Mengapa Australia Barat Masih Menutup Perbatasan, Saat yang Lain Sudah Dibuka?
Elshinta
Senin, 24 Januari 2022 - 09:53 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Mengapa Australia Barat Masih Menutup Perbatasan, Saat yang Lain Sudah Dibuka?
ABC.net.au - Mengapa Australia Barat Masih Menutup Perbatasan, Saat yang Lain Sudah Dibuka?

Dua tahun sudah pandemi COVID-19 terjadi, tapi negara bagian Australia Barat tetap memilih untuk menutup perbatasannya untuk dunia, bahkan warga negara bagian lain di Australia.

Awalnya mereka berencana akan membuka perbatasan pada tanggal 5 Februari mendatang, tapi kini telah ditunda hingga waktu yang tidak diketahui.

Dalam konferensi pers Kamis malam kemarin (20/01), kepala Pemerintahan Australia Barat, Premier Mark McGowan, mengatakan penundaan dilakukan setelah mendengarkan nasihat dari kepala otoritas kesehatan di negara bagiannya.

Ia khawatir jika penularan Omicron malah akan melumpuhkan negara bagiannya.

Intinya sampai saat ini tidak ada kejelasan kapan perbatasan negara bagian Australia Barat akan dibuka.

"Saya tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan," katanya.

Ia juga merasa jika perbatasan dibuka maka akan menjadi tindakan tidak bertanggung jawab dan tergesa-gesa.

Tapi beberapa sejumlah aturan perjalanan tetap akan berubah pada 5 Februari nanti.

Apakah sistem kesehatan Australia Barat siap?

Ini sebenarnya menjadi pertanyaan bagi banyak warga di Australia Barat. 

Rumah sakit di Australia Barat sudah berada di bawah tekanan besar, bahkan tanpa pasien COVID sekali pun.

Kelompok lobi medis yang mendorong agar pembukaan pembatasan ditunda mengatakan sistem kesehatan di Australia Barat akan runtuh jika penularan COVID meningkat di negara bagian tersebut.

Tetapi para kritikus mengatakan bukankah Australia Barat sudah memiliki waktu dua tahun untuk mempersiapkan diri, memiliki keuntungan multi-dolar, jadi tidak ada alasan untuk tidak siap.

"

"Rencana Premir untuk menutup Australia Barat tanpa batas waktu menunjukkan kegagalan kepemimpinan dan kegagalan untuk mempersiapkan diri menghadapi COVID," demikian unggahan Libby Mettam dari pihak oposisi Pemerintah Australia Barat di akun Twitter-nya.

"

'Untuk itu saya minta maaf'

Premier Mark mengakui jika keputusannya akan membuat "rencana liburan dan beberapa pertemuan keluarga akan terganggu".

"Untuk itu saya minta maaf, saya mengerti persis apa artinya itu bagi banyak orang yang berharap bisa berkumpul kembali," katanya.

"

"[Tapi] akan sembrono dan tidak bertanggung jawab untuk membuka [perbatasan] sekarang, dan saya tidak bisa melakukannya."

"

Jadi apa yang bisa dilakukan?

Selama ini warga Australia Barat sudah memiliki tujuan untuk bisa mencapai 90 persen vaksinasi bagi warga berusia 12 tahun ke atas.

Pemerintah Australia Barat berjanji begitu target tercapai, perbatasan akan dibuka kembali.

Tapi dalam pengumuman Premier Mark tadi malam, tidak dijelaskan apa yang diperlukan Australia Barat untuk membuka perbatasannya.

Ia hanya mengatakan ingin tingkat 'booster' meningkat secara signifikan di atas setidaknya 80 persen, mungkin 90 persen.

"Apa yang akan kami lakukan adalah meninjau situasi selama Februari dan melihat apa yang terjadi di kawasan timur Australia dan mencari pendekatan terbaik untuk Australia Barat," katanya.

Artikel ini diproduksi oleh Hellena Souisa.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polisi Australia Menduga Ada Keterkaitan Penemuan Kokain di Indonesia dan Australia
Sabtu, 14 Mei 2022 - 13:29 WIB
Polisi Australia sedang menyelidiki apakah penyitaan kokain terbesar di Indonesia ada hubungannya d...
Korban COVID-19 di AS Tembus Satu Juta Jiwa, Korea Utara Umumkan Kematian Pertama karena Omicron 
Sabtu, 14 Mei 2022 - 13:29 WIB
Pemerintah Amerika Serikat mengingatkan warganya untuk tetap waspada COVID, setelah tingkat kematia...
Para Supir Trem Akan Unjuk Gigi dan Adu Kemampuan Mereka Mengemudi di Kejuaraan Eropa
Sabtu, 14 Mei 2022 - 13:29 WIB
Melbourne dianggap sebagai ibu kota trem Australia, tetapi bagaimana kemahirannya di panggung intern...
 Bagaimana Hubungan Filipina dengan AS dan China di Bawah Pemerintahan Bongbong Marcos ?
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:34 WIB
Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr hampir dipastikan akan menjadi presiden Filipina berikutnya...
Penyakit Mulut dan Kuku: Australia Tawarkan Vaksin untuk Indonesia di Tengah Kurangnya Dokter Hewan
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:34 WIB
Pemerintah Australia telah menawarkan bantuan dana kepada Indonesia untuk mendapatkan vaksin guna m...
Ribuan Alpukat Dibiarkan Membusuk di Australia karena Kelebihan Pasokan
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:34 WIB
Gambar alpukat dibuang dari bak sebuah truk dan dibiarkan membusuk di utara negara bagian Queensland...
Kebijakan Plin-Plan Larangan Ekspor Sawit Indonesia Menguntungkan Malaysia
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:34 WIB
Kebijakan ekspor minyak sawit mentah Indonesia yang masih tidak jelas membuat Malaysia sekarang munc...
Wakil Perdana Menteri Papua Nugini Meninggal karena Kecelakaan Mobil Menjelang Pemilu 2022
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:34 WIB
Wakil Perdana Menteri Papua Nugini, Sam Basil, meninggal dunia dalam kecelakaan mobil di bagian utar...
Mengapa Kemenangan Anak Diktator Filipina Sebagai Presiden Disambut Gegap Gempita?
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:34 WIB
Dalam beberapa minggu lagi, Faye Faustino akan berulang tahun ke-53, dan ia mengatakan hasil pemilih...
WHO Mempertanyakan Kebijakan Pemberantasan COVID ke Titik Nol yang Dijalankan China
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:34 WIB
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan kebijakan ...
InfodariAnda (IdA)