Meski Berat, Warga Pahami Alasan Perpanjangan PPKM
Elshinta
Senin, 26 Juli 2021 - 08:47 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Meski Berat, Warga Pahami Alasan Perpanjangan PPKM
VOA Indonesia - Meski Berat, Warga Pahami Alasan Perpanjangan PPKM
Sebagian besar warga Indonesia memahami alasan perpanjangan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV yang diberlakukan pemerintah mulai tanggal 26 Juli hingga 2 Agustus mendatang, sebagaimana diumumkan Presiden Joko Widodo Minggu malam (25/7). Berbeda dengan kebijakan sebelumnya, perpanjangan PPKM kali ini akan memberi pelonggaran secara bertahap pada pedagang di pasar rakyat, pedagang kaki lima, toko kelontong, agen atau outlet voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan dan usaha-usaha kecil lain yang diijinkan buka dengan protokol kesehatan ketat. Ada pula pembatasan waktu operasi. Diwawancarai VOA, Niki Lestari, karyawan swasta di Bekasi yang berusia 32 tahun, mengatakan dapat memaklumi perpanjangan pembatasan sosial ini karena “ini bisa menekan penularan.” Niki, yang pernah tertular COVID-19 November lalu, merujuk pada masih tingginya angka kasus baru COVID-19, yang pada hari Minggu (25/7) mencapai 38.679 kasus. “Ini perlu karena jumlah kasus baru khan masih di atas 30 ribu per hari, sementara vaksinasi juga belum cepat karena masih banyak hoaks beredar di kalangan masyarakat soal vaksin. Jadi memang masih perlu PPKM.” PKL di Yogya Siap Semprotkan Disinfektan Sebelum Mulai Beroperasi Kembali Hal senada disampaikan Slamet Santoso, Ketua Komunitas Malioboro yang juga Ketua Paguyuban PKL Malioboro-Ahmad Yani (Pemalni). Ia bahkan menyambut baik kebijakan baru yang diumumkan itu karena memberi kelonggaran bagi usaha kecil untuk tetap beroperasi meski dengan protokol kesehatan ketat. “Selama kurang lebih hampir satu bulan ini kami tidak melakukan aktivitas karena PPKM Darurat Jawa-Bali ini... Namun kini diperpanjang dengan kelonggaran yang diberikan oleh pemerintah terkait masalah PKL. Kami bisa buka sampai pukul sembilan malam dengan menggunakan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Slamet, yang mengepalai sekitar 38.000 PKL. Namun sebelum memulai kembali berdagang, ia mengatakan akan melakukan penyemprotan disinfektan secara massal di sepanjang Jalan Malioboro hingga ke Jalan Margo Utomo, di mana sebagian besar PKL beroperasi. “Semua komunitas akan dilibatkan besok,” ujarnya. Belum Semua Dapat Akses BLT Meskipun memahami, tetapi warga juga mengingatkan dampak ekonomi jika kebijakan ini terus diterapkan, terutama di daerah-daerah yang baru saja dilanda bencana dan kondisinya masih belum stabil. Adriansa Manu, warga Kota Palu berusia 31 tahun yang diwawancarai VOA tak lama setelah pengumuman itu mengatakan “tidak keberatan pemerintah memperpanjang PPKM hanya saja memang dampak ekonominya harus mereka pikir, terhadap kami dan seluruh warga kota Palu. Selama ini khan ekonomi kota Palu belum pulih benar pasca bencana lalu sehingga banyak warga yang kehilangan pekerjaan. Mereka cukup menderita dengan PPKM ini.”   Ia khawatir jika pembatasan kegiatan terus diperpanjang dan kondisi perekonomian terus memburuk maka akan terjadi kericuhan. “Ini menimbulkan dampak sosial dan bisa memicu chaos, masyarakat jadi anarkis jika tidak ada solusi. Kasus kejahatan saja sudah meningkat di kota Palu. Pencurian, begal terus terjadi sejak COVID-19 meluas.” Pemerintah sebenarnya sudah bergerak cepat menyalurkan bantuan langsung tunai dan beragam bantuan lain seperti vitamin dan obat untuk mereka yang sedang isolasi mandiri; selain peningkatan kapasitas rumah sakit, isolai terpusat, ketersediaan oksigen dan peralatan medis lain dan sebagainya. Tetapi menurut Andriansa Manu “tidak semua orang memiliki akses, dan kalau mereka mendapatkan, seringkali tidak cukup untuk kehidupan sehari-hari.” [em/jm]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jokowi: Perlu Segera Dibangun Sistem Ketahanan Kesehatan Global yang Baru 
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Presiden Joko Widodo mendesak perlunya penataan ulang sistem ketahanan kesehatan global yang baru pa...
Italia Minta Pakistan Ekstradisi Orang Tua Remaja yang Hilang
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Italia, Kamis (23/9) mengatakan pihaknya telah meminta Pakistan untuk mengekstradisi orang tua dari ...
Phil Grabsky, Shoaib Sharifi Rekam Peristiwa 20 Tahun di Afghanistan
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
My Childhood My Country: 20 Years in Afghanistan (“Masa Kecilku, Negeraku: 20 Tahun di Afghanistan...
Ketimpangan dalam Vaksin Virus Corona Jadi Fokus di Majelis Umum PBB 
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Presiden Chad Mahamat Idriss Deby dan Presiden Uganda Yower...
Penyelidik PBB: Junta Militer Myanmar Mungkin Lakukan Kejahatan terhadap Kemanusiaan
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Seorang penyelidik PBB di Myanmar telah menuduh junta militer negara itu melakukan serangan sistemat...
Blinken Serukan DK PBB Bantu Atasi Perubahan Iklim
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Menteri Luar Negeri Amerikan Antony Blinken hari Kamis (23/9) menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB u...
Kecam Deportasi Tak Manusiawi Migran Haiti, Utusan Khusus AS Mundur
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Utusan Khusus Amerika untuk Haiti Daniel Foote Kamis siang (23/9) mengundurkan diri dan mengecam ker...
Pemimpin AS, Australia, Jepang dan India akan Bahas Kerja Sama Indo-Pasifik
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Pemimpin Amerika, Australia, Jepang dan India dijadwalkan akan melangsungkan pertemuan di Washington...
Irak Hadapi
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Presiden Irak Barham Salih pada Kamis (23/9) mengatakan bahwa negaranya sedang menghadapi "pertempur...
Blinken Pahami Pengunduran Diri Utusan AS untuk Haiti
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengatakan ia memahami ketidaksepakatan utusan khusus Amerika unt...
Live Streaming Radio Network