Perempuan di China Ini Terjebak dalam Kencan Buta Saat Lockdown Diumumkan
Elshinta
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:41 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Perempuan di China Ini Terjebak dalam Kencan Buta Saat Lockdown Diumumkan
ABC.net.au - Perempuan di China Ini Terjebak dalam Kencan Buta Saat Lockdown Diumumkan

Begitu 'lockdown' mendadak diumumkan di kota Zengzhou, Wang terjebak di apartemen milik seorang pria yang baru saja ia kenal lewat sebuah 'blind date' atau kencan buta.

Orang tuanya mengatur 'blind date' tersebut karena menganggap Wang, bukan nama aslinya, sudah cukup umur untuk memiliki pasangan, seperti yang ia ceritakan di akun WeChat miliknya.

Wang terbang dari Guangzhou ke Zhengzhou, ibu kota provinsi Henan, menjelang Tahun Baru Imlek untuk berkencan.

Wang mengatakan jika sang pria, "ingin memamerkan keterampilan memasak dan memutuskan untuk makan malam di tempatnya," katanya.

"Tidak ada apa-apa ketika saya datang, tapi setelah makan malam, situasi COVID di Zhengzhou diumumkan menjadi memburuk."

"

"Lockdown sementara tiba-tiba diberlakukan di kompleks perumahan."

"

"Tinggal di apartemen dengan seseorang yang tidak saya kenal membuat saya merasa sangat canggung dan malu," katanya.

"Dia berbicara sangat sedikit, seperti membatu, tapi saya pikir semuanya baik-baik saja, saya cukup punya kemampuan untuk bisa bertahan."

Wang, yang lahir di tahun 1990-an, menambahkan jika pria yang dikencaninya bekerja setiap tapi tetap memasak untuknya.

Meski menurut Wang keterampilan memasak pria tersebut biasa saja, ia tetap mengakui usaha yang dilakukannya.

Budaya kencan buta

Banyak orang tua di China masih menjodohkan anak-anaknya yang belum menikah dengan mengaturnya lewat 'blind date'.

Beberapa bahkan menyiapkan semacam 'resume' atau biodata anak mereka untuk diberikan kepada orang tua lainnya.

Dr Pan Wang, seorang dosen senior dalam studi China dan Asia di University of New South Wales, mengatakan semakin banyak warga di China yang memasuki usia menikah tapi belum mau melakukannya.

"Banyak mereka yang lajang adalah generasi 1980-an dan 1990-an. Mereka lahir saat kebijakan satu anak diperkenalkan di China di tahun 1979," katanya.

"Kebijakan satu anak menyebabkan rasio pria dan perempuan menjadi tidak seimbang."

Saat ini jumlah pria berusia 20-40 tahun jumlahnya 17,52 juta lebih banyak ketimbang perempuan.

Perbandingannya adalah 108,9 pria untuk setiap 100 perempuan, menurut data terbaru dari National Bureau of Statistics di China.

Orang dewasa yang belum menikah di China dikenal sebagai sebutan "shengnan" atau "pria yang tersisa" dan untuk perempuan istilahnya adalah "shengnv".

"

"Orang tua merasa mereka bertanggung jawab dalam membuat rencana hidup untuk anak-anak mereka, termasuk merencanakan pernikahan mereka," kata Dr Pan.

"

Para orang tua juga biasanya mencari tahu latar belakang keluarga, tingkat pendidikan, serta pekerjaan, untuk calon pasangan anak mereka.

Beberapa orang senang dengan kencan yang diatur orang tua mereka, tapi ada pula yang menyusun strategi supaya tidak dipaksa menikah, bahkan beberapa menyewa orang untuk kemudian diperkenalkan ke keluarganya.

Kembali ke cerita Wang, ia mengaku akan terus berjuang untuk menemukan cinta-nya.

Vlog Ms Wang soal 'lockdown' dan berada bersama teman kencannya telah menjadi viral di China.

"COVID jadi mak comblang," kata seorang warga berkomentar soal pengalaman Wang.

"Saya berharap epidemi akan segera berakhir dan semua perempuan lajang akan segera menikah," ujarnya.

China tetap ingin nol kasus COVID

Hingga saat ini China masih menjalankan kebijakan tanpa toleransi terhadap COVID-19 karena tidak ingin ada kasus sama sekali. 

Tapi ini membuat jutaan warganya dikurung di rumah mereka sendiri, karena 'lockdown' yang diberlakukan dalam beberapa pekan terakhir.

Penduduk kota Xi'an, misalnya, mengalami 'lockdown' sejak 23 Desember, hingga mereka terpaksa melakukan barter untuk saling bertukar makanan dan kebutuhan pokok.

Selama 'Lockdown' mereka hanya boleh keluar ke rumah setiap dua hari sekali untuk membeli barang-barang pokok, tetapi aturan terus diperketat dan berlaku berbeda-beda di setiap kawasan tergantung tingkat keparahan penularan.

Artikel ini diproduksi Mariah Papadopoulos dari artikel dalam bahasa Inggris

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pasien Anak yang Diduga Usus Buntu Meninggal di Melbourne, Orang Tuanya Menuntut Jawaban Rumah Sakit
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB
Ketika Chandra Sekhar Lanka dan Satya Tarapureddi membawa putri mereka Amrita ke Monash's Chi...
Harus Punya Nyali: Bagaimana Pekerja Museum Australia Mengamankan Bangkai Paus untuk Diteliti
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB
Sebagai kepala divisi mamalia pada Museum Australia Selatan, David Stemmer terkadang harus berkutat ...
Kami tak Mau Dibungkam: Mahasiswa Asing di Australia Berjuang Melawan Majikan yang Curang
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB
Kasus pekerja asing di Australia yang dibayar rendah oleh majikannya masih sering terjadi. Bahkan k...
Remaja Usia 18 Tahun Ditetapkan Tersangka Penembakan 10 Orang di Amerika Serikat
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB
Agen federal Amerika Serikat telah mewawancarai orang tua remaja kulit putih berusia 18 tahun yang...
Australia Tidak Akan Mengirim Duta Besar ke Myanmar Dalam Penolakan Kekuasaan Junta Militer
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB
Australia menurunkan tingkat hubungan diplomatik dengan Myanmar karena tidak mendukung dan menolak...
McDonalds Menjual Semua Gerai di Rusia Namun Tetap Menggaji Karyawan
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB
Perusahaan gerai makanan cepat saji terkemuka di dunia McDonald's mengatakan sedang dalam pros...
Keluarga Perempuan Australia yang Meninggal Setelah Divaksinasi Angkat Bicara
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB
Seorang perempuan Australia bernama Robyn meninggal dunia akibat komplikasi yang terhubung dengan do...
 Penyakit Hepatitis Pada Anak Terus Menyebar. Akankah Sampai Australia?
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB
Pihak berwenang di bidang kesehatan di seluruh dunia terus melakukan penyelidikan mengenai kematian ...
Laporan Mengungkap Orang Uighur Dituduh Teroris Karena Melarang Temannya Nonton Film Porno
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB
Pemerintah China telah memenjarakan satu dari 25 orang di Konasheher, sebuah daerah di jantung Uighu...
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB
Australia sudah membuka diri bagi kedatangan internasional termasuk dari Indonesia untuk hidup dan b...
InfodariAnda (IdA)