Andy Lau  juga memberikan ucapan selamat khusus online sambil menyerukan agar ada upaya memerangi perdagangan anak di China.

Kementerian Keamanan di China mengatakan Kepolisian China sejauh ini sudah berhasil menemukan 2.609 anak-anak yang diculik atau hilang, termasuk orang dewasa yang hilang atau diculik saat masih anak-anak.

Polisi berhasil menemukan 147 kasus lama dan menahan 372 orang yang terlibat dalam tindak kriminal tersebut.

Seorang korban bahkan berhasil dilacak setelah 61 tahun.

Reuters

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bulan Depan Australia Mulai Bagikan Visa Kerja Sektor Pertanian untuk Orang Asing
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Sebuah visa baru di Australia yang bisa memberi jalan untuk mendapatkan status penduduk tetap akan m...
Australia Tolak Berikan Visa Kepada Mantan Satpam Kedutaannya di Afghanistan
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Australia telah mengevakuasi lebih dari 800 orang termasuk warga Afghanistan yang pernah membantu pa...
PM Morrison Desak Australia Hentikan Lockdown Jika Vaksinasi Sudah Cukup
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan supaya para menteri utama negara bagian untuk t...
Terbukti Korupsi Bansos, Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara Divonis 12 Tahun Penjara
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Mantan Menteri Sosial Juliari P. Batubara dijatuhi hukuman pidana penjara selama 12 tahun dengan den...
Sebentar Lagi Musim Panen Gandum, Australia Butuh Ribuan Pekerja
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Setiap musim semi di Australia berarti masa panen raya gandum, dan pada tahun 2021 dibutuhkan ribuan...
Lockdown Semakin Memperjelas Adanya Kesenjangan Hidup di Sydney
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Elena Bermeister, seorang 'single mother' baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-40. ...
Kematian di Bawah 1.000 Orang, Indonesia Longgarkan PPKM di Beberapa Wilayah
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Indonesia mulai mengizinkan berbagai sarana publik seperti rumah ibadah dibuka kembali di beberapa k...
Sekelompok Murid Berupaya Memulihkan Nama Perempuan yang Dituduh Penyihir
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Senator Amerika Serikat, Diana DiZoglio, telah memperkenalkan undang-undang untuk membersihkan nama ...
Akan Lebih Banyak Orang yang Meninggal di Rumah: Relawan COVID-19 di Thailand Khawatir Pandemi Akan Terus Memburuk
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Meningkatnya kasus COVID-19 akibat varian Delta di Thailand membuat sistem layanan kesehatan negeri ...
Daripada Tidak Terlindungi Sama Sekali: Warga Australia Ini Akhirnya Mau Divaksinasi AstraZeneca
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Di tengah persediaan Pfizer yang terbatas di Australia, banyak yang memilih untuk divaksinasi dengan...
Live Streaming Radio Network