waisak kiri waisak kanan
Menteri Imigrasi Australia Memutuskan Untuk Batalkan Visa Novak Djokovic
Elshinta
Jumat, 21 Januari 2022 - 09:56 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Menteri Imigrasi Australia Memutuskan Untuk Batalkan Visa Novak Djokovic
ABC.net.au - Menteri Imigrasi Australia Memutuskan Untuk Batalkan Visa Novak Djokovic

Menteri Imigrasi Australia, Alex Hawke menggunakan kuasanya untuk membatalkan visa Novak Djokovic.

Awal pekan ini, Djokovic memenangkan kasus pengadilan dengan hasil keputusan ia tetap bisa berada di Australia demi mempertahankan gelar juaranya di pertandingan tenis Australia Open.

Dalam pernyataannya, Menteri Alex mengatakan visa Djokovic dibatalkan dengan alasan "kesehatan dan tujuan baik, atas dasar pertimbangan kepentingan umum".

Ada indikasi jika tim hukum bintang tenis dunia akan tetap bermaksud mengajukan perintah agar Pemerintah Australia tetap mentaati peraturan menteri, agar Djokovic bisa tetap mengikuti pertandingan Australia Terbuka.

Jika Djokovic tidak mengajukan banding atas keputusan Menteri Imigrasi Australia, dia akan dideportasi dan mungkin dilarang masuk ke Australia selama tiga tahun dengan jenis visa apa pun.

Sejak Senin kemarin, Menteri Alex telah mempertimbangkan untuk bisa mengintervensi secara pribadi, saat Djokovic memenangkan kasus pengadilan yang membatalkan keputusan sebelumnya.

Keputusan hakim saat itu adalah Djokovic bisa tetap masuk ke Australia karena memenuhi persyaratan dan ia dikeluarkan dari hotel tahanan imigrasi.

Visa Djokovic langsung dibatalkan seketika setelah ia mendarat di kota Melbourne, 6 Januari lalu.

Ia kemudian dikirim ke sebuah hotel di pusat kota Melbourne, yang juga menjadi pusat penahanan bagi pencari suaka yang sudah ditahan selama bertahun-tahun dalam kondisi buruk.

Kasus status visa Djokovic telah menjadi sorotan dunia internasional, bahkan disebut-sebut menjadi bola politik di Australia.

Di saat sejumlah pendukung Djokovic, terutama yang berasal dari negaranya, menuduh ia telah mendapatkan pelecehan, banyak warga Australia yang marah dengan diperbolehkan masuknya Djokovic yang hingga ini tidak diketahui status vaksinasinya.

Djokovic telah mendapat pengecualian untuk masuk ke Australia tanpa menunjukkan bukti vaksinasi. Izin pengecualian dikeluarkan lembaga Tennis Australia, meski mereka mengatakan panel yang memeriksa tidak mengetahui nama, umur, atau negara asal yang mengajukannya.

Sebelum kasusnya dibawa pengadilan federal, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan jika "aturan adalah aturan" yang harus ditegakkan. Tapi sejak beberapa hari terakhir ia mengatakan tidak akan lagi berkomentar soal kasus Djokovic dan menyerahkan sepenuhnya ke Menteri Imigrasi.

Dengan keputusan ini, muncul keraguan soal penyelenggaran Australia Terbuka, yang akan dimulai minggu depan.

Djokovic diikutsertakan dalam undian Australia Terbuka kemarin dan akan menghadapi sesama petenis Serbia Miomir Kecmanovic di putaran pertama turnamen Senin mendatang.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polisi Australia Menduga Ada Keterkaitan Penemuan Kokain di Indonesia dan Australia
Sabtu, 14 Mei 2022 - 13:29 WIB
Polisi Australia sedang menyelidiki apakah penyitaan kokain terbesar di Indonesia ada hubungannya d...
Korban COVID-19 di AS Tembus Satu Juta Jiwa, Korea Utara Umumkan Kematian Pertama karena Omicron 
Sabtu, 14 Mei 2022 - 13:29 WIB
Pemerintah Amerika Serikat mengingatkan warganya untuk tetap waspada COVID, setelah tingkat kematia...
Para Supir Trem Akan Unjuk Gigi dan Adu Kemampuan Mereka Mengemudi di Kejuaraan Eropa
Sabtu, 14 Mei 2022 - 13:29 WIB
Melbourne dianggap sebagai ibu kota trem Australia, tetapi bagaimana kemahirannya di panggung intern...
 Bagaimana Hubungan Filipina dengan AS dan China di Bawah Pemerintahan Bongbong Marcos ?
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:34 WIB
Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr hampir dipastikan akan menjadi presiden Filipina berikutnya...
Penyakit Mulut dan Kuku: Australia Tawarkan Vaksin untuk Indonesia di Tengah Kurangnya Dokter Hewan
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:34 WIB
Pemerintah Australia telah menawarkan bantuan dana kepada Indonesia untuk mendapatkan vaksin guna m...
Ribuan Alpukat Dibiarkan Membusuk di Australia karena Kelebihan Pasokan
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:34 WIB
Gambar alpukat dibuang dari bak sebuah truk dan dibiarkan membusuk di utara negara bagian Queensland...
Kebijakan Plin-Plan Larangan Ekspor Sawit Indonesia Menguntungkan Malaysia
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:34 WIB
Kebijakan ekspor minyak sawit mentah Indonesia yang masih tidak jelas membuat Malaysia sekarang munc...
Wakil Perdana Menteri Papua Nugini Meninggal karena Kecelakaan Mobil Menjelang Pemilu 2022
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:34 WIB
Wakil Perdana Menteri Papua Nugini, Sam Basil, meninggal dunia dalam kecelakaan mobil di bagian utar...
Mengapa Kemenangan Anak Diktator Filipina Sebagai Presiden Disambut Gegap Gempita?
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:34 WIB
Dalam beberapa minggu lagi, Faye Faustino akan berulang tahun ke-53, dan ia mengatakan hasil pemilih...
WHO Mempertanyakan Kebijakan Pemberantasan COVID ke Titik Nol yang Dijalankan China
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:34 WIB
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan kebijakan ...
InfodariAnda (IdA)