Jerman dan Israel Kecam Penyangkalan Holocaust
Elshinta
Jumat, 21 Januari 2022 - 07:41 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Jerman dan Israel Kecam Penyangkalan Holocaust
DW.com - Jerman dan Israel Kecam Penyangkalan Holocaust

Duta Besar Jerman di Israel Susanne Wasum-Rainer dan Duta Besar Israel di Jerman Jeremy Issacharoff menulis seruan bersama menentang penyangkalan Holocaust yang diterbitkan di harian Jerman "Tagesspiegel" dan harian Israel "Maariv". Tulisan itu diterbitkan hari Kamis (20/1) dalam rangka peringatan 80 tahun Konferensi Wannsee, di mana para pejabat tinggi Nazi melakukan rapat koordinasi pembasmian Yahudi di Eropa.

Dalam tulisannya mereka mengatakan, penyangkalan Holocaust mengancam koeksistensi damai di seluruh dunia. Israel dan Jerman pada hari Kamis juga akan mengajukan rancangan resolusi ke Majelis Umum PBB untuk menolak dan mengutuk penyangkalan Holocaust.

"Resolusi ini dimaksudkan untuk menjadi isyarat harapan dan inspirasi bagi semua negara dan masyarakat yang berdiri untuk keragaman dan toleransi, memperjuangkan rekonsiliasi, dan memahami bahwa peringatan Holocaust sangat penting untuk mencegah kejahatan seperti itu terjadi lagi," tulis kedua diplomat.

Perencanaan pembunuhan sistematis warga Yahudi

Kedua duta besar mengatakan, penolakan Holocaust adalah serangan terhadap para korban dan keturunan mereka, orang-orang Yahudi, dan serangan pada "kondisi dasar masyarakat yang damai dan hidup berdampingan secara damai di seluruh dunia."

Pada 20 Januari 1942, para pejabat tinggi Nazi menggelar rapat kordinasi di sebuah vila di tepi danau Wannsee di Berlin untuk membahas pembunuhan sistematis sekitar 11 juta orang Yahudi di Eropa. Hadir dalam rapat itu antara lain Kepala Staf Keamanan Nasional Reinhard Heydrich, pimpinan milisi Nazi SS Heinrich Himmler, perwira tinggi SS Adolf Eichmann, dan Kepala Biro Perencanaan Hermann Göring.

Protokol pertemuan tahun 1942 itu kini dipamerkan di lokasi konferensi yang sekarang menjadi Museum Holocaust dengan pameran tentang Koferensi Wannsee dan Perencanaan Genosida Yahudi di Eropa.

Jerman 'tidak akan pernah melupakan'

Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock mengatakan, bahkan 80 tahun setelah Konferensi Wannsee, penting untuk mengingat bagaimana para diplomat Jerman juga terlibat dalam kejahatan Nazi.

"Pejabat dari Kementerian Luar Negeri yang menempatkan diri mereka pada layanan kejahatan dan genosida oleh rezim Nazi juga harus disalahkan," katanya. Menlu Jerman memperingati para korban Holocaust dan berjanji: "Kami tidak akan pernah melupakan apa yang dilakukan Jerman terhadap mereka."

Rancangan resolusi yang diajukan Jerman dan Israel ke Majelis Umum PBB mengusulkan definisi yang seragam tentang anti-Semitisme dan investasi dalam pendidikan dan peningkatan kesadaran. Resolusi itu juga menuntut agar perusahaan pengelola media sosial untuk mengambil langkah aktif untuk memerangi penyangkalan Holocaust.

Majelis Umum PBB menetapkan 27 Januari sebagai hari peringatan internasional untuk menghormati para korban Holocaust, yang juga dikenal sebagai Hari Peringatan Holocaust Internasional. Pada 27 Januari 1945, pasukan Uni Soviet memukul mundur pasukan Jerman dan masuk ke kamp konsentrasi Auschwitz di Polandia. Lebih satu juta orang dibunuh di kamp konsentrasi ini.

hp/vlz (dpa, afp, kna)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Wilayah Uighur di Xinjiang Catatkan Tingkat Pemenjaraan Tertinggi di Dunia
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:12 WIB
Dokumen rahasia pemerintah Cina yang sudah diverifikasi oleh Associated Press mencantumkan lebih dar...
Bintang TikTok Ukraina Valeria Shashenok Ceritakan Kehidupan selama Perang
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:10 WIB
Dengan mengenakan hoodie bertulisan ”Masa Depan”, Valerina Shashenok melambaikan tangan ...
Putin: Menyingkirkan Minyak Rusia sama dengan Bunuh Diri Ekonomi
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:10 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Selasa (17/05) mengatakan, negara-negara Eropa tidak akan da...
WHO: Omicron Membuat Kebijakan Nol-COVID Cina Tidak Berkelanjutan
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:10 WIB
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menggambarkan strategi "nol-COVID" Cina s...
‘Blue House’ Korea Selatan Dibuka untuk Umum Pertama Kali dalam 74 tahun
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:10 WIB
Langkah pertama dari pemimpin Korea Selatan yang baru, yaitu dengan memindahkan kantor kepresidenan ...
Studi: Polusi Sebabkan 9 Juta Orang Meninggal per Tahun
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:10 WIB
Diperkirakan 9 juta orang meninggal karena polusi dari semua jenis setiap tahunnya, menurut sebuah s...
Jerman Terancam Kekurangan Botol Bir
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:10 WIB
Produsen bir Jerman telah memperingatkan bahwa mungkin tidak akan tersedia cukup botol bir untuk mus...
Virus Herpes Terus Mengintai untuk Aktif Kembali dan Menyerang Tubuh
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:10 WIB
Cacar air adalah satu contoh menarik. Penyakitnya memicu bisul bernanah yang sangat gatal. Ini dipic...
Bagaimana Rusia Percepat Ekspansi NATO di Skandinavia
Rabu, 18 Mei 2022 - 08:41 WIB
Setelah Finlandia mengumumkan niat bergabung dengan NATO, Kamis (12/5), Rusia memperingatkan penempa...
Kematian Jurnalis al-Jazeera Shireen Abu Akleh Sudutkan Israel
Rabu, 18 Mei 2022 - 08:41 WIB
Ribuan warga memenuhi pusat kota Ramallah untuk mengantar iringan jenazah Shireen Abu Aklah, Kamis (...
InfodariAnda (IdA)