waisak kiri waisak kanan
AS Desak Mantan Sandera di Iran Batalkan Mogok Makan
Elshinta
Jumat, 21 Januari 2022 - 09:58 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
AS Desak Mantan Sandera di Iran Batalkan Mogok Makan
VOA Indonesia - AS Desak Mantan Sandera di Iran Batalkan Mogok Makan
Pemerintah Biden mendesak seorang warga Amerika mantan sandera di Iran yang berusia 77 tahun untuk membatalkan mogok makan yang dilakukannya di Wina.  Bary Rosen melakukan mogok makan untuk mendorong tercapainya kesepakatan diantara pemerintah Amerika dan Iran untuk membebaskan puluhan warga Amerika dan warga Barat asal Iran lainnya yang masih ditahan di Iran. Dalam sebuah video di Twitter, Rosen mengatakan ia mulai mogok makan hari Rabu (19/1) di luar Hotel Palais Coburg di Wina, tempat utama perundingan tidak langsung antara Amerika dan Iran – yang dilakukan secara terpisah – tentang upaya menghidupkan kembali perjanjian nuklir Iran atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).  Joint Comprehensive Plan of Action atau Rencana Aksi Komprehensif Gabungan adalah kesepakatan yang dicapai pada tahun 2015 di mana Iran setuju untuk menyudahi kegiatan nuklirnya dengan imbalan pelonggaran sejumlah sanksi, termasuk sanksi ekonomi. Pemerintah Amerika di bawah pemerintahan Donald Trump menarik diri dari perjanjian itu secara sepihak pada tahun 2018.  Menanggapi hal itu, Iran melanjutkan kembali sebagian kegiatan nuklirnya dan pada Juli 2019 melanggar kesepakatan JCPOA dengan melampaui batas pengayaan uranium dan tingkat persediaan nuklirnya.  Iran memperkaya uranium hingga 60 persen dan memperluas persediaannya di luar batas yang diijinkan dalam JCPOA.  Sejak April 2021 lalu ada enam putaran pembicaraan di Wina antara Iran dan negara-negara adidaya yang masih ada dalam JCPOA, yaitu Inggris, China, Rusia, Prancis, dan Jerman. Negara-negara itu berharap dapat menarik kembali Amerika dalam perjanjian nuklir itu.  Rosen tiba di Wina pada Rabu (19/1) waktu setempat dengan penerbangan dari New York. Ia adalah salah seorang dari 52 orang Amerika yang disandera di Teheran oleh kelompok Islamis yang merebut Kedutaan Besar Amerika tahun 1979 ketika Revolusi Islam di negara itu menggulingkan monarki yang didukung Amerika. Rosen memulai mogok makan sehari sebelum peringatan 41 tahun pembebasannya dan para sandera lain pada 20 Januari 1980. Protes yang dilakukannya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang penderitaan setidaknya sepuluh warga Iran yang berkewarganegaraan ganda – empat diantaranya warga Amerika – yang ditahan di Iran atau dilarang meninggalkan negara itu. Dalam email yang dikirim ke VOA pada Rabu (19/1), Departemen Luar Negeri Amerika memuji Rosen dan para sandera lain sebagai pahlawan, dan mengatakan mogok makan yang dilakukannya didorong oleh komitmen untuk membebaskan warga Amerika yang ditahan secara tidak sah di Iran.  Email itu juga menginformasikan bahwa Utusan Khusus Amerika Untuk Iran Robert Malley akan bertemu dengan Rosen di Wina, dan mengatakan kepadanya bahwa ia tidak perlu melakukan mogok makan karena pemerintah Biden tetap berkomitmen untuk membebaskan semua yang masih ditahan di Iran. [em/rs]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Indonesia dan Malaysia Jadi Angin Segar di Tengah Suramnya Hutan Dunia
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:36 WIB
Indonesia dan Malaysia, yang rutin termasuk di antara negara-negara yang memimpin dalam hilangnya wi...
Saham Global, Euro Merosot karena Peringatan Inflasi AS 
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:35 WIB
Ekuitas dunia, Kamis (12/5) merosot  dan mata uang euro mencapai level terendah dalam lima tah...
Jerman Tuduh Rusia Gunakan Energi sebagai Senjata 
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:35 WIB
Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck, Kamis (12/5)  menuduh Rusia menggunakan energi sebagai "senj...
Mantan PM Srilanka Diangkat Kembali Menjadi PM
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:35 WIB
Mantan Perdana Menteri Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe yang telah lima kali menjabat, akan diangkat ...
Biden Berjanji Bantu Petani AS Tingkatkan Produksi untuk Kurangi Dampak Perang Ukraina
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:35 WIB
Konflik di Ukraina mengganggu pasokan dan harga pangan di seluruh dunia, kata Presiden Joe Biden har...
AS dan Vatikan Ungkapkan Keprihatinan atas Penangkapan di Hong Kong
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:35 WIB
Amerika bergabung dengan Vatikan dalam mengungkapkan keprihatinan, setelah polisi Hong Kong menangka...
KTT AS-ASEAN: AS Perkuat Komitmen di Asia Tenggara
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:35 WIB
AS kembali menegaskan komitmen pada negara-negara Asia Tenggara dalam KTT AS-ASEAN yang dimulai di i...
Perang Ukraina Munculkan Peluang Baru bagi Petani Prancis
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:35 WIB
Invasi Rusia ke Ukraina mengganggu ekspor hasil tanaman pangan dan menaikkan harga pangan dunia. Ked...
Lima Diguncang Gempa Berkekuatan 5,5 Skala Richter
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:35 WIB
Gempa berkekuatan 5,5 skala Richter mengguncang Lima dan daerah sekitarnya yang luas pada Kamis (12/...
Ribuan Warga Argentina Protes Kenaikan Inflasi
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:35 WIB
Ribuan warga Argentina turun ke jalan di pusat kota Buenos Aires sehingga mengakibatkan kota tersebu...
InfodariAnda (IdA)