Gula Aren Obat Diabetes dari Indonesia, Akan Berlaga di Pertemuan Puncak Sains Berlin 2021
Elshinta
Selasa, 21 September 2021 - 07:29 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Gula Aren Obat Diabetes dari Indonesia, Akan Berlaga di Pertemuan Puncak Sains Berlin 2021
DW.com - Gula Aren Obat Diabetes dari Indonesia, Akan Berlaga di Pertemuan Puncak Sains Berlin 2021

Pengidap diabetes mellitus harus berjuang mengatasi keseharian yang membosankan, untuk menjaga kadar gula darahnya tetap stabil pada batas aman. Mereka juga harus melakukan terapi obat-obatan sepanjang hidupnya. Dan yang paling menyiksa adalah tidak boleh mengkonsumsi makanan atau minuman manis yang mengandung gula.

Bahan pemanis buatan yang saat ini lazim digunakan, juga memiliki sejumlah efek negatif yang harus diwaspadai. Mencermati berbagai batasan dan terapi panjang para pasien diabetes ini, periset muda Amalia Sitti Khayyira membuat penelitian berbasis gula aren untuk mengembangkan makanan sejenis obat bagi penderita diabetes.

Metode produksinya mulai dilakukan tahun 2017, berbasis fermentasi sederhana mengkonversi gula aren menjadi senyawa D-allulosa, yaitu gula langka (rare sugar) yang bebas kalori dan memiliki manfaat penurunan glukosa darah tapi masih menyisakan rasa manis gula. Keunggulan metode produksinya, adalah bisa dilakukan dalam skala industri rumahan.

Menang kompetisi Falling Walls Indonesia

Riset gula aren untuk mengobati diabetes sukses mengantarkan Amalia menjadi juara pertama kompetisi Falling Walls Labs Indonesia yang digelar lembaga pertukaran akedemis Jerman DAAD Jakarta secara virtual Sabtu (11/9). Acara digelar DAAD Jakarta bermitra dengan kementrian luar negeri Jerman, Euraxess dan Deutsche Welle.

Periset di CV Amalose Indonesia itu menyebutkan, gagasan dan risetnya dipicu problematika yang dihadapi di masyarakat terutama di Indonesia, di mana jumlah kasus diabetes mellitus (DM) ini sangat masif. "Penderitanya sangat beragam dari kalangan bawah, menengah, hingga atas, menandakan masalah ini memang akarnya adalah gaya hidup masyarakatsecara keseluruhan, tidak hanya kalangan tertentu saja” ujar master farmasi dari Universitas Indonesia itu kepada DW.

Amalia mencermati masyarakat Indonesia memang sangat menyukai makanan dan minuman manis yang mengandung gula. Konsumsi makanan dan minuman manis sudah menjadi kebiasaan sehari-hari. Oleh karena itu, saat seseorang didiagnosis dengan DM, kebiasaan konsumsi manis tersebut jugalah yang sangat sulit ditinggalkan.

Dalam kompetisi virtual yang dibuka oleh Direktur DAAD kantor regional Jakarta, Thomas Zettler dan dipandu oleh dua staf DAAD Jakarta Christian Rabl dan Ribka Gloria itu, Amalia mengungguli 18 finalis lainnya yang lolos ke babak final kompetisi. Posisi kedua diraih Putu Brahmanda Sudarsana yang mengajukan tema preservasi manuskrip kuno dan posisi tiga diraih Jeallyza Muthia Azra yang mengusung tema pengolahan air kelapa muda untuk pemanfaatan lebih efektif.

Ide-ide yang lolos ke babak final Falling Walls Indonesia berspektrum cukup luas dan inovatif mulai dari yang berskala lokal hingga global. Topiknya mulai dari yang sederhana seperti koperasi petani jamur lokal, hingga yang berskala luas seperti pembuatan bahan bakar dari limbah plastik atau kapal laut berbahan bakar hidrogen untuk transpotasi samudra.

Beradu gagasan inovatif di Berlin

Sebagai pemenang Falling Walls Lab Indonesia, Amalia akan mewakili Indonesia beradu gagasan inovatif dalam acara Falling Walls Science Summit dari 7 sampai 9 November di Berlin. Di Jerman, wakil Indonesia itu akan kembali mempresentasikan proyeknya, bersaing lagi dalam kompetisi sains internasional yang diikuti sekitar 1000 peserta dari 115 negara di seluruh dunia.

Seluruhnya ada 7 kategori disiplin keilmuan yang akan saling bersaing ketat menampilkan para kandidat dari berbagai negara, untuk meraih gelar juara yang bergengsi di bidang masing-masing. Organisator Falling Walls Science Summit di Berlin membaginya dalam ketegori: Life Sciences, Physical Sciences, Engineering and Technology, Social Sciences and Humanities, Art and Science, Future Learning, and Science and Innovation Management.

Kompetisi Falling Walls yang digelar setahun sekali, terutama bertujuan mencari telenta dan inovator-inovator muda atau lembaga riset dengan gagasan cemerlang untuk mengatasi berbagai masalah baik global maupun regional dengan penetrasi luas di masyarakat. Dinamai Falling Walls terinspirasi oleh runtuhnya Tembok Berlin pada 9 November 1989.

as/hp



Mengobati diabetes dengan gula aren? Kedengaran kontroversial. Namun temuan periset muda Amalia bisa membantu penderita diabetes mengatasi masalah mereka dengan gula aren. Bagaimana berfungsinya?
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Stasiun TV di Indonesia Yang Menyiarkan Inovator
Jumat, 24 September 2021 - 10:40 WIB
Bali TV (Denpasar) : setiap Sabtu jam 16:30 Elshinta TV (Jakarta) : setiap Senin – Kamis jam...
Gula Aren Obat Diabetes dari Indonesia, Akan Berlaga di Pertemuan Puncak Sains Berlin 2021
Jumat, 24 September 2021 - 10:40 WIB
Pengidap diabetes mellitus harus berjuang mengatasi keseharian yang membosankan, untuk menjaga kadar...
SpaceX Inspiration4: Era Misi Luar Angkasa Warga Sipil Dimulai
Jumat, 24 September 2021 - 10:40 WIB
Misi SpaceX Inspiration4 bisa dibilang lebih dari sekadar sebuah wisata luar angkasa, bukan hanya ka...
iPhone 13 Resmi Dirilis, Perluas Konektivitas 5G dan Chip Baru
Jumat, 24 September 2021 - 10:40 WIB
Apple Inc meluncurkan iPhone 13 dan iPad Mini baru pada Selasa (14/09), memperluas konektivitas 5G d...
Awal Sebuah Harapan Setelah Gugatan Polusi Udara Dikabulkan Sebagian.
Jumat, 24 September 2021 - 10:40 WIB
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis (16/09) resmi mengabulkan sebagian gugatan pencemaran uda...
Citra Fantastis Jagad Raya Dari Teleskop Ruang Angkasa Hubble
Jumat, 24 September 2021 - 10:40 WIB
Teleskop Luar Angkasa Hubble selama lebih 30 tahun mengirimkan gambar-gambar menakjubkan dari sudut ...
Kisah Finalis Puteri Indonesia dari Papua Barat Hadapi Diskriminasi dan Rasisme
Jumat, 24 September 2021 - 10:40 WIB
Saat SMA, Olvah Alhamid perempuan asal Timika, Papua Barat, pindah ke Surabaya, Jawa Timur untuk men...
Kapan Vaksin Covid-19 Akan Tersedia?
Jumat, 24 September 2021 - 10:40 WIB
Di seluruh dunia saat ini tercatat ada 160 kandidat vaksin. 50 diantaranya sudah melakukan uji klini...
Masalah-masalah yang Jadi Isu Penting Uni Eropa Tahun 2021
Jumat, 24 September 2021 - 10:40 WIB
Temuan dalam survei Eurobarometer yang ditugaskan oleh Uni Eropa (UE) baru-baru ini sangat jelas: Wa...
Kasus COVID Meningkat Lagi di Beberapa Negara Bagian India
Jumat, 24 September 2021 - 10:40 WIB
Setelah gelombang kedua Pandemi COVID yang mematikan menyergap India pada bulan April dan Mei, kasus...