Polandia Tuduh Belarus Dorong Migran Menuju Polandia
Elshinta
Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:26 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Polandia Tuduh Belarus Dorong Migran Menuju Polandia
VOA Indonesia - Polandia Tuduh Belarus Dorong Migran Menuju Polandia
Perdana Menteri Polandia mengatakan, Selasa (24/8), Belarus dengan sengaja mendorong para migran dari Timur Tengah untuk memasuki Polandia untuk mengacaukan Uni Eropa.  “Tetangga timur kami mencoba secara sistematis, dan dengan cara yang terorganisasi, untuk mengacaukan situasi politik,” kata Mateusz Morawiecki dalam kunjungan ke Kota Kuznica di Polandia timur.  Sekitar 3.000 migran, sebagian dari Irak dan Afghanistan, telah berusaha memasuki Polandia dari Belarus bulan ini, lapor kantor berita Associated Press. Polandia menolak mereka masuk dan pada Senin (23/8)  mengatakan akan membangun pagar untuk menghalangi mereka masuk Polandia.  Pemerintah Polandia mengatakan, Selasa (24/8), telah menyediakan tenda, selimut dan generator listrik untuk para migran, yang tetap berada di wilayah Belarus.  Pada Selasa (24/8), badan pengungsi PBB, UNHCR, menyerukan agar Polandia memberikan dukungan medis dan hukum kepada para migran.  Morawiecki mengatakan upaya Belarus akan gagal karena “perbatasan Polandia akan dijaga dengan sangat baik.”  Polandia tidak sendirian dengan tuduhan terhadap Belarus itu. Negara-negara lain di kawasan Baltik juga mengatakan Minsk mendorong para migran ke arah negara-negara mereka. Mereka mengatakan langkah itu sebagai pembalasan atas sanksi Uni Eropa terhadap Belarus menyusul tindakan keras pemerintah terhadap mereka yang memprotes pemilihan kembali Presiden Alexander Lukashenko pada Agustus 2020 yang disengketakan.  Komisi Eropa, badan eksekutif Uni Eropa, mengatakan sedang memantau situasi.  “Kami dengan tegas menolak upaya untuk memperalat orang untuk tujuan politik,” kata juru bicara Komisi Eropa Christian Wigand di Brussels. “Kami tidak dapat menerima upaya apa pun oleh negara ketiga untuk menghasut atau menyetujui migrasi ilegal” ke Uni Eropa.  Wigand menyerukan “manajemen perbatasan yang tertib” dan “penghormatan penuh terhadap hak-hak dasar para migran.” [lt/em]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jokowi: Perlu Segera Dibangun Sistem Ketahanan Kesehatan Global yang Baru 
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Presiden Joko Widodo mendesak perlunya penataan ulang sistem ketahanan kesehatan global yang baru pa...
Italia Minta Pakistan Ekstradisi Orang Tua Remaja yang Hilang
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Italia, Kamis (23/9) mengatakan pihaknya telah meminta Pakistan untuk mengekstradisi orang tua dari ...
Phil Grabsky, Shoaib Sharifi Rekam Peristiwa 20 Tahun di Afghanistan
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
My Childhood My Country: 20 Years in Afghanistan (“Masa Kecilku, Negeraku: 20 Tahun di Afghanistan...
Ketimpangan dalam Vaksin Virus Corona Jadi Fokus di Majelis Umum PBB 
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Presiden Chad Mahamat Idriss Deby dan Presiden Uganda Yower...
Penyelidik PBB: Junta Militer Myanmar Mungkin Lakukan Kejahatan terhadap Kemanusiaan
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Seorang penyelidik PBB di Myanmar telah menuduh junta militer negara itu melakukan serangan sistemat...
Blinken Serukan DK PBB Bantu Atasi Perubahan Iklim
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Menteri Luar Negeri Amerikan Antony Blinken hari Kamis (23/9) menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB u...
Kecam Deportasi Tak Manusiawi Migran Haiti, Utusan Khusus AS Mundur
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Utusan Khusus Amerika untuk Haiti Daniel Foote Kamis siang (23/9) mengundurkan diri dan mengecam ker...
Pemimpin AS, Australia, Jepang dan India akan Bahas Kerja Sama Indo-Pasifik
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Pemimpin Amerika, Australia, Jepang dan India dijadwalkan akan melangsungkan pertemuan di Washington...
Irak Hadapi
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Presiden Irak Barham Salih pada Kamis (23/9) mengatakan bahwa negaranya sedang menghadapi "pertempur...
Blinken Pahami Pengunduran Diri Utusan AS untuk Haiti
Jumat, 24 September 2021 - 10:42 WIB
Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengatakan ia memahami ketidaksepakatan utusan khusus Amerika unt...