Intervensi Militer AS Membawa Kesengsaraan bagi Rakyat Afghanistan
Elshinta
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Intervensi Militer AS Membawa Kesengsaraan bagi Rakyat Afghanistan
CRI - Intervensi Militer AS Membawa Kesengsaraan bagi Rakyat Afghanistan

Dewan HAM PBB hari Selasa kemarin (24/8) mengadakan sidang khusus mengenai masalah Afghanistan. Para wakil dari Tiongkok, Kuba, Venezuela dan Iran menunjukkan, intervensi militer AS telah membawa kesengsaraan bagi rakyat Afghanistan.

Duta Besar Tiongkok untuk PBB di Jenewa dan organisasi internasional lainnya di Swis, Chen Xu menyatakan, situasi Afghanistan telah mengalami perubahan besar, dan Tiongkok menghormati keinginan dan pilihan rakyat Afghanistan sendiri. Tugas urgen dewasa ini adalah secepatnya memulihkan perdamaian, kestabilan dan ketertiban. Keselamatan dan kepentingan rakyat jelata Afghanistan dan warga asing di Afghanistan harus dijamin, kepentingan lembaga diplomatik dan para diplomat untuk Afghanistan harus dijamin. Tiongkok telah mencatat bahwa Taliban sudah berkali-kali menyatakan keinginannya untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi rakyat dan memenuhi keinginan rakyat, berupaya membangun pemerintah Islam yang terbuka dan inklusif, mengumumkan untuk mengampuni para anggota staf bekas pemerintah, dan berkomitmen untuk menjamin hak bicara, kerja dan pendidikan kaum wanita dan kepentingan lainnya.

Chen Xu menyatakan, Tiongkok mendorong dan mengharapkan Taliban memenuhi komitmennya.

Chen Xu menyatakan, AS melakukan intervensi militer terhadap negara berdaulat atas nama demokrasi dan HAM, memaksakan pola negaranya sendiri kepada negara yang sepenuhnya memiliki sejarah, kebudayaan dan keadaan negara yang berbeda, merugikan kedaulatan dan keutuhan wilayah negara terkait, dan juga telah membawa kesengsaraan bagi rakyat negara terkait. Fakta sekali membuktikan bahwa penyelesaian masalah dengan politik kekuasaan dan metode militer adalah sebuah jalan buntu, hanya akan dengan serius merugikan kestabilan kawasan dan HAM rakyat setempat. Masalah pelanggaran HAM tentara AS, Inggris dan Australia di Afghanistan pasti akan diusut pertanggungjawaban.

Kuba menyatakan, AS dan sekutunya harus memikul tanggung jawab langsung atas keadaan Afghanistan sekarang ini. AS tidak berhak untuk menentukan nasib Afghanistan atau negara berdaulat lain mana pun. Sejarah membuktikan bahwa semua negara yang diintervensi AS dengan alasan “demokrasi”, “HAM” dan “pemberantasan terorisme” telah mengalami kekacauan, sabotase, kematian dan kemiskinan.

Venezuela menyatakan, AS dan sekutu Eropanya telah melakukan pemaksaan dan intervensi militer selama 20 tahun di Afghanistan, dan terjadi tindakan pelanggaran HAM dan impunitas dalam jumlah besar, telah mengakibatkan kekacauan, sabotase dan pembunuhan, dan itulah   kejahatan terhadap kemanusiaan.

Iran menyatakan, intervensi militer AS mengakibatkan kerusakan, kesengsaraan dan keputusasaan kepada afghanistan, telah mengakibatkan kekacauan dan bahaya kepada daerah itu. AS harus bertanggung jawab atas hal itu.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kemlu Tiongkok Desak AS Segera Betulkan Kesalahannya
Jumat, 24 September 2021 - 09:56 WIB
Menanggapi isu AS menahan produk perusahaan Tiongkok dengan alasan adanya kerja paksa di Xinjiang, j...
Tiongkok Uraikan Ide dan Prestasi HAM dalam Sidang Dewan HAM PBB
Jumat, 24 September 2021 - 09:56 WIB
Dalam Sidang Dewan HAM PBB ke-48 hari Rabu kemarin (22/9), Wakil Tetap Tiongkok untuk PBB di Jenewa,...
Menyambut Festival Panen Raya Petani Tiongkok
Jumat, 24 September 2021 - 09:56 WIB
Menanam di musim semi, panen di musim gugur. Tanggal 23 September adalah Festival Panen Raya Petani ...
Presiden Xi Jinping Kemukakan Prakarsa Pembangunan Global
Jumat, 24 September 2021 - 09:55 WIB
Tepatnya pada malam Festival Bulan Purnama 2020, Presiden Tiongkok Xi Jinping pernah menyampaikan pi...
Hasil Penelitian Menunjukkan, COVID-19 Kemungkinan Besar Terjadi di AS Sekitar Bulan September 2019
Jumat, 24 September 2021 - 09:54 WIB
ChinaXiv Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok hari Rabu kemarin (22/9) mengumumkan sebuah hasil penelit...
Pertemun dengan Xi Jinping, Kebijaksanaan dalam Matanya
Jumat, 24 September 2021 - 09:54 WIB

Wang Yi: Berbagai Pihak Hendaknya Bantu Afghanistan Hadapi ‘Empat Tantangan’
Jumat, 24 September 2021 - 09:54 WIB
Anggota Dewan Negara selaku Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi menghadiri Pertemuan Menlu Anggota ...
Wang Yi Hadiri Pertemuan Virtual Menlu G20 mengenai Masalah Afghanistan
Jumat, 24 September 2021 - 09:54 WIB
Anggota Dewan Negara selaku Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi menghadiri Pertemuan Virtual Menlu ...
Dubes Tiongkok untuk AS Qin Gang: Tiongkok Tak Pernah Katakan Bahwa Sistem Tiongkok Adalah Terbaik di Dunia
Jumat, 24 September 2021 - 09:54 WIB
Menurut situs web Kedubes Tiongkok di AS hari Rabu kemarin, kemarin sore waktu setempat (22/9), Dube...
Tanaman Musim Gugur di Tiongkok Tumbuh dengan Baik
Jumat, 24 September 2021 - 09:53 WIB
 Kini, tanaman bahan pangan musim gugur di seluruh Tiongkok sedang mulai matang. Produks...
Live Streaming Radio Network