Dua Buronan Kasus Terorisme Tewas Ditembak Pasukan Gabungan TNI-Polri
Elshinta
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Dua Buronan Kasus Terorisme Tewas Ditembak Pasukan Gabungan TNI-Polri
ABC.net.au - Dua Buronan Kasus Terorisme Tewas Ditembak Pasukan Gabungan TNI-Polri

Ali Kalora, militan ekstremis yang masuk daftar pencarian orang (DPO) kasus terorisme yang paling dicari di Indonesia yang terkait dengan kelompok Negara Islam (IS) tewas dalam baku tembak dengan pasukan keamanan.

Ali Kalora, yang tewas dalam kampanye kontra-terorisme besar-besaran terhadap para ekstremis di hutan pegunungan terpencil ini, adalah salah satu dari dua DPO teroris yang tewas dalam serangan itu, kata kepala militer daerah Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Farid Makruf.

Tersangka ekstremis lainnya, menurut Jenderal Makruf, teridentifikasi sebagai Jaka Ramadan.

Farid menambahkan, kedua pria itu ditembak mati pada Sabtu malam oleh tim gabungan perwira militer dan polisi di kabupaten pegunungan Parigi Moutong di provinsi Sulawesi Tengah, yang berbatasan dengan Kabupaten Poso, yang dianggap sebagai sarang ekstremis di provinsi tersebut.

"Ali Kalora adalah teroris yang paling dicari dan pemimpin MIT," kata Farid, mengacu pada akronim Indonesia dari jaringan Mujahidin Indonesia Timur, sebuah kelompok militan yang berjanji setia kepada Negara Islam pada tahun 2014.

Dia mengatakan bahwa pasukan keamanan sedang mencari empat tersangka anggota kelompok yang tersisa.

Baku tembak hari Sabtu lalu (18/09) terjadi dua bulan setelah pasukan keamanan membunuh dua tersangka anggota kelompok itu dalam serangan sebelum fajar di distrik pegunungan yang sama.

Mujahidin Indonesia Timur telah mengaku bertanggung jawab atas beberapa pembunuhan terhadap petugas polisi dan minoritas Kristen.

Operasi keamanan di daerah itu telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir untuk mencoba menangkap anggota jaringan, dan menargetkan Ali Kalora sebagai pemimpin kelompok itu. Ali telah menghindari penangkapan selama lebih dari satu dekade.

Dia mengambil alih peran Abu Wardah Santoso, yang dibunuh oleh pasukan keamanan pada Juli 2016. Puluhan pemimpin dan anggota kelompok lainnya telah dibunuh atau ditangkap sejak saat itu.

Pada bulan Mei 2021, para ekstremis membunuh empat orang Kristen di sebuah desa di Kabupaten Poso, termasuk satu orang yang dipenggal kepalanya.

Pihak berwenang mengatakan serangan itu sebagai pembalasan atas pembunuhan pada bulan Maret terhadap dua militan, termasuk putra Abu Wardah.

Kapolres Sulawesi Tengah, Rudy Sufahriadi, mengatakan jenazah Ali Kalora dan pengikutnya telah dibawa ke rumah sakit polisi di Palu.

"Kami mendesak empat buronan teroris lainnya untuk segera menyerah dan berani mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum," kata Rudy merujuk ke sisa anggota Mujahidin Indonesia Timur yang masih buron.

Kelompok tersebut berjanji setia kepada ISIS pada tahun 2014, dan Indonesia telah meningkatkan operasi keamanannya di daerah itu dalam beberapa bulan terakhir untuk mencoba menangkap anggotanya.

Indonesia, negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia, terus melakukan tindakan keras terhadap kelompok ekstremis sejak pengeboman di pulau wisata Bali pada tahun 2002 yang menewaskan 202 orang, dengan korban kebanyakan orang asing.

Serangan militan terhadap orang asing di Indonesia sebagian besar telah berubah dalam beberapa tahun terakhir, digantikan dengan serangan yang lebih kecil dan tidak terlalu mematikan yang menargetkan pemerintah, terutama polisi dan pasukan anti-terorisme, dan orang-orang yang dianggap kelompok tersebut sebagai kafir, yang terinspirasi oleh taktik ISIS di luar negeri.

Artikel ini diproduksi oleh Hellena Souisa dari artikel ABC News.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Presiden Indonesia Dinyatakan Bersalah Soal Pencemaran Udara, Ini Hukumannya
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Presiden Indonesia Joko Widodo dan pejabat lainnya di Indonesia dinyatakan bersalah atas kelalaian m...
China Semakin Perkuat Militernya, Seberapa Kuat Negara Barat?
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Saat Australia memilih kekuatan nuklir sebagai bagian pertahanan dan garis pertempuran sedang ditari...
Indonesia Mencermati dengan Penuh Kehati-hatian Soal Kapal Selam Nuklir Australia
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Kementerian Luar Negeri Indonesia mencermati secara hati-hati rencana Pemerintah Australia untuk mem...
Ada Sejumlah Pria Tak Mau Divaksinasi Karena Takut Buah Zakar Membengkak
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Selasa kemain, penyanyi ternama Nicki Minaj mengajukan pertanyaan yang mungkin belum ada dalam piki...
Dua Buronan Kasus Terorisme Tewas Ditembak Pasukan Gabungan TNI-Polri
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Ali Kalora, militan ekstremis yang masuk daftar pencarian orang (DPO) kasus terorisme yang paling di...
Saya Petarung: Manny Pacquiao Mencalonkan Diri Menjadi Presiden Filipina 2022
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Ikon tinju dan senator Filipina Manny Pacquiao mengatakan dia akan mencalonkan diri sebagai presiden...
Priya Dipaksa Menyaksikan Pacarnya Dibakar Hidup-hidup. Itu Salah Satu Alasannya Tak Bisa Pulang ke Sri Lanka
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Image: The Tamil family has been granted three more months but beyond that is anyone's guess. A...
Hal Apa Saja yang Mengejutkan Pendatang Tentang Australia?
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Ada beberapa hal yang kemungkinan besar muncul di benak seseorang yang hendak pindah ke Australia: m...
PM Australia Mengontak Presiden Jokowi untuk Menenangkan Indonesia Soal Kapal Selam Nuklir
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Perdana Menteri Scott Morrison menghubungi Presiden Joko Widodo kemarin setelah Kementerian Luar Neg...
Ribuan Pekerja Kontruksi Berunjuk Rasa Melbourne, Kebanyakan Anti-vaksin
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Lebih dari seribu pengunjuk rasa yang sebagian besar anti-vaksinasi memadati pusat kota Melbourne, A...