Pakar Penyakit Menular AS Ingatkan Bahaya Varian Delta
Elshinta
Senin, 26 Juli 2021 - 08:47 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Pakar Penyakit Menular AS Ingatkan Bahaya Varian Delta
VOA Indonesia - Pakar Penyakit Menular AS Ingatkan Bahaya Varian Delta
Pakar penyakit menular terkemuka di Amerika, Dr. Anthony Fauci, hari Minggu (25/7) menyampaikan peringatan tentang lonjakan kasus virus corona di Amerika, khususnya di wilayah di mana orang-orang enggan divaksinasi meskipun varian Delta meluas dengan sangat cepat. “Kita bergerak ke arah yang salah,” ujar Fauci dalam program “State of the Union” di stasiun televisi CNN. “Lima puluh persen warga di negara ini belum divaksinasi. Ini masalah. Kita menempatkan diri kita dalam bahaya,” ujar Fauci, penasehat medis bagi Presiden Joe Biden. Di Amerika, tingkat rawat inap dan kematian masih jauh di bawah puncaknya pada musim dingin lalu. Tetapi jumlah kasus baru meningkat tajam di beberapa negara bagian di mana skeptimisme tentang perlu tidaknya vaksinasi masih tinggi, juga soal keamanan vaksin dan penolakan terhadap saran pemerintah soal vaksinasi. Lebih dari 51.000 kasus baru tercatat di Amerika hari Sabtu (24/7), atau naik 172% selama dua minggu terakhir. Lebih dari 250 kematian terjadi setiap hari dalam beberapa pekan terakhir ini. Saat ini pemerintah mengatakan lebih dari 162 juta orang di Amerika telah divaksinasi penuh, atau setara dengan 48% populasi dan hampir 60%-nya adalah orang dewasa. Tetapi jajak pendapat menunjukkan bahwa 80% warga Amerika yang tidak divaksinasi mengatakan mereka tampaknya tidak akan atau sama sekali tidak akan bersedia divaksinasi, tidak peduli seberapa banyak pejabat yang mendesak mereka agar divaksinasi. [em/jm]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
PBB Didesak Selidiki Pelanggaran HAM oleh Taliban di Afghanistan
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Para peserta sidang khusus tentang situasi hak asasi manusia di Afghanistan telah mendesak Dewan Hak...
AS Tingkatkan Evakuasi dari Kabul
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Militer Amerika telah melakukan penerbangan evakuasi terbesar di Afghanistan sejak operasi itu dimul...
Aljazair Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Maroko
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Menteri Luar Negeri Aljazair Ramtane Lamamra, Selasa (24/8), mengatakan negaranya memutuskan hubunga...
Sejumlah Perempuan Afghanistan Laporkan Pelecehan Taliban
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Sejumlah guru dan staf perempuan lain yang dipekerjakan oleh sekolah-sekolah di dua provinsi di Afgh...
Biden: “Lebih Cepat Kita Selesaikan Evakuasi, Lebih Baik”
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Selasa (24/8), mengatakan ia akan tetap memenuhi tenggat untuk m...
Pemimpin Faksi Republik di DPR: Taliban Seharusnya Tidak Mendikte AS
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Pemimpin faksi Republik di DPR, Selasa (24/8), menyerukan pemerintah Biden untuk tetap tinggal di Af...
Isu Iran Diperkirakan Jadi Fokus Pertemuan Biden-Bennett
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Perdana Menteri Israel Naftali Bennett diperkirakan akan mendorong Presiden Amerika Joe Biden untuk ...
Polandia Tuduh Belarus Dorong Migran Menuju Polandia
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Perdana Menteri Polandia mengatakan, Selasa (24/8), Belarus dengan sengaja mendorong para migran dar...
Serangan Drone Turki di Suriah Timbulkan Kekhawatiran Kurdi
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Pasukan Kurdi yang didukung AS di Suriah mengatakan mereka semakin khawatir dengan gelombang seranga...
Taliban: Upaya Apapun Untuk Evakuasi Setelah 31 Agustus “Ilegal”
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB
Terlepas dari tekanan domestik dan internasional untuk memperpanjang tenggat penarikan pasukan Ameri...
Live Streaming Radio Network