Bagaimana Gunung di Tonga Meletus dan Menyebabkan Ada Peringatan Tsunami
Elshinta
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:41 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Bagaimana Gunung di Tonga Meletus dan Menyebabkan Ada Peringatan Tsunami
ABC.net.au - Bagaimana Gunung di Tonga Meletus dan Menyebabkan Ada Peringatan Tsunami

Seberapa besar kerusakan akibat gunung berapi di Tonga masih belum diketahui secara pasti, tapi meletusnya gunung berapi Hunga Tonga-Hunga Ha'apai membuat peringatan tsunami sempat dikeluarkan ke sejumlah negara, termasuk di pesisir timur Australia. 

Ini yang kita ketahui soal letusan gunung dan mengapa hal tersebut bisa terjadi.

Apa itu Hunga Tonga-Hunga Ha'apai?

Secara teknis, gunung berapi yang meletus di Hunga Tonga-Hunga Ha'apai dikategorikan sebagai gunung berapi bawah laut, jelas Profesor Emeritus Richard Arculus dari Australian National University.

Tapi seperti yang ditunjukkan Profesor Arculus, juga yang bisa Anda lihat dari gambar di bawah ini, kawah gunung berapi berada di atas air.

Kawah ini berada di antara dua daratan, yakni Hunga Tonga dan Hunga Ha'apai.

Lembaga antariksa NASA mengatakan dua daratan ini masih "muda" dan terbentuk karena ledakan.

Apakah pernah meletus sebelumnya?

Jawabannya iya dan Profesor Arculus mengatakan gunung berapi ini "cukup aktif dalam 15 tahun terakhir".

Letusan di tahun 2015 pernah juga menjadi pemberitaan, karena awan abu dari ledakan membuat sejumlah  maskapai penerbangan membatalkan penerbangan masuk dan keluar dari Tonga.

Pada saat itu, Peter Lechner, ahli meteorologi Otoritas Penerbangan Sipil Selandia Baru mengatakan kepada Radio Selandia Baru jika gunung berapi tersebut menyemprotkan abu vulkanik lebih dari 9.000 meter ke atas udara.

Profesor Arculus juga mengatakan gunung berapi itu pernah meletus pada tahun 2009, 1988, 1937, dan 1912.

Jadi apa yang terjadi kali ini?

Profesor Arculus menggambarkannya sebagai "ledakan besar menyerupai lubang angin."

Rekaman dari satelit menunjukkan ledakan di permukaan laut menyebar dan menjauh.

Profesor Arculus mengatakan awan abu, yang terlihat dari luar angkasa, adalah hasil interaksi air dan materi terfragmentasi panas.

Seberapa kuat letusan ini?

Sebagai perbandingan, Profesor Arculus mengatakan itu kekuatannya berkali-kali lebih kuat daripada ledakan gunung di White Island.

Gunung berapi White Island meletus pada Desember 2019 dan menewaskan 22 turis yang mengunjungi pulau tersebut, termasuk 17 warga Australia.

Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru mengatakan tidak ada laporan resmi tentang kematian atau cedera akibat letusan gunung berapi di Tonga, karena komunikasi yang masih terbatas.

Tapi setelah letusan gunung terjadi, negara kepulauan Tonga dilanda tsunami setinggi satu meter. Para saksi mata mengatakan letusan juga membuat goncangan selama beberapa menit.

Biro Meteorologi Australia telah mengeluarkan peringatan laut di negara bagian New South Wales, Australia, juga Pulau Lord Howe dan Pulau Norfolk.

Di negara Chili, Kantor Darurat Nasional memerintahkan evakuasi di beberapa daerah pesisir karena ada tsunami berskala kecil.

Claudio Aldea, Deputi Direktur Operasi Kantor Darurat Nasional di Chili sudah meminta masyarakat di wilayah Coquimbo dan Los Rios mengungsi ke zona aman, setidaknya 30 meter di atas permukaan laut.

Peringatan tsunami juga dikeluarkan untuk Selandia Baru, Jepang, Hawaii, Alaska, dan pantai Pasifik di Amerika Serikat.

Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Grace Legge, Ahli Meteorologi Senior untuk Biro Meteorologi Australia memperingatkan situasinya akan tetap berbahaya dan berubah.

Letusan bawah laut jauh lebih sulit diprediksi daripada pola cuaca atmosfer atau gempa bumi, katanya.

Profesor Arculus mengatakan aktivitas gunung berapi dapat berlanjut selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan, tapi sulit untuk memprediksi kapan ledakan kuat lainnya akan terjadi lagi.

"

"Ini mungkin belum berakhir," katanya.

"

Profesor Arculus mengatakan 'pumice' atau batu apung, yang merupakan batuan vulkanik ringan, akan mencapai pantai timur Australia dalam beberapa bulan ke depan.

Batu itu bisa mengapung, mudah hancur, dengan warna abu-abu dan penuh lubang.

Diproduksi oleh Erwin Renaldi dari laporan dalam bahasa Inggris

ABC / Wires

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pasien Anak yang Diduga Usus Buntu Meninggal di Melbourne, Orang Tuanya Menuntut Jawaban Rumah Sakit
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB
Ketika Chandra Sekhar Lanka dan Satya Tarapureddi membawa putri mereka Amrita ke Monash's Chi...
Harus Punya Nyali: Bagaimana Pekerja Museum Australia Mengamankan Bangkai Paus untuk Diteliti
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB
Sebagai kepala divisi mamalia pada Museum Australia Selatan, David Stemmer terkadang harus berkutat ...
Kami tak Mau Dibungkam: Mahasiswa Asing di Australia Berjuang Melawan Majikan yang Curang
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB
Kasus pekerja asing di Australia yang dibayar rendah oleh majikannya masih sering terjadi. Bahkan k...
Remaja Usia 18 Tahun Ditetapkan Tersangka Penembakan 10 Orang di Amerika Serikat
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB
Agen federal Amerika Serikat telah mewawancarai orang tua remaja kulit putih berusia 18 tahun yang...
Australia Tidak Akan Mengirim Duta Besar ke Myanmar Dalam Penolakan Kekuasaan Junta Militer
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB
Australia menurunkan tingkat hubungan diplomatik dengan Myanmar karena tidak mendukung dan menolak...
McDonalds Menjual Semua Gerai di Rusia Namun Tetap Menggaji Karyawan
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB
Perusahaan gerai makanan cepat saji terkemuka di dunia McDonald's mengatakan sedang dalam pros...
Keluarga Perempuan Australia yang Meninggal Setelah Divaksinasi Angkat Bicara
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB
Seorang perempuan Australia bernama Robyn meninggal dunia akibat komplikasi yang terhubung dengan do...
 Penyakit Hepatitis Pada Anak Terus Menyebar. Akankah Sampai Australia?
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB
Pihak berwenang di bidang kesehatan di seluruh dunia terus melakukan penyelidikan mengenai kematian ...
Laporan Mengungkap Orang Uighur Dituduh Teroris Karena Melarang Temannya Nonton Film Porno
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB
Pemerintah China telah memenjarakan satu dari 25 orang di Konasheher, sebuah daerah di jantung Uighu...
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB
Australia sudah membuka diri bagi kedatangan internasional termasuk dari Indonesia untuk hidup dan b...
InfodariAnda (IdA)