Bendera Putih di Malaysia Jadi Lambang Harapan dan Persatuan Saat Pandemi COVID
Elshinta
Kamis, 22 Juli 2021 - 09:10 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Bendera Putih di Malaysia Jadi Lambang Harapan dan Persatuan Saat Pandemi COVID
ABC.net.au - Bendera Putih di Malaysia Jadi Lambang Harapan dan Persatuan Saat Pandemi COVID

Tasha adalah salah satu dari banyak orang Malaysia yang sedang menghadapi tantangan besar.

Suaminya kehilangan pekerjaannya karena COVID-19 dan dia baru saja melahirkan anak ketiganya.

Tanpa penghasilan, Tasha dan suaminya terus berusaha untuk bisa membeli popok dan membeli makanan untuk mereka sendiri.

Enam belas anggota keluarga besarnya telah terinfeksi virus corona, dua di antaranya meninggal dunia.

"Setiap hari adalah perjuangan dan terkadang saya merasa ingin menyerah," kata Tasha.

Uma Xavier adalah warga lain yang kehilangan pekerjaannya, sementara pekerjaan suaminya secara drastis berkurang.

Mereka hidup dengan pendapatan rumah tangga maksimum RM700 (sekitar Rp2,3 juta) sebulan.

'Lockdown' nasional yang telah diumumkan pada akhir Mei di Melbourne hanya memperburuk keadaan Uma yang baru bisa menghasilkan RM400 (sekitar Rp1,3 juta) pada bulan Juni.

"Saya harus menjadi pilar kekuatan bagi anak-anak dan suami, sementara saya hanya bisa menangis di kamar mandi ketika sedang sendirian."

Bukan hanya kasus COVID yang meningkat

Tasha dan Uma adalah dua dari banyak warga di Malaysia yang kesehatan mentalnya benar-benar terdampak karena pandemi COVID-19.

Pada akhir Juni, otoritas kesehatan Malaysia melaporkan 631 kasus kematian karena bunuh diri sepanjang tahun 2020, dengan tambahan 336 kasus pada kuartal pertama tahun 2021.

Bandingkan dengan 609 kasus bunuh diri yang dilaporkan sepanjang tahun 2019.

Anita Abu Bakar, pendiri Asosiasi Kesadaran dan Dukungan Penyakit Mental, mengatakan dia yakin angka sebenarnya mungkin lebih tinggi.

"Ada banyak diskriminasi dan pengucilan yang terjadi terhadap orang-orang dengan gangguan kesehatan mental."

Malaysia juga mengalami peningkatan diagnosis kesehatan mental.

"Orang-orang telah terputus dari sistem yang biasanya menyokong mereka, serta dari mekanisme untuk menghadapi situasi saat ini yang efektif," kata Anita.

"Jumlah kasus COVID-19 yang meroket, kehilangan orang yang dicintai, dan dampak ekonomi dari pandemi berkontribusi pada peningkatan jumlah orang yang didiagnosis menderita depresi."

Gerakan Bendera Putih

Masalah terkait kesehatan mental di Malaysia telah memicu sebuah gerakan sosial online yang dikenal sebagai gerakan "Bendera Putih".

Ini dimulai ketika Nik Faizah Nik Othman, seorang pengusaha dan politisi, membuat unggahan di Facebook yang mendorong orang untuk mengibarkan bendera putih di luar rumah mereka, jika mereka membutuhkan bantuan.

Dia tidak menyangka unggahannya akan menjadi viral. Dalam waktu kurang dari 24 jam, unggahan tersebut sudah di-'share' lebih dari 20.000 kali.

"Saya terinspirasi untuk menulis unggahan itu, setelah melihat kesulitan yang dialami komunitas saya dan meningkatnya kasus bunuh diri," kata Nik Faizah.

"Mengibarkan bendera putih adalah alternatif bagi mereka yang membutuhkan bantuan dan untuk mengingatkan tetangga dan komunitas mereka untuk memberi bantuan dengan segera."

Anita Abu Bakar mengatakan kampanye ini telah membantu meningkatkan kesadaran tentang kesehatan mental di Malaysia dan menginspirasi orang untuk mengambil tindakan lebih lanjut.

Sebuah aplikasi online kemudian dibuat oleh sekelompok mahasiswa beberapa hari setelah gerakan itu diluncurkan, yang memungkinkan warga untuk mengumpulkan informasi di mana bendera putih dikibarkan, serta bank makanan di daerah mereka.

Aplikasi ini memainkan peran penting, sehingga masyarakat luas mengetahui tentang bendera putih yang dikibarkan Tasha. Ia kemudian secara cepat menerima sumbangan yang bisa digunakan untuk membantu memberi makan keluarga dan bayinya yang baru lahir.

"Orang-orang yang datang, meski hanya sedikit, banyak membantu saya," katanya.

Holdifedarry Parimin, adalah warga Malaysia yang dulunya bekerja di industri perhotelan dan sekarang terkena damapk buruk pandemi.

Pria berusia 25 tahun itu kini bekerja sebagai sopir pengantar makanan dengan pendapatan yang tidak konsisten, sehingga tidak cukup untuk menghidupi keluarganya.

"Saya mengibarkan bendera putih karena saya benar-benar membutuhkan bantuan keuangan," kata Holdifedarry, yang menggunakan aplikasi.

Tak semua orang terbuka minta bantuan

Sementara gerakan Bendera Putih telah mendorong warga Malaysia yang kesulitan untuk meminta bantuan, beberapa orang masih enggan melakukannya.

Hidayatul Liyana Mohd Haris bekerja di industri manufaktur dan berisiko tertular di tempatnya kerja.

Tapi ia tidak punya pilihan lain.

Suaminya juga sudah berjuang untuk mencari pekerjaan, tapi saat ini ia satu-satunya tulang punggung bagi keluarganya yang beranggotakan tujuh orang.

"Saya tidak mengibarkan bendera putih karena saya malu dan tidak ingin orang-orang bergunjing tentang kami."

Namun berkat beberapa tetangganya, Hidayatul masih cukup beruntung karena menerima beberapa sumbangan makanan.

'Memulihkan kepercayaan diri'

Meski pun "lockdown total" sudah diberlakukan sejak Mei, kasus COVID di Malaysia terus meningkat dengan rekor 11.079 kasus harian yang tercatat pada hari Selasa kemarin (13/07).

Pandemi juga telah menyebabkan ekonomi Malaysia jatuh ke dalam resesi, karena alami penurunan terburuk sejak krisis keuangan Asia 1997.

Beberapa orang Malaysia menuduh Pemerintah Malaysia tidak berbuat cukup untuk melindungi warganya, dan mereka malah membuat gerakan lain yang disebut "Bendera Hitam".

Jika gerakan Bendera Putih bertujuan untuk mendorong masyarakat untuk meminta bantuan, gerakan Bendera Hitam merupakan simbol pembangkangan terhadap Pemerintah Malaysia.

Pendukung Bendera Hitam menyerukan pengunduran diri Perdana Menteri Muhyiddin Yassin, yang naik ke tampuk pimpinan tanpa pemilu.

Namun di tengah rasa frustrasi, bendera putih terus menawarkan harapan.

"Gerakan ini telah memulihkan kepercayaan diri saya akan hidup dan masyarakat," kata Xavier.

Pemerintah Malaysia dan Departemen Kesehatan tidak menanggapi pertanyaan yang disampaikan ABC.

Artikel ini diproduksi oleh Hellena Souisa dari artikel ABC News dalam Bahasa Inggris.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Perusahaan di Australia Ini Terima Bantuan Finansial, Tapi Labanya Dilaporkan Naik
Selasa, 21 September 2021 - 07:30 WIB
Dua jaringan toko kacamata terkenal di Australia yang dimiliki oleh perusahaan asing meraih laba ber...
Warga Distrik Aifat Papua Barat Masih Mengungsi, Bahan Makanan Jadi Kebutuhan Mendesak
Selasa, 21 September 2021 - 07:30 WIB
Sekitar 2.000 warga Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, mengungsi ke hutan dan ke kampun...
Mahasiswa Asing di Australia Tak Lagi Dibatasi Jam Kerjanya di Sektor Rawan COVID-19
Selasa, 21 September 2021 - 07:30 WIB
Pemerintah Australia telah mencabut batasan jam kerja untuk mahasiswa asing di sektor esensial selam...
Presiden Indonesia Dinyatakan Bersalah Soal Pencemaran Udara, Ini Hukumannya
Selasa, 21 September 2021 - 07:30 WIB
Presiden Indonesia Joko Widodo dan pejabat lainnya di Indonesia dinyatakan bersalah atas kelalaian m...
China Semakin Perkuat Militernya, Seberapa Kuat Negara Barat?
Selasa, 21 September 2021 - 07:30 WIB
Saat Australia memilih kekuatan nuklir sebagai bagian pertahanan dan garis pertempuran sedang ditari...
Indonesia Mencermati dengan Penuh Kehati-hatian Soal Kapal Selam Nuklir Australia
Selasa, 21 September 2021 - 07:30 WIB
Kementerian Luar Negeri Indonesia mencermati secara hati-hati rencana Pemerintah Australia untuk mem...
Ada Sejumlah Pria Tak Mau Divaksinasi Karena Takut Buah Zakar Membengkak
Selasa, 21 September 2021 - 07:30 WIB
Selasa kemain, penyanyi ternama Nicki Minaj mengajukan pertanyaan yang mungkin belum ada dalam piki...
Dua Buronan Kasus Terorisme Tewas Ditembak Pasukan Gabungan TNI-Polri
Selasa, 21 September 2021 - 07:30 WIB
Ali Kalora, militan ekstremis yang masuk daftar pencarian orang (DPO) kasus terorisme yang paling di...
Saya Petarung: Manny Pacquiao Mencalonkan Diri Menjadi Presiden Filipina 2022
Selasa, 21 September 2021 - 07:30 WIB
Ikon tinju dan senator Filipina Manny Pacquiao mengatakan dia akan mencalonkan diri sebagai presiden...
Priya Dipaksa Menyaksikan Pacarnya Dibakar Hidup-hidup. Itu Salah Satu Alasannya Tak Bisa Pulang ke Sri Lanka
Selasa, 21 September 2021 - 07:30 WIB
Image: The Tamil family has been granted three more months but beyond that is anyone's guess. A...
Live Streaming Radio Network