Indonesia Mencermati dengan Penuh Kehati-hatian Soal Kapal Selam Nuklir Australia
Elshinta
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Indonesia Mencermati dengan Penuh Kehati-hatian Soal Kapal Selam Nuklir Australia
ABC.net.au - Indonesia Mencermati dengan Penuh Kehati-hatian Soal Kapal Selam Nuklir Australia

Kementerian Luar Negeri Indonesia mencermati secara hati-hati rencana Pemerintah Australia untuk memiliki armada kapal selam bertenaga nuklir. 

Pernyataan ini dikeluarkan setelah Australia mengumumkan akan membangun delapan kapal selam bertenaga nuklir dengan Amerika Serikat dan Inggris

Dari pernyataan yang diterima ABC Indonesia, Jumat siang (17/09), Kemenlu RI mengatakan Indonesia mendorong Australia untuk tetap memenuhi kewajibannya menjaga perdamaian, stabilitas, dan keamanan di kawasan sesuai dengan 'Treaty of Amity and Cooperation'. 

Armada kapal selam bertenaga nuklir tersebut akan menjadi bagian dari program kemitraan keamanan trilateral baru bernama AUKUS (Australia-Inggris-Amerika Serikat).

Meski ketiga negara tidak menyebut China, tapi sejumlah pakar menilai kemitraan ini sebagai salah satu cara Amerika Serikat dan sekutunya, termasuk Australia dalam meredam pengaruh China di kawasan Indo-Pasifik.

Ketiga pemimpin negara itu menegaskan kapal selam yang dibuat nantinya tidak akan dipersenjatai dengan nuklir.

Mereka sudah menjelaskan jika kapal selam ini hanya akan menggunakan reaktor nuklir yang bertujuan menjaga diri dari ancaman keamanan di masa depan, seperti yang juga dikatakan Perdana Menteri Australia.

"Dunia menjadi semakin kompleks, terutama di wilayah kita, Indo-Pasifik," ujar PM Morrison.

"Masa depan Indo-Pasifik akan mempengaruhi masa depan kita semua," tambahnya.

Ia juga menegaskan jika Australia tidak berusaha membangun senjata nuklir.

Tapi Indonesia sudah mengungkapkan "sangat prihatin" atas terus berlanjutnya perlombaan senjata dan proyeksi kekuatan militer di kawasan Indo-Pasifik.

Perjanjian non-proliferasi nuklir ditandatangani oleh 62 negara di tahun 1968. 

Lima negara, yakni Prancis, China, Rusia, Inggris dan Amerika Serikat, yang selanjutnya disebut 'Nuclear Weapon States' atau negara pemilik senjata nuklir sudah sepakat untuk tidak mentransfer teknologi senjata nuklir ke negara lain. 

Sementara negara yang belum atau tidak memiliki senjata nuklir, seperti Australia, setuju untuk tidak meneliti atau mengembangkan senjata nuklir.

Perdana Menteri Inggris mengatakan jika kesepakatan mereka nantinya tidak akan melanggar perjanjian non-proliferasi nuklir tersebut.

“Kami membuka babak baru dalam persahabatan kami, dan tugas pertama dari kemitraan ini adalah membantu Australia memperoleh armada kapal selam bertenaga nuklir, dengan menekankan, tentu saja,  kapal selam tersebut akan didukung oleh reaktor nuklir, bukan dipersenjatai dengan senjata nuklir," kata PM Boris Johnson.

Sementara itu Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan kemitraan ketiga negara akan memastikan mereka memiliki kemampuan untuk bertahan melawan "ancaman yang cepat."

"Kita harus mampu mengatasi lingkungan strategis saat ini di kawasan, karena masa depan setiap negara kita, dan bahkan dunia, bergantung pada Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," jelas Presiden Biden.

China menganggap AUKUS akan merusak perdamaian

China dengan tegas mengecam aliansi baru Amerika Serikat dengan Australia dan Inggris, menyebutnya sebagai ancaman "sangat tidak bertanggung jawab" terhadap stabilitas regional.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian mengatakan dalam konferensi kemarin jika perjanjian itu "sangat merusak perdamaian dan stabilitas regional dan mengintensifkan perlombaan senjata".

Kekecewaan soal pengadaan kapal selam bertenaga nuklir oleh Australia juga datang dari Naval Group di Prancis, karena mereka sudah menawarkan kapal selam konvensional dengan "kinerja luar biasa" untuk Australia dan sudah disepakati.

Kemitraan baru Australia dengan Inggris dan Amerika Serikat berarti telah mengakhiri proyek Pemerintah Australia untuk pengadaan kapal selam Prancis dengan nilai $90 miliar yang tadinya akan dibangun di Adelaide, ibu kota Australia Selatan.

Negara tetangga terdekat Australia lainnya, yakni Selandia Baru, mengambil sikap yang tegas. 

Kamis kemarin, PM Jacinda Ardern mengatakan kapal selam nuklir milik Australia nantinya tidak boleh masuk ke kawasan perairan mereka, karena dilindungi dengan kebijakan bebas nuklir sejak tahun 1984.

PM Ardern juga mengatakan aliansi baru Indo-Pasifik tidak mengubah hubungan keamanan dan intelijen Selandia Baru.

Selandia Baru dan Australia termasuk dalam 'Five Eyes', yakni aliansi intelijen bersama dengan Kanada, Inggris, dan Amerika Serikat.

Artikel ini diproduksi oleh Erwin Renaldi

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Presiden Indonesia Dinyatakan Bersalah Soal Pencemaran Udara, Ini Hukumannya
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Presiden Indonesia Joko Widodo dan pejabat lainnya di Indonesia dinyatakan bersalah atas kelalaian m...
China Semakin Perkuat Militernya, Seberapa Kuat Negara Barat?
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Saat Australia memilih kekuatan nuklir sebagai bagian pertahanan dan garis pertempuran sedang ditari...
Indonesia Mencermati dengan Penuh Kehati-hatian Soal Kapal Selam Nuklir Australia
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Kementerian Luar Negeri Indonesia mencermati secara hati-hati rencana Pemerintah Australia untuk mem...
Ada Sejumlah Pria Tak Mau Divaksinasi Karena Takut Buah Zakar Membengkak
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Selasa kemain, penyanyi ternama Nicki Minaj mengajukan pertanyaan yang mungkin belum ada dalam piki...
Dua Buronan Kasus Terorisme Tewas Ditembak Pasukan Gabungan TNI-Polri
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Ali Kalora, militan ekstremis yang masuk daftar pencarian orang (DPO) kasus terorisme yang paling di...
Saya Petarung: Manny Pacquiao Mencalonkan Diri Menjadi Presiden Filipina 2022
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Ikon tinju dan senator Filipina Manny Pacquiao mengatakan dia akan mencalonkan diri sebagai presiden...
Priya Dipaksa Menyaksikan Pacarnya Dibakar Hidup-hidup. Itu Salah Satu Alasannya Tak Bisa Pulang ke Sri Lanka
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Image: The Tamil family has been granted three more months but beyond that is anyone's guess. A...
Hal Apa Saja yang Mengejutkan Pendatang Tentang Australia?
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Ada beberapa hal yang kemungkinan besar muncul di benak seseorang yang hendak pindah ke Australia: m...
PM Australia Mengontak Presiden Jokowi untuk Menenangkan Indonesia Soal Kapal Selam Nuklir
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Perdana Menteri Scott Morrison menghubungi Presiden Joko Widodo kemarin setelah Kementerian Luar Neg...
Ribuan Pekerja Kontruksi Berunjuk Rasa Melbourne, Kebanyakan Anti-vaksin
Jumat, 24 September 2021 - 09:52 WIB
Lebih dari seribu pengunjuk rasa yang sebagian besar anti-vaksinasi memadati pusat kota Melbourne, A...
Live Streaming Radio Network