Kasus COVID-19 di Tiga Negara Bagian Besar di Australia Mulai Menurun
Elshinta
Selasa, 25 Januari 2022 - 10:15 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Kasus COVID-19 di Tiga Negara Bagian Besar di Australia Mulai Menurun
ABC.net.au - Kasus COVID-19 di Tiga Negara Bagian Besar di Australia Mulai Menurun

Jumlah penularan virus corona di tiga negara bagian di Australia, yakni New South Wales, Victoria, dan Queensland mulai menurun. 

Begitu juga dengan angka pasien COVID-19 yang butuh perawatan rumah sakit.

Di Melbourne, ibu kota Victoria, ada 998 pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit, atau turun dari 1.229 pasien sebelumnya.

Tapi yang membutuhkan ventilator sebanyak 47 orang, angka tertinggi sejak Desember 2022.

Saat ini ada lebih dari 186 ribu kasus aktif, yang berarti menurun tajam dari sekitar 245 ribu kasus seminggu sebelumnya.

Di negara bagian New South Wales dengan ibu kota Sydney, jumlah pasien COVID-19 yang membutuhkan  perawatan rumah sakit juga telah terlihat mulai menurun.

Kepala otoritas kesehatan di NSW, Kerry Chant, mengatakan penularan kasus mulai melambat, tapi bisa jadi hal ini disebabkan karena rendahnya angka pengetesan di akhir pekan karena ada hambatan.

Dr Chant mengingatkan angka kasus kemungkinan bisa kembali naik dengan dimulainya tahun ajaran baru sekolah mulai minggu depan, karenanya ia kembali mengajak warga untuk mendapatkan vaksin dosis ketiga atau 'booster'.

Di negara bagian Queensland dengan ibu kota Brisbane juga melaporkan jumlah pasien COVID-19 di rumah sakit terus mengalami penurunan.

"Memang ini masih pengamatan awal, namun jumlah pasien yang ada di rumah sakit jauh menurun dibandingkan dengan yang kami prediksi," kata John Gerrard, kepala otoritas kesehatan di Queensland.

"Kami kira ada hubungan dengan perubahan perilaku warga yang berusaha agar mereka tidak tertular virus."

Ia juga mengatakan kawasan Gold Coast akan menjadi daerah yang pertama di Queensland yang berada di puncak penularan, disusul dengan Brisbane dalam tujuh hari ke depan.

"Jadi tampaknya Gold Coast sudah mendekati puncak atau bahkan sudah melewati puncak," katanya.

"Namun saya ingin mengingatkan kepada semua orang ini adalah masa puncak, bukan berarti semua sudah berakhir."

Novavax mulai digunakan bulan depan

Sementara itu, vaksin terbaru Novavax akan mulai digunakan di Australia mulai akhir Februari, setelah mendapatkan persetujuan akhir dari ATAGI, badan yang mengizinkan pengunaan obat-obatan di Australia.

Vaksin ini menjadi vaksin keempat yang bisa digunakan di Australia dan disetujui untuk mereka yang berusia 18 tahun ke atas.

Vaksin ini akan diberikan dalam bentuk dua dosis dengan jarak waktu 3 minggu.

Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt mengatakan Novavax akan tersedia di Australia mulai bulan Februari, jika semua sesuai dengan rencana.

"Kita akan bisa memulai program vaksinasi menggunakan vaksin tersebut mulai 21 Februari," katanya.

"

"Bagi mereka yang khawatir dengan reaksi menggunakan vaksin lain, Novavax jadi alternatif, juga bagi siapa saja yang belum mendapatkan vaksinasi karena alasan apa pun."

"

Professor John Skerrit dari TGA mengatakan banyak orang-orang yang sudah menunggu agar Novavax disetujui dan ini akan meningkatkan tingkat vaksinasi di Australia.

"Teknologi pembuatan vaksin ini adalah teknologi yang lebih tua, yaitu menggunakan protein," katanya.

"Saya menerima ratusan email dari individu dan kelompok yang mengatakan mereka tidak mendapatkan vaksinasi jenis tertentu dan ini akan memberikan pilihan terbaru bagi mereka."

Artikel in diproduksi ole Sastra Wijaya

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polisi Australia Menduga Ada Keterkaitan Penemuan Kokain di Indonesia dan Australia
Sabtu, 14 Mei 2022 - 13:29 WIB
Polisi Australia sedang menyelidiki apakah penyitaan kokain terbesar di Indonesia ada hubungannya d...
Korban COVID-19 di AS Tembus Satu Juta Jiwa, Korea Utara Umumkan Kematian Pertama karena Omicron 
Sabtu, 14 Mei 2022 - 13:29 WIB
Pemerintah Amerika Serikat mengingatkan warganya untuk tetap waspada COVID, setelah tingkat kematia...
Para Supir Trem Akan Unjuk Gigi dan Adu Kemampuan Mereka Mengemudi di Kejuaraan Eropa
Sabtu, 14 Mei 2022 - 13:29 WIB
Melbourne dianggap sebagai ibu kota trem Australia, tetapi bagaimana kemahirannya di panggung intern...
 Bagaimana Hubungan Filipina dengan AS dan China di Bawah Pemerintahan Bongbong Marcos ?
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:34 WIB
Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr hampir dipastikan akan menjadi presiden Filipina berikutnya...
Penyakit Mulut dan Kuku: Australia Tawarkan Vaksin untuk Indonesia di Tengah Kurangnya Dokter Hewan
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:34 WIB
Pemerintah Australia telah menawarkan bantuan dana kepada Indonesia untuk mendapatkan vaksin guna m...
Ribuan Alpukat Dibiarkan Membusuk di Australia karena Kelebihan Pasokan
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:34 WIB
Gambar alpukat dibuang dari bak sebuah truk dan dibiarkan membusuk di utara negara bagian Queensland...
Kebijakan Plin-Plan Larangan Ekspor Sawit Indonesia Menguntungkan Malaysia
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:34 WIB
Kebijakan ekspor minyak sawit mentah Indonesia yang masih tidak jelas membuat Malaysia sekarang munc...
Wakil Perdana Menteri Papua Nugini Meninggal karena Kecelakaan Mobil Menjelang Pemilu 2022
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:34 WIB
Wakil Perdana Menteri Papua Nugini, Sam Basil, meninggal dunia dalam kecelakaan mobil di bagian utar...
Mengapa Kemenangan Anak Diktator Filipina Sebagai Presiden Disambut Gegap Gempita?
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:34 WIB
Dalam beberapa minggu lagi, Faye Faustino akan berulang tahun ke-53, dan ia mengatakan hasil pemilih...
WHO Mempertanyakan Kebijakan Pemberantasan COVID ke Titik Nol yang Dijalankan China
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:34 WIB
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan kebijakan ...
InfodariAnda (IdA)