Australia Menyetujui Penggunaan Vaksin Novavax Serta Obat COVID
Elshinta
Jumat, 21 Januari 2022 - 09:56 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Australia Menyetujui Penggunaan Vaksin Novavax Serta Obat COVID
ABC.net.au - Australia Menyetujui Penggunaan Vaksin Novavax Serta Obat COVID

Lembaga regulasi obat-obatan di Australia telah menyetujui vaksin Novavax, juga dua obat yang bisa diberikan kepada pasien yang rentan dengan COVID-19.

Walaupun lembaga Therapeutic Goods Administration (TGA) sudah memberikan lampu hijau, Novavax masih harus mendapatkan persetujuan akhir dari lembaga lainnya, yakni Australian Technical Advisory Group on Immunisation (ATAGI), untuk memutuskan siapa yang akan memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksin.

Pemerintah Australia telah memesan 51 juta dosis vaksin Novavak.

Kepala TGA, John Skerritt mengatakan Novavax  disetujui sebagai vaksin utama yang diberikan dalam dua dosis dengan jarak tiga minggu.

"Saya tahu ada minat dalam potensi Novavax digunakan sebagai booster atau bahkan dosis bagi anak-anak dan remaja … seperti vaksin lainnya, begitu ada datanya prioritas kami adalah akan meninjaunya," katanya.

"Teknologi yang digunakan untuk membuat vaksin ini adalah teknologi yang teknologi terdahulu, yakni menggunakan protein," katanya.

Pil anti-virus ditambahkan ke pilihan pengobatan

Paxlovid produksi Pfizer serta Lagevrio dari perusahaan Merck Sharp and Dohme adalah obat-obat oral pertama untuk virus yang disetujui TGA untuk digunakan di Australia.

Sekitar 800.000 pil anti-virus diharapkan tiba di Australia dalam beberapa minggu mendatang.

Obat ini akan dikonsumsi selama lima hari, dua kali sehari, bagi mereka yang memiliki gejala COVID ringan hingga sedang.

TGA menekankan jika obat ini bukan pengganti vaksinasi, karena vaksin tetap menjadi cara paling efektif untuk mencegah gejala parah dan kematian akibat COVID.

"

"Salah satu obat-obatan tersebut harus diberikan sesegera mungkin setelah diagnosis COVID-19 dan dalam waktu lima hari sejak gejala dimulai," kata Profesor Skerritt.

"

Pil ini dirancang untuk mencoba mencegah gejala COVID seseorang  ke tahap yang lebih parah, dengan mengganggu kemampuan virus berkembang biak di dalam tubuh pasien.

Tetapi Profesor Skerritt mengatakan obat-obatan itu tidak cocok untuk semua orang.

Misalnya, mereka yang ingin hamil, yang sedang hamil atau menyusui, atau mereka yang mengalami masalah ginjal atau fungsi hati yang parah.

Menteri Kesehatan Australia, Greg Hunt mengatakan pasien akan bisa mendapatkan pil melalui resep dari dokter umum atau 'GP' atau di rumah sakit.

"

"Pengobatan akan membantu yang mereka yang paling rentan, terutama beberapa warga lanjut usia yang lebih berisiko terkena COVID," katanya.

"

"Mereka akan membantu orang-orang yang berisiko dengan gejala ringan hingga sedang dan berpotensi berkembang menjadi kondisi yang lebih serius."

Pemerintah telah membeli 500.000 dosis Paxlovid dan 300.000 Lagevrio.

Artikel ini dirangkum dan diproduksi oleh Mariah Papadopoulos dari laporan dalam bahasa Inggris

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pasien Anak yang Diduga Usus Buntu Meninggal di Melbourne, Orang Tuanya Menuntut Jawaban Rumah Sakit
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB
Ketika Chandra Sekhar Lanka dan Satya Tarapureddi membawa putri mereka Amrita ke Monash's Chi...
Harus Punya Nyali: Bagaimana Pekerja Museum Australia Mengamankan Bangkai Paus untuk Diteliti
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB
Sebagai kepala divisi mamalia pada Museum Australia Selatan, David Stemmer terkadang harus berkutat ...
Kami tak Mau Dibungkam: Mahasiswa Asing di Australia Berjuang Melawan Majikan yang Curang
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB
Kasus pekerja asing di Australia yang dibayar rendah oleh majikannya masih sering terjadi. Bahkan k...
Remaja Usia 18 Tahun Ditetapkan Tersangka Penembakan 10 Orang di Amerika Serikat
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB
Agen federal Amerika Serikat telah mewawancarai orang tua remaja kulit putih berusia 18 tahun yang...
Australia Tidak Akan Mengirim Duta Besar ke Myanmar Dalam Penolakan Kekuasaan Junta Militer
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB
Australia menurunkan tingkat hubungan diplomatik dengan Myanmar karena tidak mendukung dan menolak...
McDonalds Menjual Semua Gerai di Rusia Namun Tetap Menggaji Karyawan
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB
Perusahaan gerai makanan cepat saji terkemuka di dunia McDonald's mengatakan sedang dalam pros...
Keluarga Perempuan Australia yang Meninggal Setelah Divaksinasi Angkat Bicara
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB
Seorang perempuan Australia bernama Robyn meninggal dunia akibat komplikasi yang terhubung dengan do...
 Penyakit Hepatitis Pada Anak Terus Menyebar. Akankah Sampai Australia?
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB
Pihak berwenang di bidang kesehatan di seluruh dunia terus melakukan penyelidikan mengenai kematian ...
Laporan Mengungkap Orang Uighur Dituduh Teroris Karena Melarang Temannya Nonton Film Porno
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB
Pemerintah China telah memenjarakan satu dari 25 orang di Konasheher, sebuah daerah di jantung Uighu...
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:09 WIB
Australia sudah membuka diri bagi kedatangan internasional termasuk dari Indonesia untuk hidup dan b...
InfodariAnda (IdA)