Pengadilan Pakistan Hukum Mati Seorang Perempuan Karena Penistaan Agama
Elshinta
Jumat, 21 Januari 2022 - 09:58 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Pengadilan Pakistan Hukum Mati Seorang Perempuan Karena Penistaan Agama
VOA Indonesia - Pengadilan Pakistan Hukum Mati Seorang Perempuan Karena Penistaan Agama
Pengadilan Pakistan menjatuhkan hukuman mati terhadap seorang perempuan Muslim setelah dinyatakan bersalah melakukan penistaan agama karena menghina Nabi Muhammad dalam SMS yang ia kirimkan kepada seorang teman, kata seorang pejabat Kamis (20/1). Perempuan tersebut, Aneeqa Atteeq, ditangkap pada Mei 2020 setelah pria yang menjadi temannya itu memberitahu polisi bahwa perempuan itu mengiriminya karikatur nabi tersebut melalui WhatsApp.  Dalam agama Islam, penggambaran Nabi Muhammad merupakan tindakan terlarang. Berdasarkan undang-undang antipenistaan agama Pakistan, siapa pun yang dinyatakan bersalah menghina agama atau tokoh agama dapat dihukum mati. Sementara pihak berwenang belum pernah melangsungkan hukuman mati karena penistaan agama, tuduhan-tuduhan seperti itu dapat menimbulkan kerusuhan. Menurut perintah pengadilan, perempuan  itu juga dijatuhi hukuman 10 tahun penjara. Kelompok-kelompok HAM domestik dan internasional mengatakan tuduhan penistaan agama sering digunakan untuk mengintimidasi kelompok-kelompok minoritas agama dan untuk menyelesaikan masalah pribadi. Desember lalu, massa Muslim menyerbu pabrik peralatan olahraga di distrik Sialkot, Pakistan, dan membunuh seorang pria Sri Lanka dan membakar tubuhnya di depan umum atas tuduhan penistaan agama. Insiden itu menuai kecaman nasional dan pihak berwenang menangkap puluhan orang karena keterlibatan mereka dalam pembunuhan Priyantha Kumara. Mereka yang terkait dengan pembunuhan Kumara itu akan diadili di Pakistan. [ab/uh]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
AS Luncurkan Program untuk Dokumentasikan Kejahatan Perang di Ukraina
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:12 WIB
Pemerintah Amerika Serikat meluncurkan program yang mereka sebut sebagai “Observatorium Konflik”...
Data Tunjukkan Kecelakaan Pesawat China Disengaja
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:12 WIB
Data penerbangan dari kotak hitam yang ditemukan dari pesawat jet China Eastern Airlines yang jatuh ...
Rusia Selangkah Lagi Kuasai Kota Pelabuhan Mariupol
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:12 WIB
Jatuhnya pelabuhan Mariupol di Ukraina ke tangan Rusia tampaknya akan segera menjadi kenyataan sete...
Laporan: Seorang Kolonel yang Dekat dengan Junta Mali Terkait dalam Upaya Kudeta
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:12 WIB
Seorang kolonel yang dikenal dekat dengan pihak junta yang berkuasa di Mali telah ditangkap menyusul...
NATO: Finlandia, Swedia Mendaftar untuk Bergabung
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:11 WIB
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, Rabu (18/5), dengan "hangat" menyambut baik permintaan Sw...
Rusia: 959 Tentara Ukraina Menyerah di Azovstal Sejak Senin
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:11 WIB
Kementerian Pertahanan Rusia, Rabu (18/5), mengatakan bahwa 959 tentara Ukraina telah menyerah mingg...
Belarus Perkenalkan Hukuman Mati untuk Percobaan Terorisme
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:11 WIB
Belarus telah memberlakukan hukuman mati untuk upaya melakukan tindakan terorisme, kantor berita Rus...
Kota Pelabuhan China di Dekat Korut Tingkatkan Pengendalian COVID
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:11 WIB
Dalian, kota pelabuhan utama China, meluncurkan tes COVID-19 reguler untuk semua 7,5 juta penduduk. ...
Jepang Setujui Rencana Lepas Air Limbah PLTN Fukushima
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:11 WIB
Badan Pengawas Nuklir Jepang, Rabu (18/5), menyetujui rencana operator pembangkit listrik tenaga nuk...
Pemimpin Korea Utara Kecam Pejabat atas Tanggapan COVID
Kamis, 19 Mei 2022 - 09:11 WIB
Sementara Korea Utara memerangi wabah COVID-19, pemimpin Kim Jong Un mengecam tanggapan negaranya at...
InfodariAnda (IdA)