Awalnya Tak Bisa Bahasa Inggris, Gabrielle dari Indonesia Bertahan di Australia
Elshinta
Jumat, 14 Januari 2022 - 10:13 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Awalnya Tak Bisa Bahasa Inggris, Gabrielle dari Indonesia Bertahan di Australia
ABC.net.au - Awalnya Tak Bisa Bahasa Inggris, Gabrielle dari Indonesia Bertahan di Australia

Tiga bulan setelah ia menjejakkan kakinya di Australia, Gabrielle menerima pesan singkat yang paling menyedihkan yang pernah ia terima.

"Opa meninggal," bunyi SMS yang ia terima dari kakak perempuannya.

"Dan saya berada di sini, di seberang lautan, di negara asing, di sekolah baru, dikelilingi oleh bahasa yang tidak saya mengerti," ucap Gabrielle.

Saat itulah ia merasa begitu sendirian, karena saat berada di Indonesia ia dikelilingi oleh keluarga besarnya.

Gabrielle adalah seorang remaja putri asal Kedungasri, Banyuwangi, Jawa Timur, di mana ia tinggal bersama kakak, kakek, dan neneknya.

Ibunya dulu bekerja di Bali yang kemudian menikahi pria Australia yang ditemuinya.

Bersama dengan Gabrielle, mereka kemudian menetap di rumah barunya di kawasan Streaky Bay, Australia Selatan.

Kota yang terletak sekitar 700 kilometer dari Adelaide ini menggantungkan perekonomiannya dari pertanian, industri perikanan dan juga pariwisata.

"

"Tempatnya sangat kecil, sepi dan sangat terisolasi," tutur Gabrielle.

"

Kalimat ini juga yang pernah diberitahu oleh ibunya saat ia diajak tinggal di Australia demi pendidikan yang lebih baik.

Memiliki teman-teman yang peduli

Saat pergi ke Australia, Gabrielle merasa cemas meski tetap ada semangat dan tekad untuk hidup di negara barunya.

Berita kematian kakeknya membuat Gabrielle merasa lebih kesepian.

"Saat itu baru tiga bulan saya menjalani kehidupan baru saya di Australia dan saya bersembunyi di kamar mandi sekolah, sendirian."

"Saya bisa mendengar suara teman-teman berdiri di depan pintu kamar mandi dan bertanya 'apa yang terjadi?"

Susah menjelaskan apa yang terjadi, karena kemampuan bahasa Inggris yang masih terbatas saat itu.

Tapi Gabrielle mengatakan teman-temannya kemudian mengerti apa yang ia rasakan.

"

"Esok harinya ketika saya ke sekolah lagi, teman-teman membuat kartu yang ditulis dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia."

"

"Kelas terasa berbeda. Saya menyadari bahwa teman-teman sangat peduli dengan saya," katanya lagi.

Upaya memperlancar bahasa Inggris

Pengalaman tersebut membuat Gabrielle ingin lebih giat belajar bahasa Inggris untuk bisa mendapat teman sebanyak mungkin.

"Saya banyak membaca buku, majalah, novel dan juga berbincang dalam bahasa Inggris dengan ibu saya di rumah."

Gabrielle juga mendapat kerja sambilan di sebuah kafe lokal, yang membuat ia semakin percaya diri.

"Sekarang tiga tahun sejak saya meninggalkan rumah saya di Banyuwangi, saya menjadi kapten olahraga di sekolah, dan presiden Dewan Perwakilan Sekolah," kata Gabrielle.

Jabatan kapten sekolah banyak diminati di sekolah-sekolah di Australia karena biasanya diperuntukkan bagi mereka yang berprestasi di bidangnya, sementara dewan perwakilan sekolah adalah organisasi semacam OSIS di Indonesia.

"Saya bangga dengan apa yang sudah saya perbuat dan tanggung jawab yang saya miliki," kata Gabrielle.

Sekarang Gabrielle berada di kelas 12, tahun terakhir di bangku sekolah menengah.

Ia berniat untuk melanjutkan studi kuliah jurusan perawat.

"Semua pencapaian ini berawal dari persahabatan dengan teman-teman saya di sekolah."

"

"Kebaikan hati sangat membantu saat kita jadi pendatang baru dan merasa khawatir."

"

Tahun lalu, Gabrielle menjadi salah satu pemenang program tahunan Heywire 2021.

Program Heywire adalah ajang bagi anak-anak muda di Australia, terutama yang berasal dari kawasan regional Australia untuk menyuarakan pendapat mereka.

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari artikel yang ditulis Gabrielle di ABC Heywire

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Populasi India Diprediksi akan Lampaui China, Menjadikannya Negara Terpadat di Dunia 2023
Kamis, 14 Juli 2022 - 09:09 WIB
Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan, populasi India akan melampaui China pada 202...
Terkait Manuver China di Pasifik, Menhan Australia Peringatkan Koalisi AS-Australia Tidak Bisa Tinggal Diam
Kamis, 14 Juli 2022 - 09:09 WIB
Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles, menyerukan kerja sama yang lebih erat dengan Amerika S...
Kisruh Dugaan Penyelewengan Dana ACT, Ini Tanggapan Pengelola Dana Kompensasi Korban Boeing
Kamis, 14 Juli 2022 - 09:09 WIB
Senin dan Selasa kemarin (12/07) Bareskrim Polri telah memeriksa mantan pemimpin organisasi filant...
Kapal Selam Nuklir China Terus Membuntuti Kapal Perang Australia karena Dituding Memasuki Wilayahnya
Kamis, 14 Juli 2022 - 09:09 WIB
Departemen Pertahanan Australia menolak untuk menjelaskan pertemuan kapal perangnya dengan pihak m...
Twitter Gugat Elon Musk, Menuntutnya Bertanggung Jawab Menyelesaikan Perjanjian Akuisisi
Kamis, 14 Juli 2022 - 09:09 WIB
Twitter telah menggugat Elon Musk dengan tuntutan agar bertanggung jawab menyelesaikan akuisisi per...
Presiden Sri Lanka Melarikan Diri Bersama Istrinya ke Maladewa
Kamis, 14 Juli 2022 - 09:09 WIB
Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa, telah meninggalkan negara itu tak lama setelah pengunjuk ras...
Presiden Jokowi Akhiri Rangkaian Lawatan, Fokus pada Krisis Pangan dan Misi Perdamaian Rusia-Ukraina
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:02 WIB
Presiden Indonesia Joko Widodo mengakhiri perjalanannya ke Ukraina dan Rusia, mendorong pemulihan k...
Kota Leeton di Pedalaman Australia Membuka Diri untuk Pendatang dan Pencari Suaka
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:02 WIB
Ketika ayah Ali Mehdi, seorang migran asal Pakistan, meninggal pada tahun 2017, dia mulai mencari ne...
Tiga Orang Tewas dalam Penembakan di Pusat Perbelanjaan di Denmark
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:02 WIB
Perdana Menteri Denmark mengatakan penembakan di sebuah pusat perbelanjaan di Kopenhagen adalah &quo...
Warga Migran Berpikir untuk Meninggalkan Australia Karena Kenaikan Biaya Hidup
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:02 WIB
Kenaikan harga kebutuhan di Australia telah membuat para migran berpikir dua kali tentang apakah mas...

InfodariAnda (IdA)