Sebanyak 53 Persen Pengacara di Australia Adalah Perempuan, Tapi Posisi Senior Masih Diduduki Pria
Elshinta
Jumat, 23 Juli 2021 - 09:28 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Sebanyak 53 Persen Pengacara di Australia Adalah Perempuan, Tapi Posisi Senior Masih Diduduki Pria
ABC.net.au - Sebanyak 53 Persen Pengacara di Australia Adalah Perempuan, Tapi Posisi Senior Masih Diduduki Pria

Saat ini perempuan yang berkecimpung di bidang hukum di Australia lebih banyak dibandingkan pria, yaitu sebanyak 53 persen, namun masih sedikit yang menduduki jabatan senior.

Salah satunya adalah Courtney Bowie, yang sebelumnya bekerja di sebuah firma hukum ternama di Sydney dan sekarang memutuskan untuk bekerja sendiri.

Merasa frustrasi dengan budaya dan kebiasaan di dunia hukum, Courtney pernah mengalami depresi, kecemasan dan juga kehilangan motivasi untuk bekerja.

"Ada banyak masalah budaya yang berhubungan dengan gender. Dari pengalaman saya, yang saya alami adalah diskriminasi yang tidak tampak, dan sikap tuli terhadap gender," kata Courtney kepada Radio ABC Sydney.


Di tahun 2017, dia mendirikan firma hukum sendiri bernama Her Lawyer yang memberikan nasihat hukum untuk bisnis yang dikelola oleh perempuan.

Menurut Courtney Bowie, tujuannya adalah menciptakan lingkungan kerja yang mendorong pertumbuhan pengacara perempuan dan membuat mereka bisa mencapai posisi senior.

"Saya ingin memiliki tempat kerja yang mendukung perempuan di bidang hukum karena saya tidak memiliki pengalaman bagus sebelumnya," katanya.

"Firma hukum saya membuat saya bisa bekerja lebih fleksibel, membangun karir yang memuaskan, dan mengasuh putra saya yang berusia dua tahun."

Sebuah laporan terbaru dari Law Society of New South Wales mengatakan saat ini 53 persen dari 83.643 pengacara di Australia adalah perempuan.

Dan juga untuk pertama kalinya, komposisi pengacara perempuan yang lebih banyak dari pengacara pria terjadi di semua negara bagian di Australia.

Namun, banyak yang berkecimpung di dunia hukum Australia mengatakan masih kurangnya perempuan yang menduduki jabatan senior, dan diperlukan perubahan budaya di dunia hukum sehingga kesetaraan gender bisa betul-betul tercapai.

Pemimpin perempuan masih kurang

Sonja Stewart Direktur Eksekutif Law Society NSW mengatakan meningkatnya jumlah pengacara perempuan menunjukkan betapa pentingnya inisiatif seperti Piagam Pemajuan Perempuan dalam Profesi Hukum.

Piagam itu dibuat untuk mempromosikan strategi guna merekrut dan mempertahankan perempuan yang bekerja di dunia hukum dan mendorong mereka untuk menduduki jabatan senior.

"Piagam itu mencoba mencapai semua itu dengan cara membantu profesi pengacara untuk membangun budaya yang mempromosikan keberagaman dan inklusi, mencegah pelecehan seksual, perudungan, sehingga memberikan dampak positif bagi seluruh pengacara," kata Sonja Stewart.

Sekitar 300 firma hukum sudah ikut menandatangani piagam tersebut namun menurut Courtney Bowie hal tersebut belumlah cukup.

Courtney Bowie mengatakan penerapan kuota perlu dilakukan guna memastikan lebih banyak perempuan dipromosikan ke jabatan senior.

"Perempuan banyak yang terjungkal di titik tertentu karena mereka merasa bahwa karir mereka tidak mengalami kemajuan," katanya.

"Sekali sudah ada perempuan di jabatan senior, kita bisa membawa budaya yang mendukung perempuan, mendukung model kerja yang lebih fleksibel, tanpa melihat masalah gender dan menghilangkan pelecehan seksual."

"Kita perlu melakukan tindakan radikal dan juga komitmen dari kalangan praktisi hukum untuk membuat perubahan yang berarti."

Pendekatan modern untuk hukum

Pendapat tersebut didukung oleh pengacara senior perempuan Carly Stebbing.

Setelah bekerja lebih dari 10 tahun di bidang Undang-undang Perburuhan, Carly menyadari bahwa bidang hukum yang tradisional tidak memungkinkan adanya jam kerja yang luwes yang diperlukan untuk bisa mengasuh anak-anak.

"Saya sudah mengalami cuti dua melahirkan dua kali," katanya.

Di tahun 2018, Carly mendirikan Resolution123 — sebuah firma hukum virtual yang memberikan nasehat hukum mengenai UU Perburuhan.

Firmanya mengadopisi model baru bernama NewLaw - pendekatan baru dalam memberikan nasehat hukum kepada klien, yang berbeda dengan firma hukm tradisional yang dibayar berdasarkan lamanya pertemuan dengan klien.

Carly Stebbing mengatakan model kerja NewLaw ini memberikan keluwesan yang diperlukan guna mempertahankan perempuan bekerja di bidang hukum.

"Praktik hukum tradisional bekerja dengan sistem pertemuan yang dihitung tiap enam menit. Saya ingin memiliki fleksibilitas lebih besar dari itu," katanya.

"Jadi di firma ini, kami tidak menentukan biaya berdasarkan waktu. Kami menyetujui biaya dari awal dan kerja bisa dilakukan dari mana saja."

"Ini adalah hal-hal yang perlu ada untuk membuat perempuan lebih banyak bertahan di dunia hukum dan terus bekerja dan kemudian menjadi partner senior dan pemimpin."

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Perusahaan di Australia Ini Terima Bantuan Finansial, Tapi Labanya Dilaporkan Naik
Selasa, 21 September 2021 - 07:30 WIB
Dua jaringan toko kacamata terkenal di Australia yang dimiliki oleh perusahaan asing meraih laba ber...
Warga Distrik Aifat Papua Barat Masih Mengungsi, Bahan Makanan Jadi Kebutuhan Mendesak
Selasa, 21 September 2021 - 07:30 WIB
Sekitar 2.000 warga Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, mengungsi ke hutan dan ke kampun...
Mahasiswa Asing di Australia Tak Lagi Dibatasi Jam Kerjanya di Sektor Rawan COVID-19
Selasa, 21 September 2021 - 07:30 WIB
Pemerintah Australia telah mencabut batasan jam kerja untuk mahasiswa asing di sektor esensial selam...
Presiden Indonesia Dinyatakan Bersalah Soal Pencemaran Udara, Ini Hukumannya
Selasa, 21 September 2021 - 07:30 WIB
Presiden Indonesia Joko Widodo dan pejabat lainnya di Indonesia dinyatakan bersalah atas kelalaian m...
China Semakin Perkuat Militernya, Seberapa Kuat Negara Barat?
Selasa, 21 September 2021 - 07:30 WIB
Saat Australia memilih kekuatan nuklir sebagai bagian pertahanan dan garis pertempuran sedang ditari...
Indonesia Mencermati dengan Penuh Kehati-hatian Soal Kapal Selam Nuklir Australia
Selasa, 21 September 2021 - 07:30 WIB
Kementerian Luar Negeri Indonesia mencermati secara hati-hati rencana Pemerintah Australia untuk mem...
Ada Sejumlah Pria Tak Mau Divaksinasi Karena Takut Buah Zakar Membengkak
Selasa, 21 September 2021 - 07:30 WIB
Selasa kemain, penyanyi ternama Nicki Minaj mengajukan pertanyaan yang mungkin belum ada dalam piki...
Dua Buronan Kasus Terorisme Tewas Ditembak Pasukan Gabungan TNI-Polri
Selasa, 21 September 2021 - 07:30 WIB
Ali Kalora, militan ekstremis yang masuk daftar pencarian orang (DPO) kasus terorisme yang paling di...
Saya Petarung: Manny Pacquiao Mencalonkan Diri Menjadi Presiden Filipina 2022
Selasa, 21 September 2021 - 07:30 WIB
Ikon tinju dan senator Filipina Manny Pacquiao mengatakan dia akan mencalonkan diri sebagai presiden...
Priya Dipaksa Menyaksikan Pacarnya Dibakar Hidup-hidup. Itu Salah Satu Alasannya Tak Bisa Pulang ke Sri Lanka
Selasa, 21 September 2021 - 07:30 WIB
Image: The Tamil family has been granted three more months but beyond that is anyone's guess. A...
Live Streaming Radio Network