Legislator Korsel: Korut Ingin Sanksi Dilonggarkan Untuk Mulai Pembicaraan dengan AS
Elshinta
Rabu, 04 Agustus 2021 - 10:24 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Legislator Korsel: Korut Ingin Sanksi Dilonggarkan Untuk Mulai Pembicaraan dengan AS
VOA Indonesia - Legislator Korsel: Korut Ingin Sanksi Dilonggarkan Untuk Mulai Pembicaraan dengan AS
Korea Utara ingin sanksi-sanksi internasional yang melarang ekspor metal dan impor bahan bakar olahan serta barang-barang keperluan lainnya dicabut untuk memulai kembali pembicaraan denuklirisasi dengan AS, kata para anggota parlemen Korea Selatan, Selasa (3/8). Korea Utara juga menuntut dilonggarkannya sanksi-sanksi terhadap impor barang-barang mewahnya termasuk minuman keras, kata para legislator setelah mendapat pengarahan dari badan intelijen utama Korea Selatan. Pengarahan itu berlangsung sepekan setelah kedua Korea memulihkan saluran telepon langsung (hotline) yang dibekukan Korea Utara tahun lalu. Media pemerintah Korea Utara, Selasa (3/8), tidak menyebut tentang permintaan baru bagi pencabutan sanksi-sanksi untuk memulai kembali pembicaraan. Para legislator Korea Selatan mengatakan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in telah menyatakan kesediaan untuk membangun kembali rasa saling percaya dan meningkatkan hubungan sejak April, dan Kim telah meminta agar hotline dipulihkan. Mereka juga mengatakan Korea Utara sangat membutuhkan sekitar 1 juta ton beras, karena ekonominya terpukul oleh pandemi virus corona dan cuaca buruk tahun lalu. Bank sentral Korea Selatan pekan lalu menyatakan ekonomi Korea Utara mengalami kontraksi terbesar dalam 23 tahun pada tahun 2020 karena negara itu terpukul oleh sanksi-sanksi PBB, langkah-langkah lockdown terkait COVID-19 dan cuaca. Moon telah membuat peningkatan hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Korea Utara sebagai prioritas utama, sementara AS telah lama menegaskan hubungan dengan Korea Utara tidak dapat ditingkatkan sebelum negara tersebut menghentikan program misil dan nuklirnya. Korea Utara telah melakukan enam uji coba senjata nuklir sejak 2006 dan menguji coba misil yang mampu menghantam AS. Dewan Keamanan PBB telah mengeluarkan serangkaian sanksi-sanksi terhadap Korea Utara, termasuk terhadap entitas dan individu di negara yang menutup diri itu, karena melanjutkan program nuklir dan misil balistiknya yang bertentangan dengan resolusi PBB. AS, Jepang dan Korea Selatan juga telah mengeluarkan sanksi-sanksi terhadap Korea Utara, tetap sifatnya tidak mengikat terhadap negara-negara lain. [uh/ab]    
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jokowi: Perlu Segera Dibangun Sistem Ketahanan Kesehatan Global yang Baru 
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Presiden Joko Widodo mendesak perlunya penataan ulang sistem ketahanan kesehatan global yang baru pa...
Italia Minta Pakistan Ekstradisi Orang Tua Remaja yang Hilang
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Italia, Kamis (23/9) mengatakan pihaknya telah meminta Pakistan untuk mengekstradisi orang tua dari ...
Phil Grabsky, Shoaib Sharifi Rekam Peristiwa 20 Tahun di Afghanistan
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
My Childhood My Country: 20 Years in Afghanistan (“Masa Kecilku, Negeraku: 20 Tahun di Afghanistan...
Ketimpangan dalam Vaksin Virus Corona Jadi Fokus di Majelis Umum PBB 
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Presiden Chad Mahamat Idriss Deby dan Presiden Uganda Yower...
Penyelidik PBB: Junta Militer Myanmar Mungkin Lakukan Kejahatan terhadap Kemanusiaan
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Seorang penyelidik PBB di Myanmar telah menuduh junta militer negara itu melakukan serangan sistemat...
Blinken Serukan DK PBB Bantu Atasi Perubahan Iklim
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Menteri Luar Negeri Amerikan Antony Blinken hari Kamis (23/9) menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB u...
Kecam Deportasi Tak Manusiawi Migran Haiti, Utusan Khusus AS Mundur
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Utusan Khusus Amerika untuk Haiti Daniel Foote Kamis siang (23/9) mengundurkan diri dan mengecam ker...
Pemimpin AS, Australia, Jepang dan India akan Bahas Kerja Sama Indo-Pasifik
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Pemimpin Amerika, Australia, Jepang dan India dijadwalkan akan melangsungkan pertemuan di Washington...
Irak Hadapi
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Presiden Irak Barham Salih pada Kamis (23/9) mengatakan bahwa negaranya sedang menghadapi "pertempur...
Blinken Pahami Pengunduran Diri Utusan AS untuk Haiti
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengatakan ia memahami ketidaksepakatan utusan khusus Amerika unt...
Live Streaming Radio Network